Inflasi Jogja Naik 0,46 Persen, Kenaikan Harga BBM Jadi Pemicu Utama
Inflasi Kota Jogja Juni 2026 naik 0,46% dipicu kenaikan BBM, terutama berdampak pada sektor transportasi.
Puskesmas Pembantu - ist/bantulkab.go.id
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul mencatat masih ada puluhan puskesmas pembantu (pustu) yang rusak. Sejauh ini baru ada tujuh puskesmas pembantu yang akan diperbaiki dari dana Pemerintah Pusat.
Dinkes Bantul mencatat ada 48 Puskesmas pembantu di Bantul. Dari jumlah tersebut ada 26 puskesmas pembantu dalam kondisi rusak berat, tiga ouskesmas pembantu dalam kondisi rusak ringan, 12 puskesmas pembantu dalam kondisi rusak sedang. Sementara ada tujuh puskesmas pembantu dalam kondisi baik.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Dinkes Bantul, Anugrah Wiendyasari menyampaikan kondisi tujuh puskesmas pembantu yang akan direhabilitasi tahun ini mengalami rusak sedang dan berat. Dia menuturkan tujuh puskesmas pembantu yang akan direhabilitasi mengalami kerusakan di lantai, dinding, atap dan plafon.
"Puskesmas pembantu direhabilitasi agar mendekati prototipe puskesmas pembantu sesuai yang ditetapkan Kementerian Kesehatan [Kemenkes]," ujarnya, Kamis (8/8/2024).
Dia menyampaikan ada beberapa puskesmas pembantu yang tidak aktif saat pandemi Covid-19. Hal itu menurutnya karena kunjungan ke puskesmas pembantu sempat sepi saat itu.
Dia menuturkan akan kembali mengaktifkan seluruh puskesmas pembantu yang ada pada 2025. Hal itu menurutnya untuk mendukung Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP).
"Sekarang ada ILP, mau tidak mau semua puskesmas pembantu harus diaktifkan kembali. Pelayanannya harus berjalan," katanya.
Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Primer, Ahmad Riyanto menyampaikan rehabilitasi ketujuh puskesmas pembantu tersebut dialokasikan dengan anggaran Pemerintah Pusat. "Anggaran dari Dana Alokasi Khusus [DAK] fisik," ujarnya.
Sebelumnya, menurutnya, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul telah melakukan asesmen terlebih dahulu terhadap seluruh puskesmas pembantu rusak di Bantul.
Kemudian, akan diajukan permohonan dana rehabilitasi terhadap seluruh puskesmas pembantu tersebut. Nanti, Pemerintah Pusat akan menentukan puskesmas pembantu yang akan mendapatkan anggaran rehabilitasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Inflasi Kota Jogja Juni 2026 naik 0,46% dipicu kenaikan BBM, terutama berdampak pada sektor transportasi.
BPOM temukan obat palsu Codrela dan Trivam Fliege. Tak terdaftar, berbahaya, dan beredar luas di marketplace.
Kemendag tarik Minyakita berbau solar dari peredaran. Produk diganti dan produsen terancam sanksi tegas.
Alyakha Kolektif Angkat Ancaman Deforestasi Papua Lewat Instalasi "Nafas Kehidupan" di ARTJOG 2026
Registrasi SIM card kini wajib biometrik wajah mulai 1 Juli 2026. Kemkomdigi larang penggunaan NIK dan KK tanpa verifikasi.
China siapkan 12 profesi baru di era AI dan ekonomi digital. Industri AI tembus 1,2 triliun yuan, peluang kerja makin luas.