Hadapi Badai PHK, Dinsosnakertrans Kota Jogja Perkuat UMKM

Alfi Annisa Karin
Alfi Annisa Karin Rabu, 14 Agustus 2024 12:47 WIB
Hadapi Badai PHK, Dinsosnakertrans Kota Jogja Perkuat UMKM

Stand produk Tenaga Kerja Mandiri binaan Dinsosnakertrans Kota Jogja pada gelaran Job Fair di Auditorium LPP yang dilaksanakan pada 12-15 Agustus 2024 - Harian Jogja/ Alfi Annissa Karin

Harianjogja.com, GONDOMANAN—Dunia kerja belakangan ini dihantam badai pemutusan hubungan kerja (PHK). Salah satu perusahaan tekstil di Kabupaten Sleman bahkan berhenti beroperasi hingga harus merumahkan ratusan karyawannya.

Menanggapi kondisi itu, Plt Sekretaris Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Jogja Erna Nur Setyaningsih menyebut badai PHK cukup terasa di Kota Jogja. Namun, dia memastikan ini tak se-signifikan wilayah lain.

Erna menuturkan, sebagai Kota Wisata, tak banyak sektor industri yang ada di Kota Jogja. Menurutnya, paling banyak adalah sektor industri perhotelan. Berkaca dari pengalaman saat pandemi Covid-19 lalu, sektor perhotelan ini kebanyakan tak melakukan PHK secara total.

BACA JUGA : UMKM Cuan 463 Juta Rupiah dari Digiland 2024

"Tidak total diberhentikan, tapi dirumahkan atau part time, waktunya yang bergantian karena memang kita bukan daerah industri. Ada [PHK], tapi tidak setinggi daerah lain," ujar Erna.

Dampak PHK yang tak terlalu signifikan di Kota Jogja juga terbantu dengan menjamurnya UMKM. Bahkan, Dinsosnakertrans juga memiliki program untuk meningkatkan skill bagi para perintis UMKM, baik di bidang kuliner maupun kerajinan.

Erna menjelaskan, program ini disebut Tenaga Kerja Mandiri (TKM). Dalam satu tahun, setidaknya ada 5-6 kelompok TKM binaan Dinsosnakertrans. Masing-masing kelompok berisi 20 orang. Bantuan yang diberikan tak dalam wujud permodalan atau peralatan, tapi pelatihan dan peningkatan skill.

Seperti pemberian motivasi hingga pelatihan pemasaran digital melalui sosial media. Pelatihan ditempuh selama 7 hari. Selain itu, ada juga praktik dan studi tiru ke UMKM yang telah sukses. "Kita akseskan juga dengan program pusat untuk Bizhub-nya, untuk bisa mengakses bantuan dari pusat," ujarnya.

Untuk bisa mendapatkan pendampingan sebagai TKM, masyarakat perlu mengirimkan proposal kepada Dinsosnakertrans. Erna berharap, TKM banyak muncul dari kantong-kantong kemiskinan di Kota Jogja. Di sisi lain, keberadaan program TKM ini juga untuk mengentaskan angka pengangguran.

BACA JUGA : Wabup Sleman Ingatkan Pentingnya Strategi Pemasaran untuk Pengembangan UMKM

Hingga saat ini, angka pengangguran terbuka di Kota Jogja masih di angka 6,07 persen. Sejatinya angka ini sudah jauh lebih baik jika dibandingkan saat masa Pandemi Covid-19 yang mencapai 13 persen. Namun, Erna punya target agar angka pengangguran bisa terus turun, setidaknya menyamai sebelum Covid-19. "Targetnya sama sebelum pandemi. Minimal sekitar 3 persen sampai 4 persen," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online