FAM Protes Injury Time Indonesia vs Bangladesh, Minta FIFA Jelaskan
FAM meminta FIFA menjelaskan perubahan injury time Indonesia vs Bangladesh dari dua menjadi tujuh menit dalam FIFA ASEAN Cup 2026.
Kantor Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. (ANTARA/Hery Sidik)
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Bantul menggelar Bantul Museum Expo 2024 yang digelar di Pendhapa Art Space, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Senin (19/8/2024) hingga Jumat (23/8/2024). Adapun tujuannya digelar Bantul Museum Expo 2024 adalah untuk mengenalkan dan mempromosikan museum di Kabupaten Bantul secara edukatif dan atraktif.
Kepala Disbud Bantul Yanatun Yunadiana mengatakan, saat ini museum tidak hanya tempat penyimpanan, perawatan, pengamanan dan pemanfaatan benda-benda bukti material hasil budaya, akan tetapi juga sebuah lembaga yang berfungsi melindungi, mengembangkan, memanfaatkan koleksi, dan mengkomunikasikannya kepada masyarakat.
BACA JUGA : Menag Membantah Tudingan Penyalahgunaan Alokasi Kuota Tambahan Haji Tahun Ini
Selain itu, museum juga telah dimanfaatkan sebagai tempat edukasi dan penelitian, sarana media informal yang mampu mendampingi lembaga formal untuk memberikan informasi seputar peradaban dunia.
"Untuk itu dengan adanya Bantul Museum Expo 2024 maka pelajar, mahasiswa, guru, dosen, wisatawan, komunitas, seniman, budayawan, serta masyarakat umum bisa mengenal lebih mengenai keberadaan museum," kata Yanatun, Rabu (14/8/2024).
Lebih lanjut Yanatun mengungkapkan, Bantul Museum Expo Tahun 2024 mengambil tajuk "Semai Semarai" yang berarti tumbuh dan berkembang. Di mana, keberadaan museum akan menandakan ketahanan budaya masyarakat. Selain itu, museum sebagai tempat edukasi dan penelitian diharapkan dapat menumbuhkan dan mengembangkan pengetahuan bagi masyarakat luas.
"Ada 14 museum di Bantul yang ambil bagian dalam kegiatan ini. Keempat belas tersebut memiliki koleksi yang beragam dan kami harapkan dapat menjadi media pembelajaran sejarah, budaya, ilmu pengetahuan, dan teknologi," papar Yanatun.
BACA JUGA : Museum Song Terus Buka Ruang Pelibatan Ekosistem Budaya, Pendidikan Hingga Seni
Selain bisa melihat koleksi ke empat belas museum, kegiatan Bantul Museum Expo 2024 juga menghadirkan sejumlah kegiatan talkshow dengan tema lingkungan, akar sejarah dan juga eksplorasi.
"Kami berharap usai Bantul Museum Expo 2024, masyarakat umum khususnya generasi muda dapat sering berkunjung ke museum yang ada di wilayah Kabupaten Bantul," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
FAM meminta FIFA menjelaskan perubahan injury time Indonesia vs Bangladesh dari dua menjadi tujuh menit dalam FIFA ASEAN Cup 2026.
Arie Sujito menilai reshuffle kabinet Prabowo harus menjawab problem dan harapan publik, bukan justru memunculkan teka-teki baru.
DPRD Kulonprogo menyoroti kendaraan ODOL dan aktivitas pertambangan yang dinilai berdampak pada kerusakan serta usia pakai jalan.
Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman digelar dua hari di Kulonprogo, mempertemukan 25 stan dan stakeholder pertanian DIY.
Pengajuan pengunduran diri Dukuh Krapyak Wetan, Bantul, belum memenuhi syarat. Pemkab menyebut hasil klarifikasi tak menemukan unsur tuduhan.
BPS Gunungkidul masih mengolah data Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 1.033 petugas dikerahkan dengan sekitar 385.000 responden sasaran.