Keluarga Rentan Miskin Tak Bisa Ikuti Jalur Afirmasi di SPMB Sleman
SPMB Sleman 2026 hanya membuka jalur afirmasi untuk pemegang KKM. Simak pembagian kuota dan syarat lengkapnya
Ilustrasi pengangguran/Pixabay
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Gunungkidul, Sunaryanta menyampaikan ada 67% warga Gunungkidul yang berusia produktif, yakni berusia antara 15–64 tahun. Hanya saja, masih banyak di antara mereka mengalami hambatan dalam mencari pekerjaan.
Itulah sebabnya, Pemkab Gunungkidul terus berupaya menggelar bermacam acara dan pelatihan untuk membekali dan membuka ruang pekerjaan. “Kalau angka pengangguran di Gunungkidul kan 2,09 persen. Kami usahakan semaksimal mungkin agar saudara-saudara kita mendapat pekerjaan. Job fair jadi salah satu cara kami,” kata Sunaryanta ditemui di Gor Siyono, Playen, Rabu (14/8/2024).
Pernyataan Sunaryanta juga telah ditegaskan Badan Pusat Statistik (BPS) Gunungkidul melalui laporan keadaan angkatan kerja 2023 di Gunungkidul.
Berdasarkan laporan itu, kalangan anak muda berusia 15–24 tahun atau jamak disebut Generasi Z menjadi kategori pengangguran paling tinggi. Adapun penyumbang angka pengangguran terbanyak adalah lulusan SMA.
Pada 2023, jumlah penduduk Kabupaten Gunungkidul baik pria maupun wanita yang berumur 15 tahun ke atas ada 611.794 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 468.976 orang masuk dalam angkatan kerja dan 142.818 orang tidak masuk angkatan kerja.
Angkatan kerja terdiri dari dua unsur yaitu bekerja dengan jumlah 459.186 orang dan pengangguran terbuka dengan jumlah 9.790 orang.
Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja (DPKUKMTK) Gunungkidul, Supartono membenarkan bahwa banyak pengangguran pada 2023 merupakan Generasi Z. “Soalnya memang kemarin lulusan SMA/SMK banyak sekali,” kata Supartono.
BACA JUGA: Banyak Pengangguran Terdidik di Jogja
Selain itu, kata dia perbandingan jumlah lowongan pekerjaan dan lulusan SMA/SMK terdapat kesenjangan/ gap. Jumlah lulusan lebih banyak dibandingkan loker di Gunungkidul. Dia mengaku survei yang dilakukan BPS terhadap ihwal jumlah pengangguran tahun lalu juga akibat dampak siklon.
Kemarau panjang menyebabkan mayoritas masyarakat Gunungkidul yang berprofesi sebagai petani kehilangan pekerjaan. Sawah mereka mengalami gagal panen.
Sebab itu, selain Job Fair, DPKUKMTK juga terus menggelar pelatihan melalui UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Gunungkidul. Program pelatihan yang ada pun juga diupgrade. Hal ini untuk mengakomodasi situasi terkini termasuk pencari kerja yang banyak merupakan Gen Z.
“Sekarang kan zamannya online, sehingga memang hal seperti itu dimungkinkan bisa pekerjaan bisa dari rumah atau tempat manapun. Perlu upgrading program di BLK yang sebenarnya juga sudah kami lakukan melalui pelatihan pemrograman dan pemasangan digital,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SPMB Sleman 2026 hanya membuka jalur afirmasi untuk pemegang KKM. Simak pembagian kuota dan syarat lengkapnya
Janice Tjen kalah dari Emma Navarro pada babak pertama French Open 2026 namun masih berpeluang tampil di nomor ganda putri.
Cara membuat lagu AI viral menggunakan Suno AI tanpa harus bisa bernyanyi atau memainkan alat musik.
Daftar mobil Jip bekas murah mulai Rp40 jutaan yang masih tangguh, cocok untuk harian hingga hobi off-road.
Daging kurban hanya aman 2 jam di suhu ruang menurut ahli pangan. Simak cara penyimpanan dan penanganan yang benar agar tetap aman dikonsumsi.
DPRD DIY godok Raperda Pengelolaan Perfilman guna hidupkan ekosistem sinema dari level kelurahan. Didukung penuh Sultan HB X demi RPJPD 2025-2045.