Empat Tim Penggerak Olah Sampah di Jogja Menangkan Sayembara Aksi Jaga Bumi

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Minggu, 18 Agustus 2024 14:47 WIB
Empat Tim Penggerak Olah Sampah di Jogja Menangkan Sayembara Aksi Jaga Bumi

CEO Kitabisa, Vikra Ijas (tengah) di sela kegiatan Awarding Ceremony di Sleman, Minggu (18/8/2024). Ist

Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak empat tim penggerak olah sampah terbaik di Jogja memenangkan Program “Sayembara Aksi Jaga Bumi” yang diselenggarakan oleh Askara Nusantara dari Kitabisa.

Keempat tim tersebut meliputi Komunitas GAS dari Kabupaten Sleman, Komunitas Ayu Jiwa dari Bantul, Komunitas Great and Green, serta Ndalem Sawo dari Kota Yogyakarta. Keempatnya menyisihkan 22 tim lainnya yang mengikuti sayembara tersebut selama tiga bulan terakhir.

Keempat tim tersebut dinilai berhasil menjadi tim penggerak terbaik dalam menjalankan program Aksi Jaga Bumi dan mendapatkan penghargaan dari CEO Kitabisa, Vikra Ijas.

BACA JUGA: Perusahaan Asal Klaten Mau Bantu Olah Sampah di Bantul Jadi Bahan Bangunan

"Program ini merupakan bagian dari inisiatif berkelanjutan dari Kitabisa untuk meningkatkan kesadaran dan tindakan nyata dalam pengelolaan sampah serta penguatan ekonomi sirkular di masyarakat," kata Vikra di sela kegiatan Awarding Ceremony di Sleman, Minggu (18/8/2024).

Vikra mengapresiasi seluruh peserta yang telah menunjukkan komitmen dan inovasi dalam menjaga kelestarian lingkungan. "Program Aksi Jaga Bumi ini adalah bukti bahwa dengan kolaborasi dan upaya bersama, kita dapat menciptakan dampak nyata bagi lingkungan kita," ujar Vikra.

Selain mendapatkan penghargaan dan insentif sebesar 1,5 Juta rupiah per bulan selama 6 bulan, seluruh tim penggerak terbaik juga diberikan perlindungan asuransi jiwa SalingJaga dari Kitabisa atas upayanya dalam mengurangi timbunan sampah ke TPA demi menjaga bumi kedepannya.

SalingJaga adalah program perlindungan jiwa dari Asuransi Kitabisa yang sesuai dengan prinsip syariah dan tolong menolong antaranggota. Vikra menyebutkan, hingga Juli 2024, sudah ada 8.000+ anggota yang bergabung. Asuransi Kitabisa sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Dengan berakhirnya program ini, diharapkan semangat dan praktik yang telah ditanamkan selama tiga bulan ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain di Indonesia," tutup Vikra.

Nur Afif Aulia Ketua Program Aksara Nusantara menjelaskan bahwa dalam menjalankan program ini, Kitabisa menggandeng Maggobox Indonesia, produsen inovasi alat pengolahan sampah Biokonversi Magot sehingga masyarakat bisa mengolah sampah sisa makanan menjadi pupuk organik dalam waktu cepat.

Berbagai intervensi strategis telah dilakukan oleh Askara Nusantara dari Kitabisa untuk mengjalankan program ini, antara lain workshop pengolahan sampah dan ekonomi sirkular. Memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat mengenai pentingnya pengolahan sampah dan penerapan ekonomi sirkular untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Selain itu, program tersebut juga memberikan pelatihan dan bimbingan teknis (Bimtek) terkait pengolahan sampah biokonversi. Yakni, dengan menerapkan metode maggotisasi menggunakan Black Soldier Fly (BSF) dan composting. Pelatihan ini bertujuan untuk mengajarkan cara mengubah sampah organik menjadi produk yang bermanfaat bagi lingkungan.

Terakhir, tim pemenang juga mendapatkan hibah instalasi pengolahan sampah biokonversi kkala komunal. Pemberian hibah instalasi pengolahan sampah biokonversi skala komunal sebagai upaya untuk memperkuat infrastruktur pengelolaan sampah di tingkat masyarakat.

Kompetisi dan praktik pengolahan sampah skala komunal secara berkelanjutan tersebut sebagai bagian dari program, diadakan kompetisi dan praktik pengolahan sampah secara berkelanjutan. Ada juga pemberian insentif operasional dan pendampingan bagi tim penggerak terbaik yang berhasil mengimplementasikan pengelolaan sampah yang efektif di lingkungannya.

"Selain partisipasi masyarakat pemenang sayembara ini juga produk sirkular ekonomi dari kelompok ini. Itu yang keren. Misal menghasilkan skin scare, stik lele dan sebagainya," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online