Gerbang Tol Trihanggo Hadir dengan Siluet Ikonik Ratu Boko
Gerbang Tol Trihanggo Sleman usung siluet Ratu Boko dan aksara Jawa, jadi ikon budaya baru di Tol Jogja–Solo.
Kawasan titik nol Nusantara di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur. ANTARA/Bagus Purwa/pri.
Harianjogja.com, SLEMAN—Universitas Gadjah Mada (UGM) disebut bakal menginisiasi pengembangan Wanagama Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Pengembangan hutan Wanagama Nusantara menjadi bagian dari mendukung terciptanya Forest City di kawasan IKN.
Dalam upacara bendera peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-79 yang secara khusus mengusung tema Nusantara Baru Indonesia Maju, Rektor UGM, Prof. Ova Emilia menyinggung upaya UGM dalam menginisiasi kehadiran Wanagama Nusantara dalam pembangunan kawasan IKN.
Secara prinsip Wanagama Nusantara dijelaskan Ova dihadirkan untuk mendukung pengembangan Forest City dan agenda adaptasi terhadap perubahan iklim global di IKN
Kehadiran Wanagama Nusantara di IKN dengan potensi luas mencapai 621 hektare berupaya mereplikasi keberhasilan restorasi lahan di Gunungkidul yang tercermin dari hutan pendidikan Wanagama.
Rencananya pada tahap pertama potensi luas Wanagama Nusantara yang bakal dikembangkan di IKN berkisar di angka 28 hektare.
"Kehadiran Wanagama itu sendiri di Gunungkidul pada 1963 diinisiasi oleh para tokoh dari Fakultas Kehutanan UGM yang bertujuan untuk memberikan contoh rehabilitasi lahan kritis baik dari sisi ekologis maupun sosial ekonominya," kata Ova pada Sabtu (17/8/2024) di UGM.
Ova menambahkan keberadaan Wanagama menjadi bagian dari upaya merespon terjadinya krisis air, krisis pangan, krisis kesehatan maupun kemiskinan yang terjadi pada saat itu di wilayah Gunungkidul.
BACA JUGA: Fenomena Supermoon Biru Terjadi Besok Senin 19 Agustus 2024
Melalui pendekatan ekologis berupa rehabilitasi hutan, masyarakat kata Ova diajak untuk menanam kembali tanaman kehutanan, tanaman pertanian ataupun peternakan berdampingan dengan pola agroforestry. "Yang pada akhirnya mereka memahami akan pentingnya hutan," katanya.
Dengan konsep pengembangan hutan pendidikan dan penelitian, serta advokasi sosial yang terintegrasi, Wanagama Nusantara diharapkan Ova mampu menjadi wadah bagi pengembangan riset dan pengabdian masyarakat yang bersifat transdisiplin serta berkelanjutan.
Adapun bidang-bidang yang bisa terwadahi di antaranya biomedical, reforestasi, sustainability dan iklim mikro, smart and inclusive society, hingga green economy.
"Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak domestik dan internasional, Wanagama Nusantara akan menjadi etalase berbagai inovasi dan adaptasi teknologi cerdas dalam rangka memitigasi perubahan iklim secara berkelanjutan atau Sustainable and Smart Climate Adaptation," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gerbang Tol Trihanggo Sleman usung siluet Ratu Boko dan aksara Jawa, jadi ikon budaya baru di Tol Jogja–Solo.
Kemendag meminta klarifikasi Shopee terkait aduan konsumen PMSE, mulai barang tak sesuai hingga kendala pembayaran digital.
Indomaret Cabang Yogyakarta Bersama PMI Sleman kembali Gelar Aksi Donor Darah Disertai Pemeriksaan Mata dan Cek Kesehatan Gratis Dari Puskesmas Gamping 2
Rute Trans Jogja 2026 makin luas dengan pembayaran digital memakai GoPay dan kartu elektronik. Cek daftar jalur dan tarif terbaru di DIY.
Sharp Indonesia Hadirkan Professional Portable Speaker Terbaru dengan Suara Powerful untuk Karaoke hingga Live Performance
Menlu Sugiono memastikan penangkapan WNI dalam misi Gaza bukan penyanderaan. Pemerintah RI terus mengupayakan pemulangan mereka.