Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Ilustrasi Pilkada - Antara
Harianjogja.com, KULONPROGO—Meninggalnya Akhmad Basuki membuat sejumlah partai politik yang semula mengusungnya saat ini masih menimbang sosok alternatif untuk menggantikannya. Golkar juga masih menunggu hasil survei dan rekomendasi.
Sekretaris DPD Golkar Kulonprogo, Djuwardi, menjelaskan hingga saat ini pihaknya masih mendiskusikan sosok yang akan diusung dalam Pilkada Kulonprogo. “Sedang kami godok ulang,” ujarnya, Senin (19/8/2024).
Golkar sebelumnya diketahui belum mengusulkan nama yang akan diusung dalam Pilkada Kulonprogo karena masih menunggu hasil survei. Namun Akhmad Basuki sebagai kader Golkar menjadi salah satu yang cukup diperhitungkan.
Akhmad Basuki juga telah mengikuti survei DPD Golkar Kulonprogo, dengan Tingkat elektabilitas dan popularitas cukup tinggi. Survei tersebut sudah masuk tahap tiga yakni skenario berpasangan. “Besuk tanggal 20 baru dirilis [hasil survei],” ungkapnya.
Ketua Bappilu Golkar DIY, John S Keban, mengatakan Golkar juga masih menunggu rekomendasi, yang diperkirakan akan turun pada Sabtu (24/8/2024) mendatang.
BACA JUGA: Harga Komoditas Pangan di Sleman Saat Kemaru, Dinas Beberkan Penyebabnya
“Surat rekomendasi itu bisa turun sebelum tanggal 27, paling lama 24 sudah turun karena persiapan semua akan maju ke KPU tanggal 27,” kata dia.
Namun dengan adanya munas Golkar pada Selasa (20/8/2024), menurutnya juga bisa saja rekomendasi tersebut sedikit mundur dari yang direncanakan. “Ya pasti lah dengan yang sudah mengganti, kami kan ganti orang ini, butuh komunikasi lagi,” katanya.
Sekretaris DPC PKB Kulonprogo, Fitroh Nurwijoyo Legowo, mengatakan pasca meninggalnya Akhmad Basuki, pihaknya sudah menggelar rapat dengan tim 9.
Ia belum membuka siapa nama yang akan diusung, namun menurutnya kemungkinan PKB hanya akan mengusulkan calon wakil bupati. “Sedang menjajagi kemungkinan-kemungkinan. Sepertinya akan kami ambil posisi wakil saja,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Perajin besek Bantul kewalahan hadapi lonjakan pesanan untuk kurban Iduladha, sebagian terpaksa tolak order.
Tawuran pelajar kembali pecah di dekat Stadion Mandala Krida, Jogja. Polisi menyebut aksi dipicu provokasi kelompok pelajar.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina