Harga Cabai Rawit di Gunungkidul Naik Lagi, Tembus Rp80.000
Harga cabai rawit merah di Gunungkidul kembali naik hingga Rp80.000 per kilogram dipicu meningkatnya permintaan jelang rasulan.
Kemiskinan - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Sosial Sleman mengalokasikan anggaran jaring pengaman sosial sebesar Rp15 miliar di 2024. Pagu ini dipergunakan untuk perlindungan Masyarakat di sektor Kesehatan, Pendidikan hingga sosial.
Kepala Dinas Sosial Sleman, Mustadi mengatakan, pemkab secara rutin mengalokasikan anggaran untuk jaring pengaman sosial. Program ini disediakan untuk membantu Masyarakat asal Bumi Sembada.
Bantuan tidak hanya diberikan bagi warga yang tinggal di Kabupaten Sleman. Pasalnya, warga perantau di luar daerah juga bisa mendapatkannya.
BACA JUGA: Warga Miskin Perlu Pendampingan untuk Kelola Modal Usaha
“Bisa saja asalkan statusnya terlantar dan bisa menghubungi dinas sosial, maka dapat diberikan bantuan untuk memulangkan ke Sleman,” kata Mustadi, Minggu (24/8/2024).
Dia menjelaskan, untuk jaring pengaman sosial terbagi menjadi tiga program di bidang Kesehatan, Pendidikan dan sosial. Di bidang Kesehatan, bisa untuk pembiayaan jaminan Kesehatan daerah yang tidak tercover bantuan dari Pemerintah Pusat.
Adapun di bidang Pendidikan, bisa dimanfaatkan untuk bantuan pembiayaan sekolah, dengan catatan belum tercover bantuan apapun. “Bisa untuk mengambil ijazah yang ditahan, pembayaran uang sekolah dan lainnya mulai dari TK, SD hingga SMA yang sederajat,” katanya.
Peruntukan jaring pengaman sosial ketiga dipergunakan di bidang sosial seperti anak terlantar, pekerja migran terlantar dan lainnya. Selain itu, juga bisa dipergunakan untuk biaya pendampingan hukum bagi warga yang tersandung permasalahan hukum.
“Sudah banyak yang dibantu, bahkan ada pekerja migran asal Sleman yang kami bantu agar bisa pulang,” katanya.
Menurut dia, alokasi yang disediakan tahun ini sebesar Rp15 miliar. Meski tidak menyebut secara rinci, Mustadi mengakui bahwa bantuan di bidang Pendidikan yang paling banyak ketimbang yang lain. “Data pastinya ada di kantor, tapi yang jelas keberadaan jaring pengaman sosial bisa membantu warga. Bahkan warga yang baru keluar dari Lembaga pemasyarakatan juga bisa mendapatkan bantuan ini,” katanya.
BACA JUGA: Program Pengentasan Kemiskinan Belum Menyasar Kantong Kemiskinan
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan, keberadaan jaring pengaman sosial untuk membantu Masyarakat. Keberadananya juga sebagai upaya penanggulangan kemiskinan di Bumi Sembada.
Menurut dia, belum lama ini dilaksanakan Pelatihan Kerja program jaring pengaman sosial di bidang pendidikan non formal di Sleman. Bupati menilai kegiatan ini menjadi upaya peningkatan kemampuan SDM untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang kompeten. “Hal ini juga menjadi langkah untuk menekan angka pengangguran di Kabupaten Sleman karena ada kompetensi dan bisa bersaing dengan calon tenaga kerja dari daerah lain,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga cabai rawit merah di Gunungkidul kembali naik hingga Rp80.000 per kilogram dipicu meningkatnya permintaan jelang rasulan.
Harga BBM naik per 17 Mei 2026. Solar BP-AKR dan Vivo tembus Rp30.890 per liter, Pertamax Turbo dan Dexlite juga naik.
Veda Ega Pratama start dari posisi ke-21 Moto3 Catalunya 2026 usai gagal lolos Q2. Rider Indonesia tetap optimistis memburu rombongan depan.
Kevin Diks mencetak gol spektakuler saat Borussia Monchengladbach menghancurkan Hoffenheim 4-0 di Bundesliga 2025/2026.
CEO Aprilia Racing Massimo Rivola mendoakan Marc Marquez cepat pulih meski Aprilia sedang dominan di MotoGP 2026.
WhatsApp bisa membuat memori ponsel cepat penuh. Simak cara membersihkan penyimpanan tanpa menghapus chat penting.