Produksi Ikan Turun Drastis, Nelayan Gunungkidul Pilih Tangkap Benur
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Ilustrasi. /JIBI-Sunaryo Haryo Bayu
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemkab Sleman membuka opsi untuk mengimpor air bersih dari wilayah Magelang, Jawa Tengah. Hal ini tak lepas dari kebutuhan yang semakin meningkat setiap waktunya.
“Sumber air di lereng Merapi sudah berkurang karena tertutup erupsi. Sedangkan dari sisi permintaan terus bertambah setiap waktunya,” kata Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, Sabtu (24/8/2024)
Menurut dia, penjajakan awal untuk bekerja sama dengan Magelang sudah disampaikan saat pertemuan kepala daerah se-Indonesia jelang peringatan kemerdekaan di Ibukota Nusantara. “Sudah ada komunikasi awal dan teknis kerja sama akan ditangani oleh PDAM,” katanya.
BACA JUGA: BPBD Bantul Sudah Dropping 26 Tangki Air Bersih ke Lokasi Kekeringan
Kustini menekankan, pentingnya menjaga ketersediaan air untuk memenuhi kebutuhan Masyarakat sehingga tidak terjadi krisis. Alasan Magelang dipilih karena letaknya berdekatan, di sisi lain juga ada banyak sumber berada di wilayah perbatasan.
“Kebetulan sumber airnya di wilayah perbatasan, tapi masuk di Magelang. Makanya dibuka peluang kerja sama untuk pemanfaatan agar airnya bisa dipergunakan memenuhi kebutuhan bagi warga Sleman,” katanya.
Terpisah, Direktur Utama PDAM Tirta Sembada, Dwi Nurwata saat dikonfirmasi membenarkan adanya opsi untuk berkerjasama dengan Kabupaten Magelang terkait dengan layanan air bersih. Meski demikian, ia memastikan belum dilaksanakan dalam waktu dekat karena dari sisi kemampuan debit sumber di Sleman dirasa masih mencukupi.
“Sumber air di lereng Merapi masih, juga ada dukungan dari SPAM regional DIY,” katanya.
Menurut dia, potensi kerja sama ini masih sangat mungkin. Terlebih lagi, kata Dwi, PDAM sudah menyiapkan perencanaan hingga 2030 mendatang.
Diperkirakan hingga jangka waktu tersebut kebutuhan air untuk Masyarakat di Sleman mencapai 750 liter per detik. Adapun produksi untuk saat ini masih di kisaran 560 liter per detik.
BACA JUGA: Kekeringan, 24 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Dapat Bantuan Air Bersih dari BPBD
“Makanya ada kajian yang mendalam, termasuk memanfaatkan kerja sama dengan Kabupaten Magelang karena memang kebutuhannya terus meningkat,” katanya.
Disinggung mengenai pemanfaatan, Dwi mengakui bisa menggunakan sumber air di Magelang. Namun, juga tidak menutup kemungkinan memanfaatkan Kali Progo yang ada di wilayah Magelang. “Potensinya ada beberapa dan bisa menjadi sumber tambahan. Tapi, untuk saat ini belum akan dilakukan, meski tetap menjadi opsi guna menambah pasokan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Gempa M6,3 guncang Jepang timur laut. Shinkansen dihentikan, Miyagi terdampak, namun PLTN Fukushima dilaporkan aman.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.