Sembilan SD Negeri di Gunungkidul Tak Dapat Murid Baru pada SPMB 2026
SPMB Gunungkidul 2026 mencatat sembilan SD negeri dan empat SD swasta tidak memperoleh murid baru. Sebanyak 427 SD juga mengalami kekurangan siswa.
Bakal Calon Bupati Kustini Sri Purnomo saat foto bersama dengan Bakal Calon Wakil Bupati Sukamto di Kantor KPU Sleman. Kamis (29/8/2024)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Pasangan Kustini Sri Purnomo-Sukamto yakin bisa memenangkan Pilkada Sleman lebih dari 60%. Keyakinan ini tak lepas dari rekam jejak masing-masing calon sebagai bupati dan wakil rakyat di Sleman.
“Siapa yang tidak kenal Kamto? Pasti sudah tahu. Begitu juga dengan Bu Kustini juga telah berbuat banyak untuk pembangunan Sleman,” kata, Bakal Calon Wakil Bupati Sukamto, seusai pendaftaran di KPU Sleman, Kamis (29/8/2024).
Menurut dia, rakyat sudah pandai dan mengetahui calon yang akan dipilih karena akan mendasar pada apa yang telah dilakukan. “Kami sudah memberikan bukti, saya sebagai wakil rakyat dan Bu Kustini sebagai bupati. Jadi, kami yakin mendapatkan dukungan dari rakyat sehingga bisa menang lebih dari 60 persen,” katanya.
Disinggung mengenai statusnya sebagai politisi PKB, dia memastikan telah mengundurkan diri sebagai anggota DPR RI untuk syarat pencalonan. Adapun kaitannya dengan rekomendasi PKB, hal tersebut merupakan urusaan pimpinan di DPP.
Hanya saja, ia mengklaim kader PKB Sleman akan memilihnya dalam pilkada tahun ini. “Warga PKB mendukung saya kamto dan Bu Kustini, tidak usah dikhwatirkan. Justru kami dianggap setenag teraniaya akan banyak pendukungnya,” katanya.
Meski demikian, ia enggan membeberkan lebih jauh karena menilai sudah banyak yang paham terkait dengan hal tersebut. “Saya tidak ada dukungan partai, karena partai yang mengusung dibawa oleh Bu Kustini. Tapi kami yakin dengan kolaborasi yang baik, maka bisa menang,” katanya.
Bakal Calon Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan telah selesai mendaftar di KPU dan telah dinyatakan memenuhi persyaratan. Hal ini berarti sudah menjadi calon bupati dan wakil bupati. “Kami akan berkoalisi dengan rakyat untuk memenangkan pilkada,” katanya.
Kustini memastikan akan fokus dalam upaya pemenangan dan berjanji akan melanjutkan program pembangunan yang dijalankan selama ini. “Yang sudah baik akan dilanjutkan, tapi yang kurang akan diperbaiki,” katanya.
Sebagaimana diketahui bersama Pilkada Sleman awalnya hanya akan ada satu pasangan calon. Pasalnya, dukungan partai politik lewat raihan kursi di DPRD sudah diborong oleh Harda Kiswaya-Danang Maharsa, meliputi PDI Perjuangan, PKB, PKS, Gerindra.
BACA JUGA:
Selain itu, juga ada Golkar, NasDem dan PPP. Adapun Kustini hanya diusung sendirian oleh PAN yang tidak bisa memenuhi syarat 20% dukungan kursi DPRD karena hanya memiliki enam kursi.
Namun, dengan adanya Putusan MK No.60, semuanya jadi terbuka lebar. Pasalnya, Kustini tetap bisa maju pilkada karena syaratnya turun menjadi 7,5% dari suara sah di Pemilu DPRD Sleman.
Ketua DPD PAN Sleman, Raudi Akmal mengatakan, pasangan Kustini-Sukamto hampir tidak bisa mencalonkan ke KP. Namun dengan adanya Putusan MK No.60 yang menurunkan syarat dukungan pencalonan, sehingga bisa mendaftar di hari terakhir pendaftaran.
“Ketokan palu dari MK yang hasilnya bisa dirasakan pada hari ini karena bisa mendaftar untuk melanjutkan pembangunan di Sleman,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SPMB Gunungkidul 2026 mencatat sembilan SD negeri dan empat SD swasta tidak memperoleh murid baru. Sebanyak 427 SD juga mengalami kekurangan siswa.
Kebijakan efisiensi anggaran dan penghematan bahan bakar minyak (BBM) yang diterapkan pemerintah tidak akan mengurangi kualitas layanan kebencanaan.
Pemkab Klaten menargetkan Geopark Bayat ditetapkan 2027. Proses KCAG, sport tourism, dan geoheritage jadi modal utama pengembangan.
Warga Karangmiri Giwangan manfaatkan saluran irigasi untuk budidaya ikan berbasis ekonomi sirkular dan pengelolaan sampah organik.
Google Indonesia merilis Doodle bertema dangdut di Hari Musik Dunia 2026, lengkap fitur AI dan lonjakan tren pencarian musik lokal.
Pemkab Sleman belum keluarkan edaran resmi efisiensi BBM mobil dinas, namun OPD diminta melakukan penghematan secara mandiri.