Pilur Gunungkidul 2026, 31 Kalurahan Segera Bentuk Panitia Pemilihan
Pilur Gunungkidul 2026 segera dimulai. Regulasi hampir rampung, 31 kalurahan siap gelar pemilihan lurah serentak mulai Juni.
Harda Kiswaya dan Danang Maharsa resmi mendaftarkan diri sebagai calon bupati dan wakil bupati ke KPU Sleman, Kamis (29/8/2024)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Dua bakal calon wakil bupati di Sleman di Pilkada Sleman memiliki kekayaan yang lebih ketimbang bakal calon bupatinya. Hal ini terlihat dalam laporan harta kekayaan yang termuat dalam LHKPN di situs milik KPK di https://elhkpn.kpk.go.id/.
Sebagaimana diketahui bersama, ada dua pasangan calon yang maju di Pilkada Sleman 2024. Yakni, duet Kustini Sri Purnomo-Sukamto melawan Harda Kisyawa-Danang Maharsa.
Berdasarkan LHKPN di 31 Desember 2023, Kustini memiliki kekayaan sebesar Rp13.147.661.693. Jumlah ini kalah tajir dibandingkan dengan Calon Wakilnya Sukamto.
BACA JUGA: Maju Sebagai Calon Bupati Sleman, Segini Kekayaan yang Dimiliki Kustini dan Harda
Seperti dikutip di e-LHKPN di situs milik KPK, Sukamto tercatat melaporkan kekayaannya terakhir pada 31 Desember 2022. Total kekayaan yang dimiliki sebesar Rp47.582.700.000.
Jumlah ini terdiri dari tanah dan bangunan sebanyak 15 bidang dengan nilai Rp49.911.200.000. Selain itu juga ada alat transportasi dan mesin sebanyak 64 unit terdiri dari mobil dan motor senilai Rp1.407.500.000.
Sukamto juga memiliki harta bergerak lainnya sebesar Rp1.164.000.000 serta kas dan setara kas sebesar Rp700 juta sehingga kekayaan yang dimiliki berjumlah Rp53.182.700.000. Namun, di saat bersamaan ia juga memiliki utang sebesar Rp5,6 miliar sehingga setelah dikurangi utang tersebut kekayaan bersih yang dimiliki sebesar Rp47.582.700.000.
Dibandingkan dengan pelaporan di 31 Desember 2021, kekayaan yang dimiliki mengalami penyusutan sebesar Rp1.357.000.000. Pasalnya yang dilaporkan saat itu lebih banyak dan mencapai Rp48.939.700.000.
Sementara itu, Bakal Calon Wakil Bupati Danang Maharsa juga lebih kaya dibandingkan dengan harta yang dimiliki Calon Bupatinya, Harda Kisyawa. Berdasarkan LHKPN di 31 Desember 2023, Harda memiliki kekayaan sebesar Rp6.153.005.585.
Adapun Danang tercatat memiliki kekayaan sebesar Rp 11.822.847.579. Jumlah ini terdiri dari tanah dan bangunan sebanyak empat bidang dengan nilai Rp11.365.000.000. Selain itu, juga ada alat transportasi dan mesin berupa dua unit mobil senilai Rp205 juta.
Danang juga dilaporkan memiliki harta bergerak lainnya sebesar Rp127 juta, kas dan setara kas sebesar Rp384.847.579 sehingga total kekayaan yang dimiliki sebesar Rp12.072.847.579. Di sisi lain, ia juga memiliki utang Rp250 juta, jadi setelah dikurangi pinjaman ini maka total kekayaannya sebesar Rp11.822.847.579.
Dibandingkan dengan pelaporan di 31 Desember 2022, kekayaan Danang mengalami kenaikan sebesar Rp199.045.444. Pasalnya, harta yang dilaporkan saat itu sebesar Rp11.623.802.135.
Anggota KPU Sleman Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilihan, Noor Aan Muhlishoh mengatakan, persyaratan dukungan pencalonan dan syarat calon bupati dan wakil bupati untuk kedua pasangan sudah lengkap. Hal ini termasuk dengan laporan kekayaan pribadi dari KPK juga telah dilapirkan.
Menurut dia, tahapan masih dalam verifikasi administrasi terhadap berkas yang dimiliki. Rencananya hasil dari verifikasi ini akan disampaikan pada 5-6 September 2024.
“Sekarang masih proses. Nanti kalau ada yang dinyatakan belum lengkap akan disampaikan dan ada waktu untuk perbaikan,” kata Aan, Minggu (1/9/2024).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur Gunungkidul 2026 segera dimulai. Regulasi hampir rampung, 31 kalurahan siap gelar pemilihan lurah serentak mulai Juni.
76 Indonesian Downhill 2026 di Bantul hadir dengan track ekstrem. Seeding run panas, final diprediksi makin sengit!
Presiden Kelima RI yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP), Prof. Dr. Megawati Soekarnoputri, menghadiri resepsi pernikahan Ignatius Windu Hastomo (Igo)
DPD DIY dorong percepatan pengesahan RUU Masyarakat Adat demi kepastian hukum dan perlindungan hak masyarakat adat.
Penelitian terbaru ungkap pola tulisan tangan bisa jadi indikator awal penurunan fungsi kognitif pada lansia.
Rupiah melemah ke Rp17.800, DPR tegaskan kondisi bukan krisis 1998. Sektor perbankan dinilai masih stabil.