Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Sejumlah dalang muda beraksi dalam Resital Pelatihan Dalang yang digelar di Taman Budaya Embung Giwangan, Sabtu (31/8/2024). Istimewa/Dokumen Pemkot Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Jogja menggelar Resital Pelatihan Dalang dan Pagelaran Wayang Cinema yang dibalut dengan Wayang Cinema Anak dengan tema Amanat 5 September.
Dalam kegiatan ini digelar Babad Siti Kemantren dengan menampilkan keistimewaan kebudayaan yang ada di 14 Kemantren yang dibagi dalam klaster artefak, figur, sosial budaya, dan klaster seni,
Kepala Kundha Kabudayan Kota Jogja, Yetti Martanti, menjelaskan kegiatan ini mampu memperkuat generasi muda dalam mendidik dan menanamkan rasa cinta terhadap sejarah. Selain itu, pertunjukan ini tidak hanya bertujuan untuk menghibur tetapi juga untuk mengangkat lakon Amanat 5 September.
“Itu merupakan maklumat yang dikeluarkan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan KGPAA Paku Alam VIII pada 5 September 1945. Dikeluarkannya maklumat tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah bangsa terutama dalam konteks keistimewaan Yogyakarta karena mengukuhkan posisi Yogyakarta sebagai bagian dari Republik Indonesia,” ujarnya dalam pembukaan Resital Pelatihan Dalang, di Taman Budaya Embung Giwangan, Sabtu (31/8/2024).
Resital dalang ini disajikan secara kreatif dan berwarna melalui pertunjukan wayang, di mana penonton diajak untuk mengenal nilai-nilai luhur dan semangat perjuangan bangsa melalui Wayang Cinema. “Ini sebagai wujud penanda keistimewaan guna mengeksplorasi secara detail penanda keistimewaan yang dimiliki wilayah,” katanya.
BACA JUGA: Meski Sudah Diresmikan, Pedagang Belum Bisa Tempati Pasar Godean
Yetti menambahkan, dalam pelestarian budaya di wilayah, jajarannya terus memberikan perhatian penuh terhadap pembinaan kebudayaan lintas generasi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembinaan dan pelestarian budaya sejak dini yang nanti berperan sebagai agen pelestari budaya.
“Maka, kami memberikan ruang bagi para seniman cilik untuk mengekspresikan bakat dan kreativitas mereka dalam sebuah pertunjukan Resital Dalang Anak dan Pentas Wayang Cinema Anak dalam balutan kolaborasi seni tradisi dan sinematografi modern,” katanya.
Ia berharap rangkaian kegiatan Peringatan 12 Tahun Keistimewaan yang berlangsung dari 31 Agustus hingga 5 September 2024, masyarakat dapat secara sadar mengenali penanda keistimewaan Jogja yang tumbuh di sekitarnya sebagai sebuah warisan budaya yang tetap lestari dan bermanfaat bagi terbangunnya citra Jogja sebagai sebuah daerah Istimewa
Sekda Kota Jogja, Aman Yuriadijaya, mengatakan kegiatan ini dalam rangka memperingati 12 Tahun UU Keistimewaan DIY. Dia mengapresiasi 14 Kemantren dan Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) yang terlibat dalam kegiatan ini.
Kegiatan ini merupakan bentuk visualisasi potensi yang ada di 14 kemantren dan bentuk tindak lanjut dari Pameran Bersama Living Museum Babad Siti Kemantren #1 di 2023. “Acara sangat penting karena memberikan ruang bahwa keistimewaan di Kota Jogja mau tidak mau, tidak terlepas dari urusan penandanya tradisi maupun artefak budaya dan seninya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Mendes PDT Yandri Susanto melaporkan 73 akun ke Bareskrim Polri terkait video AI deepfake yang menarasikan warung desa akan ditutup.
Prabowo menyebut motor listrik nasional sebagai contoh Indonesia Incorporated melalui kolaborasi swasta, BUMN, dunia usaha, dan akademisi.
Hiromu Tanaka mengaku gugup saat pertama kali bermain di luar Jepang bersama PSS Sleman. Ia kini beradaptasi dengan cuaca Indonesia.
Gunungkidul menyiapkan fasilitas RDF berkapasitas 60 ton sampah per hari. Lelang ditargetkan Oktober 2026 dan beroperasi 2029.
Pemkot Magelang mengingatkan pentingnya menguras tangki septik berkala melalui layanan L2T2 demi sanitasi sehat dan berkelanjutan.