Respons Sultan Jogja Soal Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia

Yosef Leon
Yosef Leon Kamis, 05 September 2024 20:47 WIB
Respons Sultan Jogja Soal Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X memberikan keterangan kepada wartawan. - Harian Jogja/Yosef Leon

Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia punya nilai atau value yang kuat tentang menjaga harmonisasi kehidupan di berbagai aspek. 

Menurut Sultan, kunjungan Paus yang sudah berlangsung beberapa hari terakhir ini di tanah air punya pesan yang kuat untuk menjaga keutuhan, keberlangsungan dan menjaga agar kehidupan beserta alam dan isinya tidak rusak oleh kesewenang-wenangan. 

"Apa yang disampaikan oleh Paus harapan saya memberikan ruang bagi pemahaman bagaimana menjaga keberlangsungan, keutuhan, tidak rusaknya alam semesta ini," kata Sultan di komplek Kepatihan, Pemda DIY, Kamis (5/9/2024). 

Menurutnya, dalam aspek dialog antar umat beragama kedatangan Paus ke Indonesia tentu bisa membawa pemahaman bahwa dialog yang intensif harus terus dijalin antara umat beragama di seluruh dunia, sehingga menciptakan kemanusiaan antar umat yang berbeda. 

BACA JUGA: Jangan Terlewat! Pendaftaran CPNS di Bantul Diperpanjang sampai 10 September 2024

"Dialog yang lebih intens itu mampu menepis heroisme agamanya sendiri tapi bagaimana rasa kemanusiaan antar umat yang berbeda agama itu juga tercipta, sehingga mengurangi kecenderungan konflik yang sebetulnya tidak perlu," ujarnya. 

Sebelumnya, Pemimpin Gereja Katolik Dunia Paus Fransiskus menghadiri pertemuan dengan para tokoh antaragama di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (5/9/2024). Ia menyebut Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral merupakan anugerah dari Tuhan yang diberikan kepada Indonesia.  

Paus Fransiskus awalnya mengenang Masjid Istiqlal dirancang oleh arsitek Friedrich Silaban, seorang Kristen yang memenangkan sayembara desain.

"Ini membuktikan bahwa dalam sejarah bangsa ini dan dalam budaya yang berkembang, masjid, seperti tempat ibadah lainnya adalah ruang dialog, ruang untuk saling menghormati dan hidup bersama," katanya dikutip Bisnis.com, jaringan Harianjogja.com. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online