Materi Pencegahan Perilaku Berisiko Dinilai Harus Humanis
Dewan Pendidikan Kota Jogja meminta materi pencegahan perilaku berisiko disampaikan secara humanis dan tidak diskriminatif.
Nelayan sedang bekerja sama mendorong kapal ke pantai, di Pantai Bugel, Panjatan, Kulonprogo. - dok/Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL–Seorang warga yang berprofesi sebagai nelayan berinisial M, warga Karanganyar, Gadingharjo, Sanden, Bantul menjadi korban kecelakaan laut (laka laut) di Pantai Samas pada Kamis (12/9/2024).
Kepala Seksi Operasi SAR DIY Distrik Bantul, Bondan Suprayitno menyampaikan korban terseret arus saat menjaring ikan.
BACA JUGA: Seorang Nelayan Dilaporkan Hilang dan Tenggelam di Pantai Samas Bantul
"Korban sedang menjaring ikan tiba-tiba tergulung ombak, sehingga saat ini belum ditemukan keadaan korban," katanya.
Dia menyampaikan hingga saat ini jaring yang digunakan korban telah ditemukan. Namun, Tim SAR Bantul masih melakukan pencarian korban hingga saat ini.
"Jala ikan naik, hanya korban belum bisa naik sampai saat ini. Masih dalam tahap pencarian," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dewan Pendidikan Kota Jogja meminta materi pencegahan perilaku berisiko disampaikan secara humanis dan tidak diskriminatif.
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Kuasa hukum Raudi Akmal menilai sejak awal tidak ada dua alat bukti yang cukup usai PN Sleman mengabulkan sebagian praperadilan.
Polresta Jogja mulai memeriksa lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 korban anak.
Sekolah Nasional Terintegrasi mulai berjalan di 17 kabupaten/kota pada tahun ajaran 2026-2027 untuk memperluas pemerataan mutu pendidikan.
YIA baru dimanfaatkan sekitar 25% dari kapasitasnya. DIY mempercepat pengembangan koridor Joglosemar untuk mendongkrak wisatawan.