Cek Kesehatan Anak Sekolah Jogja: Karies Gigi Dominan
Dinkes Jogja temukan karies gigi jadi masalah utama anak sekolah dengan angka 33,67%. Edukasi sikat gigi dan pola makan terus digencarkan.
Ilustrasi pekerja migran - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL–Ratusan pekerja migran Indonesia (PMI) asal Bantul mengincar industri manufaktur di luar negeri. Sektor ini bahkan menjadi lokasi favorit pekerja migran asal Bumi Projotamansari.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja dan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul, Rumiyati menyampaikan pada Januari-Agustus 2024 telah ada sekitar 200 orang PMI yang mengajukan rekomendasi identitas (ID) untuk keberangkatan ke luar negeri.
BACA JUGA: Keberangkatan Belasan Calon Pekerja Migran Ilegal Digagalkan di Bandara Soetta
"Mereka bekerja di sektor formal dan informal. [Sebagian besar PMI] bekerja di manufaktur," ujarnya, Kamis (19/9/2024).
Dia menuturkan melalui rekomendasi ID, Disnakertrans Bantul melakukan wawancara langsung dengan calon pekerja migran. Pihaknya juga melakukan review perjanjian penempatan kerja calon PMI dan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI). Dari situ, Disnakertrans Bantul dapat mensinyalir jika ada pengiriman pekerja migran non prosedural.
"PMI asal Bantul banyak yang bekerja di Polandia, Malaysia, Singapura, Taiwan, Hongkong dan Turki. Kontraknya sekitar 2-3 tahun," kata Rumiyati, Kamis (19/9/2024)
Dia menjelaskan setelah kontrak kerjanya habis, beberapa PMI asal Bantul ada yang kembali memperpanjang kontrak. Meski begitu, Rumiyati mengaku tidak memiliki data tersebut. Alasannya, beberapa PMI yang kembali tidak melaporkan ke Disnakertrans Bantul.
"[PMI] ada yang balik lagi, ada yang tidak. Tapi kami tidak punya datanya, karena ketika pulang mereka tidak lapor. Ada beberapa yang langsung memperpanjang kontrak di sana," ungkapnya.
Rumiyati menyebut minat masyarakat Bantul untuk bekerja sebagai PMI cukup tinggi. Setiap tahun keberangkatan PMI dari Bantul sekitar 200-300 orang. Dia pun mengimbau agar PMI mendaftarkan diri melalui agen penyalur kerja resmi. “Agar tidak menjadi korban dari pengiriman PMI non prosedural,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Jogja temukan karies gigi jadi masalah utama anak sekolah dengan angka 33,67%. Edukasi sikat gigi dan pola makan terus digencarkan.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.
Keraton Jogja gelar konser YRO di Jakarta bertajuk Gregah Nusa. Angkat semangat kebangkitan budaya dan identitas bangsa.
Pemkot Jogja bedah rumah warga dengan genting daur ulang. Ramah lingkungan, tahan lama, dan bantu kurangi sampah kota.
Kasus penyakit kronis kini banyak menyerang usia muda akibat gaya hidup. Simak penyebab dan upaya pencegahannya.
Veda Ega Pratama finis ke-8 Moto3 Catalunya 2026 usai start dari posisi 20. Tampil impresif dan raih poin penting untuk Indonesia.