Penyaluran Dana Penguatan Modal Sleman Baru Mencapai Rp6,3 Miliar
Penyaluran Dana Penguatan Modal Sleman 2026 mencapai Rp6,3402 miliar atau 32,31% dari total plafon Rp19,625 miliar.
Ilustrasi hujan./ stockcake
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul mengeluarkan surat Kepala DPP No. 500.6.4/1523 tertanggal 13 September 2024 tentang Persiapan Musim Tanam 2024/2025. Surat tersebut berisi imbau agar petani bersiap menghadapi musim tanam.
Sekretaris DPP Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan apabila mendasarkan pada prakiraan BMKG, musim hujan diperkirakan mulai pada Oktober 2024 dengan curah hujan 150 milimeter (mm).
Lima langkah yang perlu dilakukan petani yaitu petani perlu segera memanen sisa ubi kayu yang belum dipanen agar tidak terkena air hujan. Tanah yang tersebut lalu harus segera diolah untuk mempersiapkan musim tanam.
Pengolahan dilakukan sebagaimana mestinya menggunakan bantuan mesin pertanian dan menggunakan pupuk kandang atau kompos sebagai pupuk dasar.
Petani juga perlu segera menebus pupuk bersubsidi sesuai kuota agar tidak terjadi penumpukan permintaan penebusan yang mengakibatkan kesulitan pengangkutan (transportasi) dan pelayanan penebusan.
Dalam pengolahan lahan dan persiapan tanam, petani perlu terus memperhatikan informasi cuaca dan iklim dari BMKG yang mudah untuk diakses guna kepentingan budidaya pertanian.
Terakhir, petani harus selalu berkoordinasi dengan petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan kelompok tani masing-masing.
Sub Koordinator Substansi Sarana Prasarana Tanaman Pangan DPP Gunungkidul, Yatimah mengatakan serapan pupuk bersubsi jenis urea hingga Agustus 2024 telah tersalur 3.032,032 ton dari alokasi 21.179 ton atau terserap 14%. Sementara, pupuk NPK telah tersalur 3.122,109 ton dari kuota 17.251 ton atau 18%.
Kata dia, serapan pupuk paling tinggi terjadi saat ada pertanaman padi dan palawija di bulan Oktober dan November. Meski begitu, dia mengharapkan serapan pupuk mulai gencar pada September 2024.
Sub Koordinator Substansi Produksi Tanaman Pangan DPP Gunungkidul, Danang Sutopo mengatakan pertanaman ubi kayu sudah dipanen sekitar 32.000 hektar (ha) sampai dengan akhir bulan Agustus 2024 apabila mengacu pada laporan petugas data pertanian kapanewon. Dengan begitu, masih ada sekitar 11.000 ha pada September 2024.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penyaluran Dana Penguatan Modal Sleman 2026 mencapai Rp6,3402 miliar atau 32,31% dari total plafon Rp19,625 miliar.
OpenAI menyelidiki dugaan agen AI yang lolos pengawasan internal. Kasus serupa di Anthropic memicu desakan regulasi keamanan AI yang lebih ketat.
Maestro seni lukis Nasirun wafat di Bantul. Sahabat mengenang hari-hari terakhir, sosoknya yang rendah hati, dan tawa yang tak pernah hilang.
Polresta Magelang menggagalkan dugaan tawuran pelajar di Ngluwar. Sebanyak 12 orang diamankan dan tiga celurit disita sebagai barang bukti.
Kemenkeu memastikan anggaran Program Makan Bergizi Gratis dipisahkan dari anggaran pendidikan mulai APBN 2028 sesuai putusan MK.
APPBI menegaskan pemasangan pagar di sejumlah mal dilakukan demi ketertiban, bukan karena adanya kekhawatiran terhadap isu keamanan.