Sampah Pangkasan Pohon Paling Banyak Diangkut TRC MAS JOS Jogja
Sampah pangkasan pohon mendominasi layanan TRC MAS JOS di Jogja dengan proporsi 63,3% dari sampah yang diangkut sepanjang 2026.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih saat mengecek alat penyaring yang akan dipasang di TPST Dingkikan, Argodadi, Sedayu, Sabtu (15/6/2024) siang - Harian Jogja/Jumali
Harianjogja.com, BANTUL--Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul mengakui operasional Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Dingkikan, Argodadi, Sedayu belum optimal. Hal itu lantaran ada sejumlah kendala dalam operasionalnya.
Kepala DLH Bantul, Bambang Purwadi Nugroho mengakui hingga saat ini pengolahan sampah di TPST Dingkikan belum sesuai kapasitas. Dari kapasitas maksimal pengolahan sampah sekitar 20 ton per hari, saat ini baru mampu mengolah sampah separuhnya.
Dia menurutkan potensi bau yang ditimbulkan saat mengolah sampah menjadi kendala belum optimalnya pengolahan sampah disana.
"Ada potensi bau [saat mengolah sampah sesuai kapasitas maksimal]. Itu masyarakat bisa komplain," ujarnya, Minggu (22/9/2024).
Dia menuturkan selama ini disana telah beroperasi satu alat pemanas sampah. Meski begitu, menurutnya alat tersebut belum mampu mengakomodir seluruh sampah yang diolah disana.
"Untuk bau [pengolahan sampah] harus diatasi, tetapi butuh alat pemanas lagi," ujarnya.
BACA JUGA: TPSS Pasar Angkruksari Bantul Mulai Beroperasi Pekan Depan
Dia menuturkan alat pengolahan sampah disana hanya mampu mengolah sampah yang belum membusuk. Sementara menurutnya, untuk sampah yang telah membusuk perlu dilakukan penanganan dengan alat pemanas terlebih dahulu, sehingga menurutnya disana masih perlu alat pemanas untuk mengolah sampah yang ada.
Dia menurutkan DLH Bantul akan mengajukan anggaran untuk pengadaan alat pemanas guna mendukung optimalisasi pengolahan sampah di TPST Dingkikan pada anggaran tahun 2024. Dia pun masih melakukan menghitung kebutuhan mesin pengering disana.
"[Pengajuan anggaran tambahan alat pemanas di] Anggaran murni tahun depan, kemungkinan pengadaan Februari atau akhir Januari [2025]," katanya.
Selain itu, menurutnya listrik yang ada disana pun belum mencukupi untuk mengoperasikan seluruh modul atau hanggar yang akan digunakan disana. Menurutnya, kebutuhan tambahan daya listrik disana diketahui saat proses pengolahan sampah telah dilakukan.
"Ini masih kita koordinasikan [kendala daya listrik] apakah nanti opsi tambah daya atau dengan panel baru masih kami koordinasikan, mana yang efisien," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sampah pangkasan pohon mendominasi layanan TRC MAS JOS di Jogja dengan proporsi 63,3% dari sampah yang diangkut sepanjang 2026.
Pemuda Mojosongo Solo YD diduga ditangkap Densus 88. Keluarga mempertanyakan perkara dan meminta penjelasan terkait proses hukum.
APBN 2027 memang memangkas subsidi energi Rp11,44 triliun. Namun, klaim gas langka dan harga pasti naik belum terbukti.
Disertasi Jejen Hendar di UII menyoroti pengelolaan TJSP yang masih formalitas dan mendorong regulasi berbasis keadilan sosial.
Menag Nasaruddin Umar mengajak ASN Kemenag, guru, tokoh agama, dan santri menjadi agen Perlinsos untuk membantu pendataan penerima bansos.
Operasi kebakaran Transhome ditutup, tetapi basement masih bersuhu 200 derajat Celsius dan satu armada damkar tetap disiagakan.