HUT ke-18 Harian Jogja, Perkuat Transformasi
HUT ke-18 Harian Jogja, Transformasi dari Perusahaan Media Menuju Perusahaan Komunikasi Diperkuat
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih saat mengecek alat penyaring yang akan dipasang di TPST Dingkikan, Argodadi, Sedayu, Sabtu (15/6/2024) siang - Harian Jogja/Jumali
Harianjogja.com, BANTUL--Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul mengakui operasional Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Dingkikan, Argodadi, Sedayu belum optimal. Hal itu lantaran ada sejumlah kendala dalam operasionalnya.
Kepala DLH Bantul, Bambang Purwadi Nugroho mengakui hingga saat ini pengolahan sampah di TPST Dingkikan belum sesuai kapasitas. Dari kapasitas maksimal pengolahan sampah sekitar 20 ton per hari, saat ini baru mampu mengolah sampah separuhnya.
Dia menurutkan potensi bau yang ditimbulkan saat mengolah sampah menjadi kendala belum optimalnya pengolahan sampah disana.
"Ada potensi bau [saat mengolah sampah sesuai kapasitas maksimal]. Itu masyarakat bisa komplain," ujarnya, Minggu (22/9/2024).
Dia menuturkan selama ini disana telah beroperasi satu alat pemanas sampah. Meski begitu, menurutnya alat tersebut belum mampu mengakomodir seluruh sampah yang diolah disana.
"Untuk bau [pengolahan sampah] harus diatasi, tetapi butuh alat pemanas lagi," ujarnya.
BACA JUGA: TPSS Pasar Angkruksari Bantul Mulai Beroperasi Pekan Depan
Dia menuturkan alat pengolahan sampah disana hanya mampu mengolah sampah yang belum membusuk. Sementara menurutnya, untuk sampah yang telah membusuk perlu dilakukan penanganan dengan alat pemanas terlebih dahulu, sehingga menurutnya disana masih perlu alat pemanas untuk mengolah sampah yang ada.
Dia menurutkan DLH Bantul akan mengajukan anggaran untuk pengadaan alat pemanas guna mendukung optimalisasi pengolahan sampah di TPST Dingkikan pada anggaran tahun 2024. Dia pun masih melakukan menghitung kebutuhan mesin pengering disana.
"[Pengajuan anggaran tambahan alat pemanas di] Anggaran murni tahun depan, kemungkinan pengadaan Februari atau akhir Januari [2025]," katanya.
Selain itu, menurutnya listrik yang ada disana pun belum mencukupi untuk mengoperasikan seluruh modul atau hanggar yang akan digunakan disana. Menurutnya, kebutuhan tambahan daya listrik disana diketahui saat proses pengolahan sampah telah dilakukan.
"Ini masih kita koordinasikan [kendala daya listrik] apakah nanti opsi tambah daya atau dengan panel baru masih kami koordinasikan, mana yang efisien," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
HUT ke-18 Harian Jogja, Transformasi dari Perusahaan Media Menuju Perusahaan Komunikasi Diperkuat
PPIH Arab Saudi melarang jamaah haji Indonesia lempar jumrah pukul 10.00-14.00 WAS demi keselamatan di tengah cuaca panas dan kepadatan.
Empat anggota keluarga ditemukan tewas saat camping di Temanggung. Polisi menyelidiki dugaan keracunan makanan barbeque.
Rute penerbangan Jember-Surabaya kembali dibuka mulai 1 Juni 2026 untuk mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi Tapal Kuda.
Relawan Katolik membantu pengamanan Salat Iduladha 1447 H di Bantul, Sleman, dan Kulonprogo sebagai simbol toleransi lintas iman di DIY.
Film Disclosure Day karya Spielberg dipuji sebagai yang terbaik dalam 20 tahun, tampilkan Emily Blunt memukau dan cerita UFO penuh misteri.