Produk Lokal Kuasai 55 Persen Katalog Sociolla hingga Juni 2026
Produk kecantikan lokal menguasai 55% katalog Sociolla hingga Juni 2026, dengan lebih dari 180 brand dan 6.000 SKU aktif.
Suasana pelatihan membaca nyaring atau read aloud yang digelar Rumah Baca Raden Mas Suryowinoto RW 01 Kelurahan Giwangan, Kemantren Umbulharjo, Sabtu (28/9/2024) di SMK 3 Muhammadiyah Kota Jogja (email)
Harianjogja.com, JOGJA—Rumah Baca Raden Mas Suryowinoto RW 01 Kelurahan Giwangan, Kemantren Umbulharjo, Jogja meningkatkan kemampuan literasi warga setempat dengan mengadakan pelatihan membaca nyaring atau read aloud, Sabtu (28/9/2024) di SMK 3 Muhammadiyah Kota Jogja.
Komunitas literasi yang sudah berdiri sejak 2018 silam itu rutin menggelar pelatihan dengan melibatkan warga setempat.
Pada kesempatan ini membaca nyaring dipilih sebagai tema guna meningkatkan kemampuan orang tua mengasah keterampilan literasi anak yang dibungkus dengan tajuk Semarak Literasi Giwangan atau Serasi.
Koordinator Rumah Baca Raden Mas Suryowinoto Fajar Nur Rohmad menjelaskan, pelatihan membaca nyaring jadi agenda pembuka dari empat rangkaian pelatihan yang digelar pihaknya lewat dukungan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
"Pelatihan kami gelar dari September sampai Oktober. Selain membaca nyaring juga akan ada bedah buku, pelatihan jurnalistik anak dan penguatan komunitas," jelasnya.
Menurut Fajar, Rumah Baca Raden Mas Suryowinoto merupakan salah satu dari 340 komunitas serupa di Indonesia yang mendapat dukungan dari Badan Bahasa.
Kelompok itu didirikan dengan tujuan untuk memberikan wadah dan ruang positif agar di masyarakat terdapat agenda pemberdayaan literasi.
BACA JUGA: Kebakaran di Gunungkidul, Lima Bangunan Seluas 200 Meter Persegi di Dekat Alun-Alun Ludes
"Pada pelatihan membaca nyaring ini masyarakat dan pegiat literasi di Kampung Giwangan diajak untuk mendekatkan buku kepada anak," katanya.
Fajar menambahkan, lewat membaca nyaring orang tua, keluarga dan juga pegiat literasi bisa memperkaya pengetahuan literasi anak dengan beragam tema sesuai dengan judul buku.
Terlebih dengan perkembangan gadget di masa kini, diharapkan pelatihan itu bisa membangun ketertarikan anak pada buku.
"Kami ajarkan peserta dengan serba serbi buku anak jadi dari satu buku bisa diturunkan pada banyak kegiatan. Kemudian membaca dan dibuat per kelompok untuk praktik," ungkap dia.
Ketua Kampung Giwangan S Sudjono mengapresiasi upaya yang dilakukan komunitas itu untuk meningkatkan literasi warga khususnya pada anak-anak.
"Perlu program yang kreatif dan menarik agar anak bisa tertarik dengan buku. Seperti pelatihan yang digelar sekarang ini," katanya.
Ketua RW 01 Budi Sulistyo menyebut, bermula dari komunitas skala kecil rumah baca kini telah berdiri di sejumlah RW di Kelurahan Giwangan.
"Tujuannya memang agar disebarluaskan. Dari semula tingkat RW kemudian jadi skala kampung yang lebih besar," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Produk kecantikan lokal menguasai 55% katalog Sociolla hingga Juni 2026, dengan lebih dari 180 brand dan 6.000 SKU aktif.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.
Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. SAR melanjutkan pencarian pada Kamis.
Heatstroke dapat mengancam nyawa saat cuaca panas. Kenali gejala, pertolongan pertama, dan kelompok yang lebih rentan mengalaminya.