Kasus ISPA di Bantul Masih Tinggi, Dinkes Minta Warga Waspada
Kasus ISPA di Bantul masih mencapai ribuan hingga Juni 2026. Dinkes mengimbau warga menerapkan PHBS dan memakai masker saat musim kemarau.
Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal turut dirasakan di wilayah DIY pada tahun ini. Hingga Agustus 2024, sedikitnya 636 pekerja kehilangan mata pencahariannya akibat PHK.
Dari jumlah itu, Kabupaten Kulonprogo jadi wilayah terbanyak dengan 427 orang, disusul Kabupaten Sleman 156 orang, Kota Jogja 39 orang, Kabupaten Bantul sembilan orang dan Kabupaten Gunungkidul lima orang.
Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Disnakertrans DIY, R Darmawan menjelaskan, kondisi PHK massal itu diklaimnya cenderung meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
"Tahun lalu sekitar 150-200 orang yang di-PHK. Datanya detailnya ada di Disnaker kabupaten/kota tetapi ini memang ada peningkatan dibandingkan tahun lalu," kata Wawan, Senin (30/9/2024).
Menurutnya, sektor manufaktur khususnya tekstil menjadi yang paling terdampak oleh PHK itu. Kondisi ekonomi global yang tidak stabil, terutama dampak perang di Eropa dan Amerika disebut menjadi penyebab utama penurunan permintaan produk tekstil sehingga perusahaan terpaksa melakukan PHK. "Sektor tekstil terdampak sekali karena mungkin kondisi global di Eropa berkecamuk perang dan itu berpengaruh juga," katanya.
Meski demikian, pihaknya memastikan bahwa sebagian besar pekerja DIY yang terkena PHK itu telah menerima hak-haknya. Akan tetapi masih ada beberapa kasus yang masih dalam proses mediasi.
Selain itu, Wawan juga menyoroti penurunan daya beli masyarakat di wilayah setempat. Masyarakat cenderung lebih memprioritaskan kebutuhan pokok dibandingkan barang-barang sekunder. Hal ini diperparah dengan rencana pemerintah untuk menaikkan pajak yang akan berdampak pada kenaikan harga barang.
"Rencana pemerintah menaikkan pajak kan otomatis berpengaruh ke harga-harga, pajak itu juga dibebankan ke pelanggan. Jadi ya memang daya beli masyarakat di DIY menurun dan masyarakat lebih mengutamakan kebutuhan pokok dibandingkan sekunder," ujar Wawan.
Belum lama ini, Disnakertrans DIY bersama Disdikpora DIY berkolaborasi dengan 10 perusahaan multinasional dalam rangka mewujudkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) untuk siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan peluang kerja untuk lulusan SMK.
Kepala Disnakertrans DIY, Aria Nugrahadi menyampaikan kerja sama itu merupakan suatu rangkaian untuk mewujudnyatakan sinergitas ketenagakerjaan dengan rumpun pendidikan.
BACA JUGA: Jumlah PHK Terus Naik, Klaim Program JKP Ikut Melonjak
Aria juga berharap, kerja sama ini bisa memberikan dampak yang positif dalam hal keterampilan, serta pengetahuan untuk siswa SMK, terkhusus di dunia industri.
“Ke depan kami harapkan kerja sama ini dan pengimplementasiannya dapat berjalan dengan lancar, sesuai komitmen yang dijanjikan bersama," jelasnya.
Sementara Wakil Kepala Disdikpora DIY Suherman mengatakan, program yang bertajuk SMK x Industry Collaborate ini merupakan kegiatan kolaborasi perusahaan dengan 71 SMK di DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus ISPA di Bantul masih mencapai ribuan hingga Juni 2026. Dinkes mengimbau warga menerapkan PHBS dan memakai masker saat musim kemarau.
Pemerintah menyiapkan skema pendanaan bioetanol untuk mendukung penerapan E10 pada 2027 tanpa membebani konsumen dan tetap menguntungkan petani.
BPBD Bantul telah menyalurkan 436.500 liter air bersih kepada 3.287 warga terdampak kekeringan selama musim kemarau hingga 3 Agustus 2026.
Lloyd's Market Association menyatakan kapal yang membayar tol Selat Hormuz kepada Iran berisiko kehilangan perlindungan asuransi.
Dana Brata membangun Bengkel Bebek Restorasi dari garasi kecil di Sleman. Usahanya membiayai kuliah hingga lulus sarjana dan membuka lapangan kerja.
Banyumas dan Kota Ipoh Malaysia menjajaki kerja sama pengelolaan sampah melalui pertukaran teknologi dan konsep zero waste to money.