Penjualan Motor Listrik di Jogja Naik, Sleman Jadi Pasar Terbesar
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
LPG 3 Kg di pangkalan. - Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY ikut membahas Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 kg dalam FGD yang digelar Pustral UGM beberapa waktu lalu. Acara ini bertujuan untuk mencari solusi terbaik dalam penentuan HET yang adil dan efisien dalam penyaluran LPG 3 kg ke masyarakat.
Sekda DIY Beny Suharsono menekankan pentingnya memastikan kebijakan HET LPG 3 Kg dapat berjalan dengan baik. "Kami berkomitmen untuk memastikan kebijakan HET dapat berjalan dengan adil, efisien, dan efektif dalam menjaga kesejahteraan masyarakat," ujarnya, Sabtu (12/10/2024).
Beny mengakui bahwa tantangan dalam pendistribusian LPG 3 Kg tidak hanya terkait aspek harga, tapi juga mencakup kelancaran pasokan, efisiensi distribusi, dan pengawasan di lapangan.
Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi yang baik antara pemerintah, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mencari solusi yang komprehensif.
Dalam kesempatan tersebut, Beny juga mengapresiasi peran aktif Pustral UGM dalam melakukan kajian komprehensif terkait kebijakan HET LPG 3 Kg. "Inisiatif Pustral UGM untuk melakukan kajian yang komprehensif menawarkan kontribusi yang berharga bagi Pemerintah Daerah dan masyarakat DIY," katanya.
BACA JUGA: Lagu Baru Jennie Blackpink Masuk Posisi Puncak iTunes di Seluruh Dunia
Ahmad Luthfi dari Ditjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM memaparkan kebijakan nasional terkait HET LPG 3 Kg, termasuk transformasi pendistribusian LPG tabung 3 Kg tepat sasaran dan kebijakan harga isi ulang LPG tabung 3 Kg. Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk memastikan LPG 3 Kg tepat sasaran dan harga yang ditetapkan sesuai dengan kondisi daerah.
Pelaksanaan transformasi pendistribusian isi ulang LPG tabung 3 Kg tepat sasaran Tahap I telah dimulai 1 Maret 2023. Adapun Tahap II dimulai 1 januari 2024. Per Januari 2024, pelaksanaan pembelian LPG tertentu hanya dapat dilakukan oleh pengguna LPG tertentu yang telah terdata dalam sistem berbasis web dan/atau aplikasi.
Yaitu, pencatatan transaksi dilakukan melalui logbook dan sistem berbasis web (MAP) dan pencatatan 100% transaksi melalui sistem MAP.
FGD ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang komprehensif untuk perbaikan kebijakan HET LPG 3 Kg di DIY.
Dengan melibatkan berbagai pihak, diharapkan dapat tercapai kesepakatan bersama yang menguntungkan semua pihak, terutama masyarakat sebagai konsumen.
Pembahasan HET LPG 3 Kg merupakan isu penting yang terus menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat.
Melalui FGD ini, diharapkan dapat ditemukan solusi terbaik yang dapat memastikan ketersediaan LPG 3 Kg dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat, serta efisiensi dalam distribusi dan pengawasan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Kemendag meminta klarifikasi Shopee terkait aduan konsumen PMSE, mulai barang tak sesuai hingga kendala pembayaran digital.
Indomaret Cabang Yogyakarta Bersama PMI Sleman kembali Gelar Aksi Donor Darah Disertai Pemeriksaan Mata dan Cek Kesehatan Gratis Dari Puskesmas Gamping 2
Rute Trans Jogja 2026 makin luas dengan pembayaran digital memakai GoPay dan kartu elektronik. Cek daftar jalur dan tarif terbaru di DIY.
Sharp Indonesia Hadirkan Professional Portable Speaker Terbaru dengan Suara Powerful untuk Karaoke hingga Live Performance
Menlu Sugiono memastikan penangkapan WNI dalam misi Gaza bukan penyanderaan. Pemerintah RI terus mengupayakan pemulangan mereka.