Pemkab Sleman Prioritaskan Pasien Cuci Darah untuk Reaktivasi BPJS
Sebanyak 22.866 peserta BPJS PBI APBN di Sleman dinonaktifkan. Pemkab memprioritaskan pasien kronis dan warga miskin untuk reaktivasi.
Ilustrasi Puskesmas Pembantu./Istimewa-Pemkab Bantul
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul akan menambah dua puskesmas pembantu (Pustu) untuk mengoptimalkan integrasi pelayanan primer (ILP) tahun depan. Hanya saja, alokasi anggaran untuk pembangunan Pustu tersebut masih belum diputuskan.
Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Primer, Ahmad Riyanto menyampaikan Dinkes Bantul akan menambah pelayanan melalui dua pustu. Kedua Pustu tersebut akan didirikan di wilayah puskesmas Banguntapan 1 dan Dlingo 1.
Dia menuturkan selama ini dua puskesmas tersebut tidak memiliki Pustu. Padahal, menurutnya, pelayanan kesehatan yang dilakukan di pustu akan dilakukan untuk mengoptimalkan layanan primer (ILP).
Oleh karena itu, Dinkes Bantul menargetkan agar setiap puskesmas memiliki satu pustu. "Untuk mendukung ILP, setiap puskesmas akan mengaktifkan pustu," katanya, Kamis (17/10/2024).
Selain menambah pustu, menurut Ahmad, Dinkes Bantul juga akan mengaktifkan seluruh pustu yang telah ada.
BACA JUGA: Mendekatkan Pelayanan Kesehatan dengan Optimalisasi Layanan Puskesmas Pembantu
Dinkes Bantul mencatat ada 48 unit pustu di Bantul. Dari jumlah tersebut ada 7 pustu dalam kondisi baik, 26 pustu dalam kondisi rusak berat, 3 pustu dalam kondisi rusak ringan, dan 12 pustu dalam kondisi rusak sedang.
Untuk mengoptimalkan pelayanan ILP di pustu, Dinkes Bantul pun tengah merehabilitasi 7 Pustu yang dalam kondisi rusak. Ketujuh Pustu yang direhabilitasi yaitu yang berada di wilayah Jagalan, Wirokerten, Singosaren, Panggungharjo, Pendowoharjo, Timbulharjo, dan Sabdodadi. "Untuk Pustu yang rusak diajukan rehabilitasi atau perbaikan ke Kemenkes melalui anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik," ujar Ahmad.
ILP merupakan upaya mengkoordinasikan berbagai pelayanan kesehatan primer. Integrasi pelayanan kesehatan pada ILP fokus pada setiap siklus hidup manusia. ILP dilakukan untuk memperkuat layanan kesehatan di tingkat kalurahan dan padukuhan. "Aktivasi Pustu dilakukan dengan aktivasi kegiatannya sesuai dengan ILP. Ke depan, akan ada 1 orang bidan dan perawat, serta kader yang standby di Pustu," ujarnya.
Sementara Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Bantul, Anugrah Wiendyasari menyampaikan pembangunan dua pustu tersebut memerlukan anggaran sekitar Rp750 juta. Pihaknya pun mengajukan anggaran dana alokasi khusus (DAK) ke pemerintah pusat. Meski begitu, Anugrah belum dapat memastikan anggaran yang akan turun untuk pembangunan dua pustu tersebut. "Pembangunannya sesuai persetujuan Kemenkes karena menyesuaikan prototype Pustu ILP," katanya.
Dia menuampaikan pemanfaatan pustu untuk optimalkan ILP dilakukan dengan memanfaatkan tenaga kesehatan dari puskesmas induk terdekat. "Walaupun nanti [pustu] jauh dari puskesmas induk, harus tetap diaktifkan. Nanti tergantung dari masing-masing wilayah apakah setiap hari atau hari tertentu [pelayanan di pustu]," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 22.866 peserta BPJS PBI APBN di Sleman dinonaktifkan. Pemkab memprioritaskan pasien kronis dan warga miskin untuk reaktivasi.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 7 November 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif tiket Rp8.000.
FSMR ISI Jogja mengembangkan ARTI untuk menghimpun, mengelola, melestarikan, dan menyebarluaskan karya seni digital dosen serta mahasiswa.
BPS mencatat IPM DIY 2026 mencapai 83,43 atau tumbuh 1,15%. Kota Jogja mencatat nilai tertinggi sebesar 90,28.
FIPGB menyoroti pembatasan gas oleh PGN yang dinilai membuat industri tak sepenuhnya menikmati harga LNG US$13 per MMBTU hingga akhir 2026.
Pemerintah menargetkan revisi keempat aturan DHE SDA rampung akhir November 2026, termasuk relaksasi konversi valas ke rupiah hingga 100%.