Data Desil Bansos Bermasalah, DPRD Kota Jogja Minta Pemutakhiran dan Skema APBD
DPRD Kota Jogja menyoroti data desil bansos yang dinilai tak tepat sasaran dan meminta pemutakhiran data serta antisipasi bantuan melalui APBD.
Ilustrasi Puskesmas Pembantu./Istimewa-Pemkab Bantul
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul akan menambah dua puskesmas pembantu (Pustu) untuk mengoptimalkan integrasi pelayanan primer (ILP) tahun depan. Hanya saja, alokasi anggaran untuk pembangunan Pustu tersebut masih belum diputuskan.
Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Primer, Ahmad Riyanto menyampaikan Dinkes Bantul akan menambah pelayanan melalui dua pustu. Kedua Pustu tersebut akan didirikan di wilayah puskesmas Banguntapan 1 dan Dlingo 1.
Dia menuturkan selama ini dua puskesmas tersebut tidak memiliki Pustu. Padahal, menurutnya, pelayanan kesehatan yang dilakukan di pustu akan dilakukan untuk mengoptimalkan layanan primer (ILP).
Oleh karena itu, Dinkes Bantul menargetkan agar setiap puskesmas memiliki satu pustu. "Untuk mendukung ILP, setiap puskesmas akan mengaktifkan pustu," katanya, Kamis (17/10/2024).
Selain menambah pustu, menurut Ahmad, Dinkes Bantul juga akan mengaktifkan seluruh pustu yang telah ada.
BACA JUGA: Mendekatkan Pelayanan Kesehatan dengan Optimalisasi Layanan Puskesmas Pembantu
Dinkes Bantul mencatat ada 48 unit pustu di Bantul. Dari jumlah tersebut ada 7 pustu dalam kondisi baik, 26 pustu dalam kondisi rusak berat, 3 pustu dalam kondisi rusak ringan, dan 12 pustu dalam kondisi rusak sedang.
Untuk mengoptimalkan pelayanan ILP di pustu, Dinkes Bantul pun tengah merehabilitasi 7 Pustu yang dalam kondisi rusak. Ketujuh Pustu yang direhabilitasi yaitu yang berada di wilayah Jagalan, Wirokerten, Singosaren, Panggungharjo, Pendowoharjo, Timbulharjo, dan Sabdodadi. "Untuk Pustu yang rusak diajukan rehabilitasi atau perbaikan ke Kemenkes melalui anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik," ujar Ahmad.
ILP merupakan upaya mengkoordinasikan berbagai pelayanan kesehatan primer. Integrasi pelayanan kesehatan pada ILP fokus pada setiap siklus hidup manusia. ILP dilakukan untuk memperkuat layanan kesehatan di tingkat kalurahan dan padukuhan. "Aktivasi Pustu dilakukan dengan aktivasi kegiatannya sesuai dengan ILP. Ke depan, akan ada 1 orang bidan dan perawat, serta kader yang standby di Pustu," ujarnya.
Sementara Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Bantul, Anugrah Wiendyasari menyampaikan pembangunan dua pustu tersebut memerlukan anggaran sekitar Rp750 juta. Pihaknya pun mengajukan anggaran dana alokasi khusus (DAK) ke pemerintah pusat. Meski begitu, Anugrah belum dapat memastikan anggaran yang akan turun untuk pembangunan dua pustu tersebut. "Pembangunannya sesuai persetujuan Kemenkes karena menyesuaikan prototype Pustu ILP," katanya.
Dia menuampaikan pemanfaatan pustu untuk optimalkan ILP dilakukan dengan memanfaatkan tenaga kesehatan dari puskesmas induk terdekat. "Walaupun nanti [pustu] jauh dari puskesmas induk, harus tetap diaktifkan. Nanti tergantung dari masing-masing wilayah apakah setiap hari atau hari tertentu [pelayanan di pustu]," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Kota Jogja menyoroti data desil bansos yang dinilai tak tepat sasaran dan meminta pemutakhiran data serta antisipasi bantuan melalui APBD.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Senin 31 Agustus 2026. Simak jam keberangkatan pulang pergi dan tarif hanya Rp12.000.
Jadwal KRL Palur-Jogja Senin 31 Agustus 2026 tersedia mulai pukul 05.00 hingga 20.42 WIB. Simak jadwal tiap stasiun.
Said Iqbal meminta RUU Perlindungan Ketenagakerjaan disahkan maksimal Oktober 2026 tanpa mengorbankan hak buruh.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 31 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta, Lempuyangan, Klaten, Solo hingga Palur.
Link cek pengumuman tenaga kesehatan haji 2027 yang lolos administrasi, jadwal CAT PPIH, ketentuan pakaian, dan tata tertib ujian.