Ini Strategi Pemkot Jogja di Tengah Penerapan Efisiensi Anggaran
Berbagai strategi ditempuh Pemkot Jogja untuk menyikapi kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah pusat
Dokter - ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kota Jogja kini memiliki sebanyak 18 fasilitas layanan kesehatan berupa puskesmas yang tersebar di masing-masing kemantren.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja memastikan 18 puskesmas itu memiliki fasilitas lengkap sehingga siap melaksanakan program layanan kesehatan yang nantinya akan dilaksanakan pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Termasuk program pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga yang berulang tahun dan berbagai program lainnya.
Kabid Layanan Kesehatan Dinkes Kota Jogja Waryono menjelaskan puskesmas di Kota Jogja telah memiliki fasilitas lengkap.
Bahkan di masing-masing puskesmas kini telah memiliki fasilitas USG hingga antenatal care. Tiap puskesmas juga telah support lima klaster integrasi layanan primer yang terdiri dari Klaster Manajemen, Klaster Ibu dan Anak, Klaster Usia Dewasa dan Lansia, Klaster Penanggulangan Penyakit Menular dan Antarklaster.
"Sudah ada di puskesmas tinggal datang saja di puskesmas dan gratis," ujar Waryono, Selasa (5/11/2024).
Dia menambahkan, masyarakat juga bisa melaksanakan pemeriksaan atau skrining kesehatan di puskesmas secara gratis.
Masyarakat cukup membawa KTP dan pemeriksaan kesehatan akan dilayani. Jika setelah skrining ditemui adanya penyakit, maka akan dirujuk ke bagian yang sesuai atau ke rumah sakit.
Di sisi lain, Waryono memastikan kini semua warga Kota Jogja telah menjadi peserta BPJS Kesehatan. Capaiannya bahkan telah mencapai 100,26%.
"Kepesertaan di Kota Jogja itu ada yang dari luar kota dan bekerja di kota sehingga tetap bisa dikaver," katanya.
Waryono menyebut terakhir masih ada sekitar 78.000 warga Kota Jogja yang belum menjadi peserta BPJS Kesehatan.
Dinkes Jogja lantas memasukkan seluruhnya pada program Penduduk yang Didaftarkan Pemerintah Daerah (PDPD). Sementara itu, ada sekitar 12.000 warga Kota Jogja yang merupakan peserta BPJS Kesehatan mandiri kelas 3 yang juga dikaver Pemkot Jogja.
Waryono mengajak kepada warga Kota Jogja yang belum menjadi peserta BPJS Kesehatan untuk bisa mendaftarkan diri.
"Jika warga Kota Jogja ada yang punya KTP Kota dan belum punya BPJS silakan menghubungi kami di Mal Pelayanan Publik, silahkan tinggal daftarkan saja nanti bisa dikaver," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berbagai strategi ditempuh Pemkot Jogja untuk menyikapi kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah pusat
OJK menargetkan satu Bank Umum Syariah baru hasil spin-off terbentuk pada 2026 untuk memperkuat industri perbankan syariah nasional.
Prabowo akan memberi Bintang Mahaputera kepada Kapolri Listyo Sigit dan Panglima TNI Agus Subiyanto atas kinerja dan kepemimpinan.
Dinas Kebudayaan Bantul mengajak 400 pelajar dan komunitas mengikuti program belajar keliling museum sepanjang 2026.
Samsung Galaxy A07 4G jadi HP Android terlaris dunia kuartal I/2026 versi Counterpoint, ungguli banyak pesaing di pasar global.
Ratusan warga Muhammadiyah dan masyarakat gotong royong membongkar atap MTsM 4 Sambungmacan Sragen yang ambruk.