KPK Bongkar Dugaan Fadia Arafiq Intervensi Pilkada Pekalongan
KPK menduga Fadia Arafiq intervensi Pilkada Pekalongan 2024. Simak fakta OTT, aliran dana Rp19 miliar, dan kasusnya.
TPST Modalan./ Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul membangun tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) dengan desain ramah lingkungan di wilayah Modalan Kelurahan Banguntapan, Bantul.
"TPST Modalan ini memang kita desain ramah lingkungan, tenaga kerja juga kita mengakomodasi dari masyarakat sekitar," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul Bambang Purwadi di Bantul, Kamis, dilansir Antara
Menurut dia, di TPST Modalan yang saat ini sudah mulai melakukan uji coba pengelolaan sampah ini, selain diproyeksikan dapat mengelola hingga 50 ton sampah per hari, juga diharapkan dapat menggerakkan sektor ekonomi masyarakat sekitar.
Dia mengatakan TPST Modalan mengelola sampah organik untuk dijadikan pupuk kompos, sementara sampah non-organik akan diolah dan residunya akan disalurkan ke industri recycle sebagai campuran membuat paving blok.
Menurut dia, pemerintah daerah mengupayakan TPST Modalan dapat beroperasi secara bertahap, pada akhir tahun ini ditargetkan beroperasi 15 persen, pada 2025 meningkat 35 persen, kemudian dapat beroperasi 100 persen pada 2026.
BACA JUGA: Mengatasi Sampah di Pasar, Pemkab Bantul Menyiapkan TPS Sementara di Angkruksari
"Karena ini kan perlu kesiapan sumber daya manusia (SDM)-nya juga, kemudian operator juga harus dilatih, alat-alat juga harus di maintenance supaya performanya sesuai dengan indikator yang ditentukan," katanya.
Lebih lanjut, dia mengatakan dengan beroperasinya TPST Modalan Banguntapan, di Bantul hingga pertengahan Oktober 2024, telah mengoperasikan tiga TPST, dua TPST yang beroperasi lebih dulu, yaitu ITF (Intermediate Treatment Facility) Pasar Niten, dan TPST Dingkikan Argodadi.
Di fasilitas pengolahan sampah ITF Pasar Niten mengolah sampah dari beberapa pasar rakyat di Bantul, dengan kapasitas lima ton sampah per hari, ITF Niten menggunakan teknologi rotary kiln untuk mempercepat proses pengolahan sampah organik menjadi kompos.
Untuk sampah nonorganik akan diolah menjadi bahan bakar alternatif atau refuse derived fuel (RDF), pengolahan sampah tersebut dihasilkan di TPST Dingkikan Argodadi, Sedayu yang sudah beroperasi sejak akhir Agustus.
Dia mengatakan Pemkab Bantul telah menjalin kerja sama dengan perusahaan di Cilacap, Jawa Tengah, untuk menerima RDF hasil olahan sampah. Pengiriman perdana RDF ke Cilacap telah dilakukan beberapa waktu lalu dengan total lebih dari 100 ton.
"Pengoperasian tiga TPST di Kabupaten Bantul tersebut merupakan komitmen serius Pemkab Bantul untuk mengatasi persoalan sampah secara mandiri," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK menduga Fadia Arafiq intervensi Pilkada Pekalongan 2024. Simak fakta OTT, aliran dana Rp19 miliar, dan kasusnya.
Brad Binder buka suara soal perbandingan Valentino Rossi dan Marc Marquez. Akui The Doctor adalah pahlawan dan standar tertinggi di MotoGP.
Final Liga Champions 2026, PSG vs Arsenal di Budapest. Simak ulasan taktik, kabar pemain, dan jadwal lengkap laga penentuan juara Eropa malam ini.
Sebanyak 86.118 peserta KIP Kuliah lolos SNBT 2026, namun hanya 39.662 dinyatakan eligible menerima bantuan biaya pendidikan dan hidup.
China mewajibkan talenta AI mendapat izin pemerintah sebelum bepergian ke luar negeri demi mencegah kebocoran teknologi strategis.
Timnas Qatar akan melawan Republik Irlandia dalam uji coba Piala Dunia 2026. Julen Lopetegui rampingkan skuad jelang turnamen di Amerika Utara.