Peroleh Danais Rp5 Miliar, 14 Rumah di Dusun Pucung Gunungkidul Dibangun

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Minggu, 20 Oktober 2024 17:17 WIB
Peroleh Danais Rp5 Miliar, 14 Rumah di Dusun Pucung Gunungkidul Dibangun

Ilustrasi dana./Bisnis Indonesia-Dwi Prasetya

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Pucung, Girisubo, Gunungkidul telah menggunakan bantuan keuangan khusus (BKK) Dana Keistimewaan (danais) Rp5 miliar untuk membangun Dusun Wota-wati.

Lurah Pucung, Estu Dwiyono mengatakan pembangunan mencakup pembuatan pagar dusun, fasad empat belas rumah, dan joglo. Pembangunan ini masih akan dilakukan tahun depan.

Rumah tersebut memiliki fasad yang sama dengan model ornamen bata tempel terakota, tanpa mengubah struktur rumah keseluruhan. Empat belas rumah yang dipilih berada di jalan utama di sisi kiri dan kanan badan jalan. Fasad-fasad ini akan menunjang branding pariwisata Wota-wati.

BACA JUGA  Didukung Danais, Kelompok Budi Daya Perikanan di Kulonprogo Berkembang Pesat

“Target kami 80 rumah di Wota-wati atau semuanya. Tapi memang dana yang ada baru untuk empat belas pertama,” kata Estu dihubungi, Minggu, (20/10/2024).

Estu menambahkan pagar yang dibangun di Dusun Wota-wati pun memiliki model ornamen yang sama seperti fasad rumah tersebut. Khusus pengerjaan pagar lingkungan saat ini telah mencapai 85%.

Sedangkan, bangunan limasan yang berada di Dusun Wota-wati akan dibongkar dan diganti dengan joglo. Sebelum dibangun, titik tersebut akan diuruk agar ada kenaikan elevasi tanah. Dengan begitu, joglo tersebut akan lebih tinggi daripada limasan sebelumnya.

“Danais Rp5 miliar yang kami terima itu tetap ditransfer. Nanti penggunaannya ya swa kelola,” katanya.

Adapun jalan masuk ke Wota-wati yang menembus ke jalan Pantai Sadeng sedang dibangun melalui program Padat Karya dari Pemerintah DIY senilai Rp175 juta. Hanya, program ini belum dapat membangun keseluruhan badan jalan.

Menurut Estu, apabila hanya mengandalkan program padat karya Pemda DIY, maka penyelesaian jalan tembus ke jalan Pantai Sadeng tersebut baru akan selesai lima tahun ke depan.

Struktur jalan tersebut saat ini masih berupa tanah berbatu. Struktur ini akan menghambat lajur kendaraan roda empat yang memiliki ground clearance rendah. “Padat karya danais kan nilainya jelas Rp175 juta. Rata-rata dengan anggaran segitu hanya dapat mengerjakan sekitar 400 meter,” ucapnya.

BACA JUGA : Peroleh Danais Rp800 Juta, TPS3R Bangunjiwo Bangun Hanggar dan Alat Pirolisis

Lebih jauh, Estu menjelaskan Dusun Wota-wati akan menjadi destinasi wisata minat khusus. Ada paket-paket wisata yang akan dijual, termasuk penyediaan homestay. Hanya, saat ini baru ada empat homestay yang menjadi satu dengan rumah penduduk “Sasaran kami itu wisatawan dari perkotaan yang ingin menikmati wisata perdesaan,” katanya.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online