Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Hujan deras - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Wilayah Kota Jogja telah memasuki musim pehujan pada dasarian tiga Oktober ini. Pengendara di Kota Jogja pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan karena risiko bahaya meningkat di musim hujan.
Kepala Bidang Angkutan Jalan dan Keselamatan Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja, Hary Purwanto, menjelaskan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.
"Hujan disertai angin kencang yang berpotensi terjadi di Kota Jogja selain mengakibatkan jalanan licin, juga berpotensi adanya pohon tumbang di jalanan. Untuk itu perlu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan," ujarnya, Senin (21/10/2024).
Ia meminta masyarakat agar mengurangi kecepatan saat berkendara, hal tersebut juga untuk meminimalisislr risiko terjadinya kecelakaan di jalan.
"Harus menyesuaikan kecepatan kendaraan sesuai dengan kondisi cuaca dan jalan. Perhatikan rambu-rambu lalu lintas, tetap berkendara dengan penuh hati-hati,” katanya.
Pengendara juga perlu menghindari genangan air agar terhindar dari aquaplaning atau suatu kondisi kendaraan hilang kendali yang disebabkan oleh genangan air. “Untuk roda dua, selalu gunakan helm serta memilih alas kaki yang tidak licin," katanya.
BACA JUGA: Menjabat Sekretaris Kabinet, Mayor Teddy Tidak Perlu Pensiun dari TNI
Beberapa titik-titik rawan di Kota Jogja ketika musim hujan diantaranya di Jalan Veteran, Jalan Gejayan, Jalan Batikan, Jalan Sukonandi, Jalan Kusumanegara, dan Kawasan Kotabaru. Jalan dan kawasan tersebut dinilai rawan karena terdapat banyak pepohonan besar.
Keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama selama musim hujan. Untuk itu pihaknya pun terus meningkatkan pengawasan di lokasi-lokasi yang dianggap rawan tersebut.
"Kami dari Dishub selalu memantau menggunakan kamera CCTV, kami juga akan mengerahkan petugas jika memang diperlukan," ujarnya.
Selain itu untuk menekan jumlah angka kecelakaan di jalan, Dishub Kota Jogja rutin menggelar sosialisasi keselamatan kepada masyarakat. "Kami secara rutin memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggaran infrastruktur Kulon Progo dalam KUA 2027 mencapai Rp425,2 miliar, dengan fokus pemeliharaan rutin dan rekonstruksi jalan.
Pemprov Jateng berkoordinasi dengan BKN, PPATK, dan OJK untuk menelusuri ASN yang diduga terlibat judi online serta menegakkan aturan disiplin.
Daya beli melemah, UMKM DIY dituntut beradaptasi. Jumlah usaha mencapai 347.744 unit, sementara KUR tersalur Rp3,31 triliun hingga Juli 2026.
DPRD Sleman mendorong program Rumah Ibadah Ramah Anak untuk memperkuat nilai spiritual, sosial, dan pembentukan karakter generasi muda.
FCD mendesak polisi menarik pasukan, menghentikan kekerasan, dan membuka jalur evakuasi bagi massa aksi di sekitar Malioboro dan DPRD DIY.