Identitas 11 Bayi di Pakem Sleman Masih Ditelusuri
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Foto ilustrasi. Proses pembangunan jembatan yang menghubungkan ruas JJLS perbukitan Rowari di Kalurahan Tepus, Tepus. Foto diambil beberapa waktu lalu./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Lurah Planjan, Muryono Asih Sulistyo menyampaikan bahwa Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi dan GKR Mangkubumi meminta ada kajian ihwal penemuan gua di lokasi pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Planjan, Saptosari. Hal ini disampaikan ketika mereka mengunjungi gua tersebut, Minggu, (20/10/2024).
Adapun Muryono mengharapkan gua tersebut dapat dipertahankan, sehingga dapat menjadi destinasi baru di Planjan. Pasalnya, selama ini Planjan hanya menjadi jalur lintasan wisatawan apabila melawat ke Gunungkidul.
“Kalau ada destinasi wisata gua itu, pertumbuhan perekonomian masyarakat bisa terangkat,” kata Muryono dihubungi, Selasa, (22/10).
Muryono menambahkan gua tersebut sempat dibuka lagi ketika dikunjungi dua putri Sultan HB X tersebut. Tim Universitas Gajah Mada (UGM) juga datang untuk melakukan penelitian. Hanya, hingga saat ini Muryono belum mendapat informasi kelanjutan penelitian itu.
Tim UGM juga kembali datang ke lokasi pada Selasa, (22/10). Menurut Muryono, mereka masih melakukan penelitian tanpa membuka gua tersebut.
“Arahan dari Gusti Mangkubumi itu ya bersama-sama melestarikan peninggalan yang ada. Setelah itu baru didiskusikan apakah akan dipindah jalannya,” katanya.
BACA JUGA: Stasiun Tugu Jogja Makin Cantik, Proyek Beaufitikasi Tahap 1 Rampung
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul, Antonius Hary Sukmono mengatakan penelitian gua tersebut akan dilakukan Guru Besar Bidang Ilmu Geomorfologi Fakultas Geografi UGM, Profesor Eko Haryono.
“Arahan dari Gusti Mangkubumi itu ya menunggu hasil kajian apakah ke depan bisa untuk wisata namun dilihat dari jauh, apakah tetap lanjut trasenya,” kata Hary.
Ketua Umum Masyarakat Speleologi Indonesia, Petrasa Wacana juga telah menyampaikan bahwa perlu ada kajian untuk mengetahui sistem perguaan, utamanya di Kapanewon Saptosari.
Kajian tersebut penting agar pembangunan JJLS tidak menimbulkan potensi amblesan yang membahayakan nyawa pengguna jalan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Imam Besar New York Shamsi Ali menyebut Islam di Amerika Serikat justru tumbuh pesat setelah tragedi 9/11 dan Islamofobia meningkat.
Proyek pembangunan Jembatan Kewek Jogja mulai memasuki tahap persiapan teknis. Pembongkaran jembatan lama dijadwalkan bulan depan.
Warga Boyolali menemukan batu diduga stupa dan prasada peninggalan candi Buddha saat membangun jalan menuju kandang ternak.
Africa CDC memperingatkan 10 negara Afrika berisiko terdampak wabah Ebola setelah lonjakan kasus di Republik Demokratik Kongo.
Presiden Prabowo Subianto menghadiri panen raya udang di Kebumen. Proyek budidaya udang ini disebut menyerap 650 tenaga kerja.