Alex Marquez Terjatuh di MotoGP Austria, Ini Penyebabnya
Alex Marquez mengungkap rem depan Ducati sempat terkunci saat kecelakaan di Practice MotoGP Austria. Ia tak cedera dan berhasil lolos ke Q2.
Warga di Jalan Kusumanegara, Plumbon, Banguntapan memperlihatkan tumpukan sampah yang ada sejak Mei lalu, Selasa (29/10/2024)/ Istimewa-warga Plumbon
Harianjogja.com, BANTUL--Sebanyak 10 kepala keluarga (KK) di Jalan Kusumanegara, Plumbon, Banguntapan, Bantul mengeluhkan keberadaan sampah yang menumpuk di wilayahnya. Pasalnya, meski warga telah melaporkan terkait tumpukan sampah yang ada sejak Mei lalu ke Pemkab Bantul dan Pemda DIY, sampai saat ini belum juga ditangani.
Salah satu warga, Cornellia Prili Ananda, 33, mengaku tidak tahu asal dari sampah tersebut. Hanya saja, sejak Mei lalu, sampah tersebut telah ada di sekitar wilayahnya dan volumenya semakin meningkat. Alhasil sebanyak 10 KK di wilayahnya mengaku sangat terganggu dengan bau dan keberadaan sampah di tempat tersebut.
BACA JUGA: Gandeng Dosen UAD, PCA Sleman Gelar Pelatihan Pembuatan Kompos dari Limbah Organik
Bahkan, saat hujan, sampah tersebut ikut meluap terbawa air ke jalan. Selain itu, menurut Cornellia, karena adanya tumpukan sampah di tempat tersebut telah membuat warung yang berlokasi di depannya memilih tutup dan tidak beroperasional.
"Kemarin saya lapor ke Dinas Lingkungan Hidup. Saya kemudian dilempar ke bagian irigasi. Alasan dari DLH itu kalau sampah sudah diangkat itu kewenangan mereka. Tapi, kalau itu ada di saluran irigasi, kewenangannya ada di irigasi. Kemudian saya hubungi orang bagian irigasi, katanya itu kewenangannya di provinsi," katanya, Selasa (29/10/2024).
Setelah itu, Cornellia mengaku mendapatkan informasi dari DPUPESDM DIY yang menyebutkan jika ada kendala dalam penanganan sampah di tempat tersebut. Kendala yang disampaikan oleh pihak DPUPESDM DIY adalah belum ada tempat untuk membuang sampahnya itu.
"Makannya belum ditangani dari bulan Mei sampe sekarang. Padahal, sampah Ini udah menumpuk banget dan membuat warga terganggu. Karena banyak lalat dan bangkai di tempat itu," paparnya.
Lebih lanjut Cornellia mengungkapkan, saat ini warga disekitar juga tidak melakukan pembersihan tumpukan sampah. Sebab, warga telah melaporkan persoalan tersebut ke Pemkab Bantul dan Pemda DIY namun tidak ada respons. Apalagi jika melaporkan hal tersebut kepada pihak kalurahan. Oleh karena itu, Cornelia berharap agar ada tindakan dari pemerintah untuk segera mengangkut tumpukan sampah di tempat tersebut.
"Kami kan enggak ada kewenangan juga. Terus nanti sampahnya mau dibuang kemana? apalagi sampah basah kan ya?," jelasnya.
Terpisah, Panewu Banguntapan, I Nyoman Gunarsa mengatakan, pihaknya telah mendapatkan informasi terkait dengan adanya penumpukan sampah di tempat tersebut. Pihaknya juga telah melakukan pengecekan ke lokasi tumpukan sampah.
"Hari Kamis akan kami eksekusi. Tapi kan ini masih menunggu truk dari DLH yang akan mengangkut. Soalnya membuangnya sampah kesulitan jika tidak dari dinas," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alex Marquez mengungkap rem depan Ducati sempat terkunci saat kecelakaan di Practice MotoGP Austria. Ia tak cedera dan berhasil lolos ke Q2.
Sebanyak 44% Gen Z menyebut minimnya jaringan profesional sebagai hambatan mencari kerja. Simak enam tips networking dari Nicole Leverich.
Persebaya Surabaya bermain imbang 1-1 dengan Garudayaksa FC. Gol Alex Martins dibalas Al Hamra Hehanussa pada menit ke-89 setelah pengecekan VAR.
PSM Makassar bermain imbang 2-2 melawan Persita pada pekan ketiga Super League 2026/2027. Ananda Raehan dan Stefan Jevtoski mencetak gol untuk tuan rumah.
Singapore Airlines dinobatkan sebagai maskapai terbaik dunia 2026 versi Skytrax. Ini gelar keenam SIA. Qatar Airways turun ke posisi kedua.
Reza Arap membantu 27 sekolah terdampak gempa di NTT dengan dana pribadi. Ia juga mengungkap kabar ibunya yang mengidap tumor dan meminta doa.