Plataran Senopati Jogja Jadi Foodcourt, Berdayakan Eks Jukir
Plataran Senopati Jogja hadir sebagai foodcourt baru, berdayakan eks jukir dan pedagang terdampak.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Dalam beberapa bulan belakangan, ratusan pekerja salah satu pabrik tekstil di Bantul masuk kerja secara bergiliran setiap minggu. Akibatnya, gaji yang diterima pekerja hanya separuh.
Salah satu karyawan pabrik tersebut, Warno menyampaikan sejak Agustus 2024 ada 235 orang pekerja yang bekerja secara bergiliran. Mereka bekerja selama seminggu, lalu seminggu kemudian diliburkan.
Dia menuturkan selama ini pekerja yang diliburkan tidak diberikan upah oleh perusahaan. "Walaupun digilir [masuk kerjanya] seminggu masuk dan seminggu libur, saya minta yang libur harus digaji, itu permintaan dari serikat pekerja," katanya, Rabu (30/10/2024).
Akibatnya, pekerja hanya mendapatkan separuh upah yang seharusnya didapatkan setiap bulannya. Dengan sistem tersebut, pekerja mendapatkan upah sekitar Rp1,3 juta per dua minggu. Dari gaji yang seharusnya diterima Rp2,6 juta per bulan.
Hingga saat ini telah ada 26 dari 235 orang pekerja yang dikenakan sistem kerja bergilir yang memutuskan untuk mengundurkan diri lantaran upah yang diterima hanya separuh gaji.
Dia menuturkan 235 orang pekerja tersebut merupakan pekerja kontrak. Mereka bekerja di berbagai posisi antara lain bagian produksi, bengkel, dan finishing.
Sebelumnya, menurut dia, pada September 2024, kontrak pada pekerja tersebut nyaris tidak diperpanjang. Hal itu lantaran kondisi perusahaan sedang memburuk. “Soalnya kondisi pertekatillan di Indonesia mengalami kesulitan dalam pemasaran, sehingga perusahaan mengurangi cost pengeluaran dengan melakukan itu [tidak perpanjang kontrak]," katanya.
BACA JUGA: Penyelamatan Industri, PT Sritex Bahas Strategi Bareng Kemenperin
Namun, menurutnya, serikat pekerja telah meminta pada manajemen perusahaan agar para pekerja tetap diperpanjang kontraknya. Kemudian, perusahaan pun memutuskan menerapkan sistem masuk kerja secara bergilir tersebut.
Atas kebijakannya perusahaan tersebut, dia pun mengaku telah melaporkan ke Disnakertrans Bantul. Pihaknya pun telah menanyakan batas waktu pengenaan sistem tersebut, namun pihak perusahaan belum kunjung memberikan kepastian.
Pihaknya juga akan beraudiensi dengan manajemen perusahaan pada awal November 2024. "Harapan saya kembali seperti semula, masuk dan libur seperti sedia kala," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Plataran Senopati Jogja hadir sebagai foodcourt baru, berdayakan eks jukir dan pedagang terdampak.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.
Lima weton diprediksi perlu ekstra waspada pada Rabu Kliwon 13 Mei 2026, mulai konflik hingga persoalan finansial.