Kasus Baru HIV di Kota Jogja Turun, Ada Temuan 41 Kasus hingga Juni 2026
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Warga membersihkan puing-puing sebuah rumah yang roboh akibat angin kencang di Dusun Rendeng Wetan, Padukuhan Dagan, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Sabtu (2/11 - 2024). Dok Polres Bantul.
Harianjogja.com, BANTUL—Memasuki musim penghujan, seorang warga Sewon, Bantul meninggal dunia karena tertimpa rumah akibat angin kencang. BPBD Bantul mengimbau masyarakat mengantisipasi kejadian kebencanaan selama musim hujan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Antoni Hutagaol menyampaikan kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (2/10/2024). Saat itu, rumah milik seorang warga yang berinisial S, 70, warga Timbulharjo, Sewon, Bantul, roboh karena terkena angin kencang. Saat itu, S bersama dengan anggota keluarganya berinisial I, 70, sedang bersantai di joglo limasan miliknya. "Tidak lama joglo limasan miliknya runtuh dan menimpa S dan I," katanya, Minggu (3/11/2024).
Kejadian tersebut mengakibatkan S luka bagian kaki, kepala dan punggung. Sementara I mengalami luka bagian kepala yang mengakibatkan meninggal dunia. Setelah kejadian tersebut, S telah dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah Bantul.
Kejadian tersebut juga mengakibatkan kerusakan genting, reng, isuk, dan blandar. Kerugian atas kerusakan tersebut ditaksir mencapai Rp22 juta. "Keluarga korban masih bertahan di rumah tersebut," katanya.
Antoni menuturkan pihaknya mengimbau agar masyarakat mulai mengantisipasi potensi bencana yang dapat timbul saat musim penghujan. Dia menuturkan selama musim penghujan potensi bencana yang dapat timbul antara lain angin kencang, banjir dan longsor. Ia mengimbau agar masyarakat mulai memangkas pohon untuk mengantisipasi batang pohon roboh saat angin kencang.
Kemudian, dia pun meminta masyarakat untuk membersihkan sungai dari sampah. Sehingga, potensi luapan air sungai saat musim penghujan dapat diantisipasi.
"Kita menghimbau agar masyarakat jangan panik [terhadap potensi bencana hidrometeorologi], [masyarakat] dapat mengikuti himbauan dari Forum Pengurangan Risiko Bencana [FPRB]," katanya.
Selama memasuki musim penghujan, warga bersama dengan FPRB yang ada di setiap wilayah akan berupaya mengantispasi potensi bencana yang dapat timbul. Kemudian, tim reaksi cepat (TRC) BPBD Bantul juga akan bersiaga untuk segera memberikan bantuan, ketika kejadian kebencanaan terjadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
AI Muse Meta memberikan alamat rumah pengguna kepada calon pembeli. Kasus ini bermula dari salah tafsir pengaturan izin.
Operasional Pos Damkar Bokoharjo Sleman belum berjalan karena kebutuhan personel. BKPP masih menunggu kepastian formasi dari pemerintah pusat.
Honda kembali menggandeng Red Bull di MotoGP 2027. Kerja sama ini juga berdampak pada Fabio Quartararo yang meninggalkan Monster Energy.
Media asing menyoroti reshuffle Kabinet Prabowo, terutama pergantian Menlu Sugiono oleh diplomat karier Arrmanatha Nasir.
Sembilan tahun Batik Enom, Devie Fransisca membuktikan batik bisa menjadi pakaian sehari-hari melalui inovasi warna, desain, hingga jersey batik.