Hadapi Cuaca Ekstrem, Kontraktor Tol Jogja-Solo-YIA Paket 2.2 Siapkan Sistem Tali Air dan Penampungan Kontainer

Catur Dwi Janati
Catur Dwi Janati Selasa, 05 November 2024 19:47 WIB
Hadapi Cuaca Ekstrem, Kontraktor Tol Jogja-Solo-YIA Paket 2.2 Siapkan Sistem Tali Air dan Penampungan Kontainer

Proses pembangunan Tol Jogja-Solo-YIA Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman./Istimewa -- PT Adhi Karya

Harianjogja.com, SLEMAN—Berbagai skenario disiapkan kontraktor penggarap Tol Jogja-Solo-YIA Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem dan musim hujan di area proyek.

Beda jenis area proyeknya, beda pula skenario menghadapi cuaca ekstrem yang diterapkan kontraktor.

Secara umum penggarapan Tol Jogja-Solo-YIA Paket 2.2 terbagi ke dalam pengerjaan konstruksi at garde atau timbunan dan elevated atau melayang.

Mayoritas konstruksi elevated digarap di area ring road sekitar Simpang Empat Kronggahan dengan sistem borepile. Tahapan pengeboran bakal pilar tol melayang ini praktis menghasilkan material tanah atau lumpur.

Karenanya untuk mengantisipasi adanya material pengeboran yang meluber, saat hujan maupun tidak hujan, kontraktor telah menyiapkan bak kontainer untuk menampung material lumpur.

BACA JUGA: Akses Judi Online Bakal Dilacak jadi Jalur VPN dan Non-VPN

Kontainer-kontainer ini lah yang akan menjadi wadah material pengeboran dan dibawa keluar area proyek. Lewat cara ini pengeboran di tengah ring road dapat dilakukan kendati musim hujan sekalipun.

"Kami ada semacam penampungan dari bekas kontainer yang kita potong itu nanti lumpur kita tampung di situ setelah itu nanti baru kami pindah buang ke luar tempat disposal yang sudah ditentukan," tegas Humas Proyek Tol Jogja Solo Seksi 2 Paket 2.2 PT Adhi Karya, Agung Murhandjanto ditemui, Selasa (5/11/2024).

Skenario yang berbeda disiapkan untuk menghadapi musim penghujan dan cuaca ekstrem di area proyek Tol Jogja-Solo-YIA dengan penggarapan timbunan.

Pengerjaan dengan sistem timbunan hampir sebagian besar diterapkan di area Tirtoadi dan Tlogoadi.

Sesuai namanya area penggarapan timbunan penuh gundukan material timbunan terbuka yang mudah terpapar hujan. Untuk menghadapi situasi tersebut, kontraktor telah menyiapkan tali air tempat aliran air dari material timbunan dialirkan.

Skema ini membuat air mengalir ke tali air dan tidak melebur secara langsung ke jalan. Cara ini sudah diterapkan kontraktor penggarap tol sejak musim lalu.

"Kalau di [timbunan] kita sudah ada istilahnya tali air. Tali air yang diujung-ujung timbunan itu, nanti akan kita bikinkan semacam saluran air sedalam 30 senti untuk air itu bisa masuk kesitu sehingga tidak langsung ke jalan, jadi air itu bisa kami bikinkan aliran sendiri," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online