PDI Perjuangan DIY Luncurkan BAIS Yogyakarta untuk Soekarno Cup
DPD PDI Perjuangan DIY meluncurkan BAIS Yogyakarta untuk berlaga di Soekarno Cup 2026 dengan target meraih gelar juara.
Pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Sleman, Harda Kiswaya (dua kiri) dan Danang Maharsa (dua kanan), yang maju di Pilkada Sleman dengan nomor urut 2 ini, semakin gencar melakukan kampanye untuk menarik simpati masyarakat Sleman. - ist
SLEMAN—Pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Sleman, Harda Kiswaya dan Danang Maharsa, yang maju di Pilkada Sleman dengan nomor urut 2 ini, semakin gencar melakukan kampanye untuk menarik simpati masyarakat Sleman.
Pasangan ini didukung oleh koalisi besar dari 12 partai politik, yaitu Partai Gerindra, Partai Nasdem, Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Buruh, Partai Gelora, Partai Ummat, PDIP, PKS, PSI, PPP, dan PKB.
Dukungan kuat dari partai-partai ini menjadi modal signifikan bagi Harda dan Danang untuk bersaing dengan pasangan calon nomor urut 1. Kustini Sri Purnomo dan Sukamto, didukung oleh enam partai politik yaitu PAN, Perindo, Garuda, Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), PBB dan Hanura.
Harda Kiswaya dan Danang Maharsa memiliki visi untuk menjadikan Kabupaten Sleman sebagai wilayah yang maju, adil, makmur, lestari, dan berkeadaban.
Visi tersebut diwujudkan melalui enam misi utama, termasuk peningkatan pembangunan manusia lewat pendidikan dan pelatihan, serta jaminan akses kesehatan yang merata.
BACA JUGA: DLH Kota Jogja Masih Rumuskan Mekanisme Pemungutan Retribusi Sampah di Depo
Program Unggulan Harda-Danang
Untuk mencapai visi dan misinya, pasangan Harda-Danang merancang beberapa program prioritas yang berfokus pada kebutuhan masyarakat Sleman. Berikut adalah program-program unggulan mereka:
Program ini bertujuan mengurangi kemiskinan melalui pendidikan. Anak-anak dari keluarga kurang mampu akan difasilitasi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, bekerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan di Sleman dan Yogyakarta.
Menyadari permasalahan sampah yang krusial, Harda-Danang mengusung program ‘Sleman Tuntas Sampah’ untuk menyelesaikan masalah sampah dalam tahun pertama masa jabatan. Program ini akan melibatkan seluruh kalurahan untuk membentuk Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang fokus pada pengelolaan sampah.
Demi mewujudkan pemerintahan yang bebas korupsi, kolusi, dan nepotisme, Harda-Danang akan melakukan reformasi birokrasi. Mereka berencana untuk mendelegasikan kewenangan kepada dinas terkait agar pelayanan publik lebih cepat dan efisien, termasuk dalam perizinan.
Sektor pariwisata menjadi salah satu prioritas dengan tujuan menjadikan Sleman sebagai destinasi wisata unggulan. Pasangan ini akan mengembangkan desa wisata dan melestarikan kearifan lokal, serta melibatkan generasi muda dalam promosi pariwisata Sleman.
Harda-Danang berkomitmen meningkatkan daya saing pasar tradisional agar tidak kalah dengan pasar modern. Selain perbaikan infrastruktur, program ini juga akan mengedepankan digitalisasi dengan menerapkan layanan transaksi digital seperti QRIS, untuk memudahkan pembeli dan meningkatkan layanan pedagang.
Harda-Danang juga menyiapkan program pemberdayaan perempuan agar lebih mandiri secara ekonomi, serta berupaya menekan angka kekerasan dalam rumah tangga di Kabupaten Sleman.
Dengan rangkaian program unggulan ini, Harda Kiswaya dan Danang Maharsa optimistis bahwa mereka dapat membawa perubahan yang lebih baik bagi Kabupaten Sleman. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPD PDI Perjuangan DIY meluncurkan BAIS Yogyakarta untuk berlaga di Soekarno Cup 2026 dengan target meraih gelar juara.
Warga Desa Kahuman, Klaten, menggelar Sendratari Manusuk Sima untuk mengangkat sejarah Upit, permukiman kuno yang telah berusia 1.160 tahun.
BMKG memprakirakan gelombang laut di perairan selatan Bali mencapai 6 meter pada 5-8 Agustus 2026 akibat aktifnya monsun Australia.
BPKH menyalurkan Nilai Manfaat Tahap I 2026 senilai Rp2,06 triliun kepada sekitar 5,7 juta calon jamaah haji reguler dan khusus.
Polsek Semin memeriksa empat saksi dalam kasus pembuangan bayi di Gunungkidul. Polisi memastikan kasus ini tidak terkait peristiwa bunuh diri di Ponjong.
Harga minyak dunia turun dinilai menjadi peluang pemerintah membenahi subsidi BBM, memperkuat stok, dan meningkatkan perlindungan masyarakat rentan.