BEDAH BUKU: DPAD DIY Ajak Warga Produktifkan Lahan Tadah Hujan

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Senin, 11 November 2024 22:57 WIB
BEDAH BUKU: DPAD DIY Ajak Warga Produktifkan Lahan Tadah Hujan

Warga mengikuti bedah buku yang digelar DPAD DIY dan DPRD DIY bertajuk Budi Daya Padi di Lahan Tadah Hujan dengan Teknologi Patbo Super: Hemat Pupuk, Air dan Produktivitas Meningkat di Joglo Guyangan, Kalurahan Wonolelo, Kapanewon Pleret, Senin (11/11/2024). Stefani Yulindriani

JOGJA—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama dengan DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Budi Daya Padi di Lahan Tadah Hujan dengan Teknologi Patbo Super: Hemat Pupuk, Air dan Produktivitas Meningkat di Joglo Guyangan, Kalurahan Wonolelo, Kapanewon Pleret, Senin (11/11).

Anggota DPRD DIY Amir Syarifudin menyampaikan bedah buku tersebut diselenggarakan untuk meningkatkan produktivitas pertanian di DIY. Ada banyak petani tadah hujan di wilayah Wonolelo yang dapat memanfaatkan teknologi Patbo Super untuk budi daya padi.

Patbo Super merupakan teknologi budi daya padi dengan menggunakan bahan organik dan manajemen air untuk meningkatkan indeks pertanian spesifik sawah tadah hujan. “Kami [DPRD dan DPAD] menggelar bedah buku ini dengan kelompok tani untuk mendiskusikan mengenai persediaan pangan dan budi daya padi di lahan tadah hujan,” ujarnya, kemarin.

BACA JUGA: Pelaksanaan Tunggu Pusat, Bantul Siapkan Rp50 Miliar untuk Program Makan Bergizi Gratis

Penulis buku Budi Daya Padi di Lahan Tadah Hujan dengan Teknologi Patbo Super: Hemat Pupuk, Air dan Produktivitas Meningkat, Heru Susanto, mengungkapkan teknologi Patbo Super telah terbukti dapat meningkatkan produktivitas pertanian di lahan tadah hujan di beberapa daerah di Indonesia.

Beberapa petani sebelumnya panen sekali dalam setahun tetapi setelah menggunakan teknologi tersebut, petani dapat panen dua kali dalam setahun. “Dengan catatan manajemen airnya harus baik dan harus ada cadangan air,” ujarnya.

Sebelumnya produktivitas pertanian masih rendah karena mengalami kendala berupa kesuburan yang yang terdegradasi, tingginya evaporasi serta kekeringan karena minimnya air. Aspek penting dalam pertanian lahan tadah hujan yakni menanggulangi masalah keterbatasan air, terutama saat musim kemarau, yang mengakibatkan sering gagal panen dan menanggulangi keterbatasan biofisik lahan.

Dalam buku tersebut dibahas metode menggunakan Patbo Super dan praktik penggunaan teknologi tersebut yang telah dilakukan di berbagai daerah.

Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan DPAD DIY Muhamad Rosyid Budiman mengatakan instansinya mengajak masyarakat untuk meningkatkan minat baca melalui kegiatan bedah buku tersebut. (***)

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online