Dinas Perdagangan Jogja Belum Berencana Tambah Kios Segoro Amarto

Anisatul Umah
Anisatul Umah Senin, 11 November 2024 21:57 WIB
Dinas Perdagangan Jogja Belum Berencana Tambah Kios Segoro Amarto

Foto ilustrasi. Karung beras dagangan di los sembako milik Puji di Pasar Beringharjo, - Harian Jogja/ Alfi Annissa Karin

Harianjogja.com, JOGJADinas Perdagangan (Disdag) Kota Jogja menyebut belum ada rencana penambahan Kios Segoro Amarto. Saat ini Kios Segoro Amarto ada di empat pasar yakni Pasar Sentul, Pasar Beringharjo, Pasar Prawirotaman, dan Pasar Kranggan.

"[saat ini] belum ada [rencana penambahan]," kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Jogja, Veronica Ambar Ismuwardani, Senin (11/11/2024).

Menurutnya empat Kios Segoro Amarto di Kota Jogja masih cukup dalam upaya pengendalian dan pemantauan harga. Ia berharap agar ada penambahan di tahun depan. "Sementara empat dulu sudah cukup," katanya.

Kios Segoro Amarto merupakan inovasi dalam pengendalian inflasi. Berperan sebagai titik pantauan harga rujukan untuk bahan pokok di pasar rakyat.

BACA JUGA: Tabrakan Beruntun Tol Cipularang, Truk Rem Blong Tabrak Lima Mobil

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Ibrahim memperkirakan inflasi DIY terus terjaga pada kisaran target. Didukung oleh upaya TPID DIY dalam kerangka Ketersediaan pasokan, Keterjangkauan harga, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif (4K).

Melalui penguatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) DIY 2024, diantaranya pelaksanaan operasi pasar atau pasar murah yang diperkuat dengan optimalisasi Kios Segoro Amarto sebagai price reference store untuk
menjaga daya beli.

Kemudian kampanye belanja bijak, penguatan Kerjasama Antar Daerah (KAD) baik antar provinsi maupun intra provinsi, implementasi Masyarakat lan Pedagang Tanggap Inflasi (Mrantasi) dalam rangka meningkatkan literasi kepada pedagang pasar dan masyarakat. Juga pengembangan Geographic Information System (GIS) sebagai geoportal dalam optimalisasi monitoring produksi dan penggunaan lahan, dan upaya lainnya.

"Wujud komitmen BI, pemerintah, serta seluruh stakeholder dalam mencapai inflasi 2024 sesuai target sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen."

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online