Nelayan Bantul Kembali Melaut, Gelombang 4 Meter Mengintai
Nelayan Bantul kembali melaut setelah gelombang tinggi mereda. BMKG mengingatkan potensi gelombang 2,5-4 meter di perairan selatan DIY.
Calon Wakil Walikota (Wawali) Jogja nomor urut 1 Sri Widya Supena saat berbincang dengan wartawan di kawasan Umbulharjo Selasa (12/11/2024)./ Harian Jogja - Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA - Calon Wakil Walikota (Wawali) Jogja nomor urut 1 Sri Widya Supena mengungkapkan Strategi dalam menggaet suara anak-anak muda di wilayah ini pada Pilkada mendatang. Generasi milenial dan generasi Z memang mendominasi daftar pemilih tetap (DPT) di Pilkada 2024 sehingga sangat menentukan dengan angka 51 persen.
Supena mengatakan, pentingnya memberikan ruang dan akses bagi anak muda di kota ini. Menurutnya, anak muda Jogja memiliki potensi yang luar biasa dan mereka membutuhkan dukungan untuk mengembangkan diri, terutama dalam hal-hal sederhana seperti pengurusan izin usaha dan kolaborasi dengan pelaku bisnis.
"Anak muda butuh ruang dan akses karena mereka lebih senang ditemani. Banyak potensi dari anak muda Jogja yang luar biasa dan kami ingin membantu mereka, baik dalam hal administrasi maupun menghubungkan mereka dengan pelaku bisnis yang lebih berpengalaman," ungkapnya, Selasa (12/11/2024) saat berbincang dengan wartawan di kawasan Umbulharjo.
Ia mengakui bahwasanya sebelum terjun ke politik praktis sosok yang sukses di dunia bisnis ini sama sekali jarang membranding dirinya ke masyarakat umum sehingga ketika memutuskan ikut di Pilkada 2024, ia rajin terjun ke kampung dan RW dengan berbagai macam strategi kampanye dengan menggaet anak muda.
"Tiga bulan terakhir saya gencar turun ke kampung dan RW dengan berbagai program seperti ngopi bareng anak muda, ketemu berbagai komunitas dan membuka pelatihan bisnis digital," jelasnya.
Berbagai program yang yang dicanangkannya juga dialami mewakili kebutuhan anak muda seperti akses pekerjaan, pendidikan gratis dan juga hunian terjangkau. Oleh karena itu, ia berharap agar generasi muda tidak hanya menggunakan hak pilihnya saat Pilkada, tetapi juga aktif berpartisipasi dalam berbagai program yang telah disiapkan.
"Data menunjukkan bahwa dari 100 lulusan SMA/SMK di Jogja hanya 11 yang melanjutkan ke perguruan tinggi. Kami ingin mengubah hal itu dengan memberikan akses pendidikan yang lebih luas," tambahnya.
Terkait masalah hunian terjangkau, Supena menyampaikan bahwa kondisi di Jogja saat ini menunjukkan bahwa 65 persen penduduknya memiliki rumah, tetapi sebagian besar status hak miliknya belum jelas. Selain itu, sekitar 20.000 warga dengan KTP Jogja memilih tinggal di luar kota karena harga hunian yang semakin mahal.
Untuk itu, pihaknya menawarkan solusi hunian vertikal dengan bekerja sama dengan pemerintah pusat yang memiliki program 16 juta rumah. Konsepnya adalah pembangunan hunian di atas pasar yang tidak hanya berfungsi pada siang hari, tetapi juga malam hari, sehingga meningkatkan perputaran ekonomi.
"Jogja sangat membutuhkan hunian terjangkau dengan harga sekitar 150-160 juta. Kami juga akan menata kawasan bantaran sungai yang kumuh untuk dijadikan hunian dan ruang terbuka hijau publik," paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nelayan Bantul kembali melaut setelah gelombang tinggi mereda. BMKG mengingatkan potensi gelombang 2,5-4 meter di perairan selatan DIY.
BPS mencatat inflasi Indonesia September 2026 sebesar 0,3% secara bulanan dan 3,28% secara tahunan, dengan cabai jadi pemicu utama.
BPJS Kesehatan mengeluarkan lebih dari Rp100 triliun untuk 172,3 juta kasus penyakit jantung sepanjang 2015-2025.
Pengguna iPhone 18 Pro dan Pro Max mengeluhkan speaker berbunyi kresek, klik, dan letupan. Penyebabnya belum diketahui.
Prediksi susunan pemain Timnas Indonesia vs Bangladesh. John Herdman berpeluang memakai 3-4-3 untuk mengejar kemenangan dengan selisih gol.
Harta Listyo Sigit dalam LHKPN 2025 mencapai Rp15,34 miliar. Simak rincian tanah, kendaraan, kas, harta bergerak, dan utangnya.