Di Balik Gelar Dunia Yamal Ada Kisah Nenek Naik Bus Diam-Diam
Kisah haru Lamine Yamal di balik gelar Piala Dunia 2026, dari perjuangan nenek imigran hingga pengorbanan sang ibu yang bekerja di restoran.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul dipastikan gelontoran anggaran Rp13 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun depan. Anggaran tersebut akan digunakan untuk menyelesaikan persoalan penyediaan air minum di Bumi Projotamansari.
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Bantul Jimmy Alran Manumpak Simbolon mengatakan anggaran DAK untuk program pengentasan persoalan penyediaan air minum itu kemungkinan sudah bisa terealiasi pada Juni 2025. Hal ini mengacu kepada tata kala pencairan DAK untuk program tersebut.
"Dan, di DIY, anggaran yang paling besar didapatkan oleh Bantul. Dibandingkan dengan kabupaten lain di DIY, hanya Bantul yang mendapatkan anggaran paling besar untuk program ini," katanya, Kamis (14/11/2024).
Menurut Jimmy, konsep program dari pengentasan persoalan penyediaan air minum di Bantul dengan anggaran DAK tersebut adalah dalam bentuk Pengadaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dan jaringan ke lima kapanewon yang ada di Kabupaten Bantul.
Nantinya DPUPKP yang akan membangunkan Pamsimas dan jaringan ke lima kapanewon agar persoalan pengentasan persoalan penyediaan air minum berjalan dan tepat sasaran.
"Untuk pengelolaan jaringan, nanti kami serahkan ke PDAM Bantul. Salah satu kapanewon yang akan mendapatkan program ini adalah Sedayu," ungkap Jimmy.
Terpisah, Direktur Utama PDAM Tirta Projotamansari Bantul, Arinto Hendro Budiantoro mengaku bersyukur atas adanya DAK untuk program pengentasan persoalan penyediaan air minum. Ia berharap dengan adanya program tersebut bisa menambah cakupan layanan air minum. "Dengan program ini kami harapkan cakupan layanan air minum dari kami bisa lebih luas, dan semakin banyak wilayah di Bantul yang mampu teraliri," kata Arinto.
BACA JUGA: Kementerian PUPR Gelar Pamsimas Water Adventure di Gunungkidul
Diakui Arinto, sampai saat ini, belum semua rumah tangga di Kabupaten Bantul mendapatkan layanan dalam penyediaan air bersih dari PDAM. Pihaknya mencatat kurang dari 20 persen dari jumlah rumah tangga di Kabupaten Bantul yang telah mengakses air bersih dari PDAM.
Arinto menyebutkan sejauh ini pihaknya terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang saat ini total mencapai 46.000 pelanggan se Kabupaten Bantul. Sementara jika dilihat dari tingkat ketersediaan air permukaan yang dimanfaatkan masyarakat Bantul, jelas dia, masih sekitar angka 12,5%,dan tingkat ketersediaan air yang layak saat ini telah mencapai 90 persen, termasuk di dalamnya yang layak konsumsi.
"Sehingga dengan adanya program ini, nati kami akan bisa optimalkan layanan kami. Dan, kami siap untuk mengelola program ini dengan baik ke depan," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kisah haru Lamine Yamal di balik gelar Piala Dunia 2026, dari perjuangan nenek imigran hingga pengorbanan sang ibu yang bekerja di restoran.
BPBD Kabupaten Temanggung menerima permohonan bantuan air bersih dari lima dusun di Desa Gentan dan segera melakukan asesmen lapangan.
Menteri PU Dody Hanggodo membantah terlibat dugaan doxing terhadap dosen UGM Nabiyla Risfa Izzati dan menegaskan dirinya terbuka terhadap kritik.
Andy Burnham resmi menjadi Perdana Menteri Inggris. Simak perjalanan politik mantan jurnalis dan eks Wali Kota Greater Manchester tersebut.
Indonesia menghadapi Kamboja pada laga pembuka SEA V Cup 2026 putaran kedua di Jakarta. Misi balas kekalahan dan buru tiket semifinal.
RUU PFII yang terdiri atas 10 bab dan 73 pasal segera disahkan. Atur insentif pajak, pengadilan khusus, dan pusat finansial internasional Indonesia.