Hainan Larang Mobil Bensin 2030, Jadi Percontohan Kendaraan Listrik
Hainan larang penjualan mobil bensin mulai 2030, target 45% EV. China uji coba elektrifikasi di provinsi kepulauan dengan insentif & kemandirian energi 54%.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul dipastikan gelontoran anggaran Rp13 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun depan. Anggaran tersebut akan digunakan untuk menyelesaikan persoalan penyediaan air minum di Bumi Projotamansari.
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Bantul Jimmy Alran Manumpak Simbolon mengatakan anggaran DAK untuk program pengentasan persoalan penyediaan air minum itu kemungkinan sudah bisa terealiasi pada Juni 2025. Hal ini mengacu kepada tata kala pencairan DAK untuk program tersebut.
"Dan, di DIY, anggaran yang paling besar didapatkan oleh Bantul. Dibandingkan dengan kabupaten lain di DIY, hanya Bantul yang mendapatkan anggaran paling besar untuk program ini," katanya, Kamis (14/11/2024).
Menurut Jimmy, konsep program dari pengentasan persoalan penyediaan air minum di Bantul dengan anggaran DAK tersebut adalah dalam bentuk Pengadaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dan jaringan ke lima kapanewon yang ada di Kabupaten Bantul.
Nantinya DPUPKP yang akan membangunkan Pamsimas dan jaringan ke lima kapanewon agar persoalan pengentasan persoalan penyediaan air minum berjalan dan tepat sasaran.
"Untuk pengelolaan jaringan, nanti kami serahkan ke PDAM Bantul. Salah satu kapanewon yang akan mendapatkan program ini adalah Sedayu," ungkap Jimmy.
Terpisah, Direktur Utama PDAM Tirta Projotamansari Bantul, Arinto Hendro Budiantoro mengaku bersyukur atas adanya DAK untuk program pengentasan persoalan penyediaan air minum. Ia berharap dengan adanya program tersebut bisa menambah cakupan layanan air minum. "Dengan program ini kami harapkan cakupan layanan air minum dari kami bisa lebih luas, dan semakin banyak wilayah di Bantul yang mampu teraliri," kata Arinto.
BACA JUGA: Kementerian PUPR Gelar Pamsimas Water Adventure di Gunungkidul
Diakui Arinto, sampai saat ini, belum semua rumah tangga di Kabupaten Bantul mendapatkan layanan dalam penyediaan air bersih dari PDAM. Pihaknya mencatat kurang dari 20 persen dari jumlah rumah tangga di Kabupaten Bantul yang telah mengakses air bersih dari PDAM.
Arinto menyebutkan sejauh ini pihaknya terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang saat ini total mencapai 46.000 pelanggan se Kabupaten Bantul. Sementara jika dilihat dari tingkat ketersediaan air permukaan yang dimanfaatkan masyarakat Bantul, jelas dia, masih sekitar angka 12,5%,dan tingkat ketersediaan air yang layak saat ini telah mencapai 90 persen, termasuk di dalamnya yang layak konsumsi.
"Sehingga dengan adanya program ini, nati kami akan bisa optimalkan layanan kami. Dan, kami siap untuk mengelola program ini dengan baik ke depan," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hainan larang penjualan mobil bensin mulai 2030, target 45% EV. China uji coba elektrifikasi di provinsi kepulauan dengan insentif & kemandirian energi 54%.
Polisi mengungkap motif ancaman bom di SDN Srengseng Sawah dipicu persoalan seragam sekolah. Pelaku terancam hukuman hingga penjara seumur hidup.
Haier akan meluncurkan produk rumah pintar berbasis AI di Indonesia secara bertahap untuk memperkuat pasar dan memenuhi kebutuhan konsumen.
Kemenhut mendorong hilirisasi 10 komoditas perhutanan sosial melalui pembentukan klaster untuk memperkuat pasar hingga ekspor.
Sleman mengusulkan 87 formasi CPNS kesehatan ke KemenPAN-RB dan menyiapkan rekrutmen 92 pegawai BLUD untuk memenuhi kebutuhan layanan.
Komunitas Ojol Solusi Bantul membagikan paket sembako kepada driver ojol yang sudah tidak bekerja sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian.