Ahli Bendungan Gelar Pertemuan di UGM, Bahas Isu Pangan hingga Energi

Sunartono
Sunartono Minggu, 17 November 2024 06:07 WIB
Ahli Bendungan Gelar Pertemuan di UGM, Bahas Isu Pangan hingga Energi

Ratusan pakar hingga praktisi ahli bidang bendungan mengikuti pertemuan bertajuk Seminar Nasional Komite Nasional Indonesia untuk Bendungan Besar (KNIBB) – National Committee on Large Dams (INACOLD) di GIK UGM. Sejumlah isu penting di tanah air akan dibahas selama beberapa hari dalam pertemuan tersebut. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Ratusan pakar hingga praktisi ahli bidang bendungan mengikuti pertemuan bertajuk Seminar Nasional Komite Nasional Indonesia untuk Bendungan Besar (KNIBB) – National Committee on Large Dams (INACOLD) di GIK UGM. Sejumlah isu penting di tanah air akan dibahas selama beberapa hari dalam pertemuan tersebut.

Ketua Panitia Adenan Rasyid mengatakan kegiatan itu diikuti 900 peserta mulai dari profesional, kontraktor, pemerintah, komunitas bidang pengairan dengan 135 makalah akan dipresentasikan. Ia mengatakan INACOLD merupakan komunitas bendungan yang terafiliasi dengan 106 negara. Dalam pertemuan ini akan melakukan share pengetahuan untuk meneruskan perjuangan bidang pangan dan energi.

"Para profesional ini sangat membutuhkan wadah untuk update pengetahuan, sehingga pertemuan ilmiah ini sangat dibutuhkan. Salah satunya isu yang dibahas tentu berkaitan dengan pangan dan energi yang erat kaitan dengan pengairan," katanya dalam pembukaan acara di GIK UGM, Sabtu (16/11/2024) malam.

Sekda DIY Beny Suharsono mengatakan pertemuan itu menjadi momentum penting untuk berdiskusi tentang inovasi dan solusi dalam pengelolaan bendungan yang berkelanjutan. Hal ini tidak lepas perubahan iklim membawa konsekuensi yang tidak dapat diabaikan, mulai dari dari risiko bencana hidrologi hingga tantangan dalam menjaga kualitas dan kuantitas sumber daya air. "Dalam situasi ini, kita harus terus berinovasi, menciptakan teknologi dan pendekatan baru yang adaptif serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat," katanya.

Ia berharap pertemuan itu mampu melahirkan terobosan yang tidak hanya sekadar memenuhi standar teknis, tetapi juga menyentuh dimensi sosial dan lingkungan. "Mari kita bangun bendungan-bendungan yang kokoh, adaptif, dan senantiasa ramah terhadap alam," katanya. Dalam pembukaan juga dihadiri Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti serta sejumlah pejabat di Direktorat Sumber Daya Air serta para akademisi dari UGM serta kampus lain dengan bidang ilmu yang releva.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online