Jogja Siap Pecahkan Rekor MURI 1.000 Difabel Tuli
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Ketua Satgas Pengelolaan Sampah Gamping yang juga Panewu Gamping, Tamzis Sarwana, saaat ditemui usai pengukuhan, di Joglo Resodinomo, Gamping, Kamis (21/11/2024)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN—Kapanewon gamping membentuk Satgas Pengelolaan Sampah, yang dikukuhkan di Joglo Resodinomo, Kamis (21/11/2024). Melalui satgas ini diharapkan pengelolaan sampah di wilayah tersebut berjalan lebih optimal.
PJs Bupati Sleman, Kusno Wibowo, menjelaskan Satgas Pengelola Sampah ini merupakan salah satu sarana untuk mendorong kesadaran dan memberikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya upaya penanganan sampah sejak dari tempat penghasil sampah secara bijak dengan tetap memperhatikan kelestarian di lingkungan sekitarnya.
"Satgas pengelolaan sampah memiliki tugas yang cukup berat dan mulia yakni melaksanakan, mengendalikan dan pengawasan implementasi pengelolaan sampah, menyelesaikan permasalahan persampahan," ujarnya dalam mengukuhkan Satgas Pengelolaan Sampah Gamping.
Pembentukan satgas pengelolaan sampah ini merupakan salah satu upaya dalam menyikapi permasalahan sampah saat ini.
Ia berharap, satgas pengelolaan sampah dapat berkolaborasi dan bersinergi dalam menciptakan solusi yang efektif dalam pengelolaan sampah, baik di tingkat rumah tangga, kawasan perumahan, maupun tempat-tempat publik lainnya.
"Satgas pengelola sampah ini bukan hanya sebuah lembaga yang bekerja secara administratif, tetapi lebih dari itu, Satgas ini harus mampu menjadi garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat untuk lebih bijak dalam memilah sampah dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai," jelasnya.
BACA JUGA: Pemkab Siapkan Rp52,7 Miliar untuk Makan Bergizi Gratis, Defisit APBD Bantul Kian Dalam
Selain Gamping, Satgas Pengelolaan Sampah tingkat kapanewon juga sudah dibentuk di beberapa kapanewon lainnya. Ia menargetkan seluruh kapanewon di Sleman nantinya memiliki Satgas Pengelolaan Sampah.
Ketua Satgas Pengelolaan Sampah Gamping yang juga Panewu Gamping, Tamzis Sarwana, menuturkan setelah pengukuhan ini, pihaknya akan menggerakkan pengelolaan sampah pada tingkat kalurahan, yang sudah disosialisasikan agar menganggarkan khusus pengelolaan sampah.
“Di tingkat kalurahan harus ada anggaran khusus untuk pengelolaan sampah. Prioritasnya adalah sampah, stunting dan kemiskinan. Kemudian yang perlu dikerjakan adalah penyadaran dan edukasi secara terus-menerus kepada masyarakat Gamping,” paparnya.
Kemudian ke depan di setiap padukuhan akan diwajibkan memiliki bank sampah, dimana di Gamping terdapat 59 padukuhan. “Sekarang baru sekitar 10 persen yang memiliki bank sampah. Kalau sudah ada bank sampah artinya sudah terkelola terutama yang anorganik,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
1.600 penginapan tanpa izin terancam dihapus dari Airbnb, Agoda, dan Traveloka mulai 1 Agustus 2026.
Marc Marquez berpeluang comeback di MotoGP Italia 2026 usai pulih dari cedera kaki dan operasi bahu. Ducati masih menunggu hasil tes medis terakhir di Mugello.
Frank Lampard raih penghargaan pelatih terbaik LMA setelah bawa Coventry City promosi ke Premier League. Simak profil prestasi Lampard dan para pemenang lainnya
Rekomendasi HP baterai jumbo 7000 mAh terbaik 2026 untuk driver ojol. Performa stabil, anti panas, dan awet seharian di jalan. Simak daftar lengkapnya.
PDIP Kota Jogja tekankan Iduladha 1447 H sebagai momentum solidaritas sosial dan rencana kurban 5 sapi 4 kambing.