Pilur Gunungkidul 2026, 31 Kalurahan Segera Bentuk Panitia Pemilihan
Pilur Gunungkidul 2026 segera dimulai. Regulasi hampir rampung, 31 kalurahan siap gelar pemilihan lurah serentak mulai Juni.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman, Ahmad Baehaqi (Harian Jogja/Jumali)
Harianjogja.com, SLEMAN—KPU Sleman menargetkan 77% partisipasi pemilih di Pilkada 2024. Jumlah ini hampir sama dengan gelaran pemilihan pada lima tahun yang lalu.
Ketua KPU Sleman, Ahmad Baehaqi mengatakan, pihaknta realistis dan tidak mematok target yang muluk-buluk berkaitan dengan tingkat partisipasi pemilih di pilkada tahun ini. Menurut dia, antusiasme warga menjadi kendala dikarenakan animonya tidak sebaik saat penyelenggaraan pemilihan presiden atau pemilihan legislatif.
BACA JUGA: Kesiapan Pilkada Sleman, KPU: Sudah 100 Persen
Sebagai gambaran, pada pemilu yang terselenggara 14 Februari 2024 lalu, tingkat partisipasi untuk pileg menembus 87%. Jumlah lebih tinggi lagi dicatatkan untuk pemilihan presiden yang menembus 91%.
“Makanya kami hanya mematok partisipasi pemilih di angka 77% atau hampir sama dengan penyelenggaraan Pilkada 2020,” kata Baehaqi, Selasa (26/11/2024).
Ia berpendapat, antusias warga mengikuti pilkada berkurang karena banyak calon pemilih yang berada di luar daerah. Oleh karena itu, pada saat pencoblosan berlangsung banyak yang tidak menggunakan hak suaranya.
“Kalau mau memilih harus balik ke Sleman. Ini yang menjadi kendala sehingga jumlah partisipasi pemilih tak setinggi pileg atau pilpres,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui sudah melakukan sosialisasi tentang penyelenggaraan pilkada secara maksimal. Pasalnya, kegiatan tidak hanya melibatkan PPK maupun PPS, tapi juga mengajak berbagai kalangan mulai dari kelompok disabilitas, tokoh agama hingga tokoh Masyarakat.
“Mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar dan target partisipasi 77% bisa terlampui,” ungkapnya.
Anggota KPU Sleman Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Sleman Arif Setiawan menambahkan, DPT Pilkada sebanyak 853.209 jiwa. Jumlah ini tersebar di 1.731 tempat pemungutan suara (TPS) di 17 kapanewon di Kabupaten Sleman.
“Jumlah pemilih ini terdiri dari pemilih perempuan sebanyak 438.669 jiwa dan pemilih laki-laki sebanyak 414.540 orang,” kata Arif.
Dia menjelaskan, Kapanewon Depok menjadi wilayah dengan pemilih terbanyak, yakni sebanyak 96.193 jiwa. Selanjutnya, ada Kapanewon Ngaglik sebanyak 78.246 pemilih, Gamping sebanyak 74.010 pemilih dan Mlati sebanyak 73.272 pemilih.
“Untuk kapanewon dengan pemilih terendah ada di Cangkringan dengan jumlah pemilih sebanyak 24.736 orang," kata Arif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur Gunungkidul 2026 segera dimulai. Regulasi hampir rampung, 31 kalurahan siap gelar pemilihan lurah serentak mulai Juni.
Pemadaman listrik massal di Sumatera picu keluhan warga. PLN akui gangguan sistem, namun pelanggan soroti minimnya respons.
DPRD DIY ungkap persoalan serius perfilman Jogja, dari perizinan hingga perlindungan pekerja. Raperda disiapkan untuk menata industri.
Kemenko PMK dan TWC perkuat 10 sekolah di Sesar Opak lewat program SPAB. Momentum 20 tahun Gempa Jogja dorong budaya sadar bencana.
Apple uji iPhone 19 Pro dengan layar melengkung 4 sisi dan Face ID di bawah layar. Desain futuristik diprediksi hadir pada 2027.
Listrik padam total di Sumatera Bagian Tengah dan Utara sejak Jumat malam. PLN ungkap gangguan sistem, warga Pekanbaru terdampak luas.