Hyundai Tarik Ratusan Ribu Mobil Gara-gara Risiko Rem Mendadak
Hyundai recall 421 ribu mobil di AS akibat risiko rem mendadak dari error software kamera depan pada model 2025–2026.
Ilustrasi salah satu difabel mengikuti ujian SIM D di Satlantas Polres Bantul./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Sosial (Dinsos) Bantul membuka layanan SIM D gratis bagi kalangan penyandang disabilitas di Bumi Projotamansari. Untuk mendapatkan SIM D gratis, difabel di Bantul tinggal mendaftar ke Kantor Dinsos Bantul.
"Nanti kami antar untuk mengikuti tahapan yang ada di Polres Bantul untuk mendapatkan SIM D," kata Kepala Dinsos Bantul, Gunawan Budi Santoso, Rabu (4/12/2024).
Gunawan menambahkan layanan gratis tersebut sudah mulai berjalan pada 2024. Sejauh ini sudah ada 46 penyandang disabilitas di Bantul yang telah mendaftar. Kini mereka sudah mendapatkan SIM D yang difasilitasi oleh Dinsos Bantul.
Diharapkan dengan adanya SIM D, kata Gunawan, disabilitas di Bantul akan lebih tenang dalam melakukan aktivitas sehari-hari. "Karena selama ini kan mereka masih mengalami kendala karena tidak memiliki SIM D. Untuk layanan ini, baru pertama kali ada layanan ini di Bantul," jelasnya.
Menurut Gunawan, sebelum akhirnya memberikan layanan SIM D gratis, Dinsos telah bertemu dengan komunitas difabel di Bumi Projotamansari. Dalam pertemuan tersebut, Dinsos akhirnya memberikan peluang kepada para disabilitas mendapatkan layanan SIM D gratis. "Untuk teknisnya, mereka bisa mendaftar di tempat kami. Nanti kami fasilitasi, baik untuk tes kesehatan hingga tes berkendara yang digelar di Mapolres Bantul," ujar dia.
Sementara terkait dengan penentuan disabilitas yang mendapatkan SIM D, Gunawan menyatakan semua menjadi tanggungjawab dari Polres Bantul. "Karena kami hanya memfasilitasi. Untuk kuota tidak kami batasi. Siapa yang mendaftar di kantor kami, akan kami fasilitasi. Soal lolos tidaknya, tergantung Polres Bantul," ujar dia.
Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul, Agus Budi Raharja mengungkapkan layanan yang diberikan oleh Dinsos tersebut adalah upaya dari Pemkab Bantul untuk memenuhi kebutuhan disabilitas di Bantul.
BACA JUGA: Puluhan Difabel Ikuti Ujian SIM D Kolektif di Polres Bantul, Begini Prosedur Ujiannya
Agus mengungkapkan, Pemkab ingin agar dari tahun ke tahun, disabilitas terfasilitasi dengan baik dan bisa mandiri. "Termasuk, upaya kami memfasilitasi mereka agar mandiri dalam hal menjaga roda perekonomian," jelasnya.
Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widyana mengungkapkan ada 24 difabel yang telah mengikuti ujian dan mendapatkan SIM D. Mereka menjalani tes praktik dengan mengendarai sepeda motor yang telah dimodifikasi. Sejauh ini, kata Jeffry, tes yang dijalani oleh disabilitas asal Bantul berjalan baik dan tidak ada kendala. "Untuk tahapannya, sejatinya hampir sama dengan tes pemohon SIM lainnya. Mereka harus sehat jasmani dan rohani dan menunjukkan surat keterangan dokter dan psikologi yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Panembahan Senopati," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hyundai recall 421 ribu mobil di AS akibat risiko rem mendadak dari error software kamera depan pada model 2025–2026.
China meluncurkan Shenzhou-23 dengan misi eksperimen tinggal satu tahun di stasiun antariksa Tiangong di tengah persaingan antariksa dengan AS.
Mendag Budi Santoso memastikan kewajiban DMO CPO tetap berlaku meski ekspor komoditas strategis nantinya dilakukan melalui PT DSI.
Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada 1.000 perwira TNI-Polri di Seskoad Bandung, sekaligus meresmikan perpustakaan dan museum
BGN berkoordinasi dengan Satgas MBG Polri untuk mengusut maraknya dugaan penipuan jual beli titik SPPG program Makan Bergizi Gratis.
KPK memeriksa tiga ASN Kemenhub sebagai saksi kasus dugaan suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api DJKA Kemenhub.