Permintaan iPhone Meledak, Apple Mengaku Kewalahan
Apple kewalahan hadapi lonjakan permintaan iPhone di kuartal III 2026. Tim Cook akui pasokan tak cukup. Simak dampaknya bagi konsumen
Ilustrasi salah satu difabel mengikuti ujian SIM D di Satlantas Polres Bantul./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Sosial (Dinsos) Bantul membuka layanan SIM D gratis bagi kalangan penyandang disabilitas di Bumi Projotamansari. Untuk mendapatkan SIM D gratis, difabel di Bantul tinggal mendaftar ke Kantor Dinsos Bantul.
"Nanti kami antar untuk mengikuti tahapan yang ada di Polres Bantul untuk mendapatkan SIM D," kata Kepala Dinsos Bantul, Gunawan Budi Santoso, Rabu (4/12/2024).
Gunawan menambahkan layanan gratis tersebut sudah mulai berjalan pada 2024. Sejauh ini sudah ada 46 penyandang disabilitas di Bantul yang telah mendaftar. Kini mereka sudah mendapatkan SIM D yang difasilitasi oleh Dinsos Bantul.
Diharapkan dengan adanya SIM D, kata Gunawan, disabilitas di Bantul akan lebih tenang dalam melakukan aktivitas sehari-hari. "Karena selama ini kan mereka masih mengalami kendala karena tidak memiliki SIM D. Untuk layanan ini, baru pertama kali ada layanan ini di Bantul," jelasnya.
Menurut Gunawan, sebelum akhirnya memberikan layanan SIM D gratis, Dinsos telah bertemu dengan komunitas difabel di Bumi Projotamansari. Dalam pertemuan tersebut, Dinsos akhirnya memberikan peluang kepada para disabilitas mendapatkan layanan SIM D gratis. "Untuk teknisnya, mereka bisa mendaftar di tempat kami. Nanti kami fasilitasi, baik untuk tes kesehatan hingga tes berkendara yang digelar di Mapolres Bantul," ujar dia.
Sementara terkait dengan penentuan disabilitas yang mendapatkan SIM D, Gunawan menyatakan semua menjadi tanggungjawab dari Polres Bantul. "Karena kami hanya memfasilitasi. Untuk kuota tidak kami batasi. Siapa yang mendaftar di kantor kami, akan kami fasilitasi. Soal lolos tidaknya, tergantung Polres Bantul," ujar dia.
Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul, Agus Budi Raharja mengungkapkan layanan yang diberikan oleh Dinsos tersebut adalah upaya dari Pemkab Bantul untuk memenuhi kebutuhan disabilitas di Bantul.
BACA JUGA: Puluhan Difabel Ikuti Ujian SIM D Kolektif di Polres Bantul, Begini Prosedur Ujiannya
Agus mengungkapkan, Pemkab ingin agar dari tahun ke tahun, disabilitas terfasilitasi dengan baik dan bisa mandiri. "Termasuk, upaya kami memfasilitasi mereka agar mandiri dalam hal menjaga roda perekonomian," jelasnya.
Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widyana mengungkapkan ada 24 difabel yang telah mengikuti ujian dan mendapatkan SIM D. Mereka menjalani tes praktik dengan mengendarai sepeda motor yang telah dimodifikasi. Sejauh ini, kata Jeffry, tes yang dijalani oleh disabilitas asal Bantul berjalan baik dan tidak ada kendala. "Untuk tahapannya, sejatinya hampir sama dengan tes pemohon SIM lainnya. Mereka harus sehat jasmani dan rohani dan menunjukkan surat keterangan dokter dan psikologi yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Panembahan Senopati," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Apple kewalahan hadapi lonjakan permintaan iPhone di kuartal III 2026. Tim Cook akui pasokan tak cukup. Simak dampaknya bagi konsumen
Polresta Sleman meningkatkan penanganan dugaan kekerasan seksual yang melibatkan mahasiswa UAD saat KKN ke tahap penyidikan. Pemeriksaan saksi dijadwalkan berla
Uni Eropa menginvestasikan 10 miliar euro atau sekitar Rp207 triliun untuk membangun tujuh pabrik AI raksasa. Proyek ini ditujukan untuk memperkuat posisi Eropa
Pemkot Jogja mendorong Koperasi Kelurahan Merah Putih menjadi agregator produk UMKM dan kebutuhan pokok. Produk dari Bantul dan Sleman berpeluang dipasarka
Filipina bangkit dari tertinggal dan gulung Laos 4-1. Kartu merah di menit 12 ubah jalannya laga. Klasemen Grup A makin ketat.
Maestro seni rupa Indonesia Nasirun meninggal dunia pada usia 60 tahun. Sahabat dan kolega mengenang hari-hari terakhir, tawa, serta warisan besar yang ditingga