WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Harda Kiswaya dan Danang Maharsa resmi mendaftarkan diri sebagai calon bupati dan wakil bupati ke KPU Sleman, Kamis (29/8/2024)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Bupati terpilih Sleman, Harda Kiswaya berkomitmen untuk menangani persoalan sampah di Sleman. Dia berjanji mengevaluasi dan membuat strategi penanganan sampah ke depan dengan melibatkan berbagai pihak.
Harda menjelaskan dalam penangnan sampah, pihaknya akan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk komunitas dan unit usaha yang bergerak di bidang pengolahan sampah. Mereka dinilai bisa berkontribusi dalam pengolahan sampah dan menjadikannya bernilai ekonomis.
BACA JUGA: Unggul di Pilkada Sleman 2024, Harda-Danang Siapkan Program 100 Hari Kerja
“Komitmen saya untuk Sleman tuntas sampah, ini [komunitas dan unit usaha] merupakan salah satu yang akan kami ajak kerja sama. Bagaimana sampah-sampah di Sleman nanti bisa menjadi produk ekonomis yang bagus,” ujarnya, Selasa (10/12/2024).
Pihaknya juga akan berkolaborasi dengan semua stakeholder yang ada di Sleman, seperti kelurahan, swasta, akademisi dan pemerintah kabupaten. “Akan kami buat kolaborasikan, sehingga betul-betul Sleman tuntas sampah bisa terwujud di tahun pertama saya bekerja,” ungkapnya.
Dengan adanya Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan penanganan sampah yang sudah ada saat ini, menurutnya masih perlu dievaluasi kembali kinerjanya. “Saya evaluasi dulu apa yang sudah dikerjakan Bu Kustini, lalu apa yang harus saya lakukan dari hasil evaluasi itu,” katanya.
BACA JUGA: Hitung Cepat Raih 62,14 Persen, Harda-Danang Mengklaim Kemenangan di Pilkada Sleman
Ia juga mengungkapkan akan ada tambahan TPST yang berlokasi di Sleman bagian tengah, untuk lebih mengoptimalkan pengelolaan sampah. “Apa yang sudah jalan ini kita evaluasi. Dimana yang sudah baik kita jalankan, yang belum kita sesuaikan dengan hasil evaluasi,” paparnya.
Seperti diketahui, Sleman saat ini memiliki dua TPST utama yang digunakan untuk pengolahan sampah, yakni TPST Tamanmartani dan TPST Minggir. Namun pengolahan di keduanya belum berjalan optimal karena baru bisa mengolah 65 ton per hari.
Selain di dua TPST tersebut, Pemkab Sleman juga memberdayakan kalurahan untuk mengelola sampah di wilayah masing-masing. Setiap kalurahan mendapat dana keistimewaan berupa Bantuan Keuangan Khusus (BKK) yang salah satunya untuk penanganan sampah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Cara menyimpan daging kurban agar tahan hingga 3 bulan. Hindari kesalahan umum seperti mencuci sebelum disimpan.
Sapi kurban Presiden Prabowo seberat 930 kg disembelih di Masjid Raya Klaten dengan teknik gesper, proses cepat dan minim stres.
Rupiah tembus Rp17.800 per dolar AS, Menkeu pastikan APBN tetap aman dan pemerintah siapkan langkah penguatan.
Prancis pertimbangkan gugatan hukum terhadap Israel usai insiden kekerasan terhadap aktivis flotilla bantuan Gaza.
Kemendikdasmen kucurkan Rp2 miliar bangun SD Muhammadiyah 2 Sorong yang rawan banjir, perkuat pendidikan di wilayah 3T.