Epson Hadirkan Pengalaman Nonton Bioskop di Rumah lewat Lifestudio Grand Plus EH-LS970
Epson menghadirkan Lifestudio Grand Plus EH-LS970B, proyektor ultra-short-throw terbaru dengan desain all-in-one yang dilengkapi sistem audio Sound by Bose
UKDW turut aktif dalam Kongres V Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) DIY di DPD RI Kantor Perwakilan DIY, hari Rabu (18/12/2024)./Istimewa
JOGJA—Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta berperan aktif dalam sinergi multiheliks untuk mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan penanggulangan bencana yang inklusif di DIY. Hal ini disampaikan oleh Rektor UKDW, Dr.-Ing. Wiyatiningsih, S.T., M.T. dalam acara Kongres V Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) DIY di DPD RI Kantor Perwakilan DIY, hari Rabu (18/12/2024).
Kongres V FPRB DIY yang bertemakan Guyub, Nyawiji, Kolaborasi, & Migunani ini mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan yang menjadi kunci kekuatan dalam menghadapi tantangan kebencanaan.
FPRB diharapkan dapat terus berpartisipasi aktif dalam mewujudkan kesiapsiagaan masyarakat untuk menghadapi bencana sehingga dapat mewujudkan Yogyakarta tangguh bencana.
Dr.-Ing. Wiyatiningsih, S.T., M.T. yang menjadi narasumber dalam Kongres V FPRB DIY mengatakan pentingnya sinergi pemerintah, komunitas, dan dunia usaha dalam menjalankan program Disaster Awareness Community (DAC).
Sinergi tersebut akan menghasilkan kekuatan yang solid dalam mewujudkan kehidupan yang harmoni dengan risiko bencana. “Masyarakat perlu membangun komunitas sadar bencana, sehingga kesadaran dan kemampuan mereka dalam menghadapi bencana dapat diperbaharui secara terus-menerus,” kata dia.
UKDW telah berpartisipasi secara aktif baik itu dalam riset-riset terkait kebencanaan, pengabdian kepada masyarakat, bahkan dalam kurikulum pendidikan dan pengajaran.
Di mana kurikulum kebencanaan menjadi salah satu materi yang diajarkan di Prodi Magister Arsitektur. “Selain itu, UKDW juga memiliki pusat studi multidisipliner yang fokus pada inklusivitas dan kebencanaan yakni Pusat Studi Disabilitas dan Desain Inklusif serta Pusat Studi Centre for Disaster Risk Management and Sustainable Development,” ujar dia.
UKDW juga turut berkontribusi dalam membangun Disaster Awareness Community dan Resilience Community dengan mengembangkan aplikasi berbasis web Peta Gereja Tangguh Bencana di Palu dan Yogyakarta.
Aplikasi ini merupakan produk dari program KKN Tematik Kebencanaan untuk membantu persiapan warga setempat sehingga mereka lebih peka dan waspada dalam menghadapi bencana.
Selain itu, UKDW yang bekerjasama dengan Yakkum Emergency Unit (YEU) juga telah menghasilkan pemodelan Inclusive Emergency Medical Shelter untuk para korban di lokasi bencana, serta purwarupa sistem jalur evakuasi mandiri Merapi Rescue Community (MRC) untuk ide inovasi aksi inklusi. “UKDW juga berkolaborasi dengan 7 PTS anggota Badan Kerja Sama Pendidikan Tinggi Kristen di Indonesia (BK-PTKI) dalam hal penelitian dan pengabdian masyarakat yang bertema kebencanaan, pembangunan berkelanjutan, dan inklusivitas,” kata dia.
FPRB DIY merupakan sebuah wadah yang beranggotakan pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, dan akademisi. Sebuah platform strategis untuk koordinasi multipihak dalam upaya pengurangan risiko bencana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Epson menghadirkan Lifestudio Grand Plus EH-LS970B, proyektor ultra-short-throw terbaru dengan desain all-in-one yang dilengkapi sistem audio Sound by Bose
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Dana pendidikan gratis Rp93,7 triliun masih berupa hitungan awal. Mendiktisaintek akan membahasnya bersama Kemenkeu dan Danantara.
Harga iPhone 2027 berpotensi naik akibat biaya memori meningkat. Apple disebut sudah menyepakati harga RAM dan NAND Samsung untuk awal 2027.
Sleman Creative Weeks 2026 menghadirkan empat agenda seni dan budaya mulai 27 September hingga Oktober, termasuk festival film dan layang-layang.