Investor Reksa Dana di DIY Tumbuh 40,16%, Capai 375.672 SID
Jumlah investor reksa dana di DIY mencapai 375.672 SID pada Agustus 2026, tumbuh 40,16% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Perguruan Tinggi - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Wilayah V DIY, Fathul Wahid menyampaikan sejumlah tantangan masih akan dihadapi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di DIY tahun depan.
Dia mengatakan salah satu tantangannya adalah penurunan jumlah mahasiswa. Menurutnya ini tidak terjadi di semua PTS, akan tetapi kecenderungannya umum. Penyebabnya beragam dan perlu diverifikasi dengan data.
BACA JUGA : Daftar 8 PTS di Jogja Terakreditasi Unggul
Khusus di DIY sinyalemennya seperti kehadiran Perguruan Tinggi Negeri (PTN) 'kapal keruk', kehadiran PTS di daerah, hingga daya beli masyarakat yang menurun. Dia menjelaskan PTN 'kapal keruk' adalah PTN yang kuota penerimaan mahasiswanya banyak seperti melalui jalur Mandiri. "Iya betul demikian [PTN 'kapal keruk']," ucapnya, Sabtu (21/12/2024).
Fathul mengatakan untuk merger antar kampus selama merupakan kesepakatan patut didukung. Ini bisa dilihat sebagai upaya menguatkan kelembagaan menjadi semakin sehat. "Harapannya ke depan, kampus tersebut mudah berkembang karena sumber daya yang dimilikinya semakin kuat," ujarnya.
Sebelumnya, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah V DIY menyampaikan peningkatan mutu masih menjadi pekerjaan rumah PTS di 2025.
Ketua Tim Kerja Kelembagaan LLDikti Wilayah V DIY, Zanuwar Fahruzi mengatakan mutu PTS perlu dilakukan karena DIY dipandang sebagai barometer pendidikan. Selain itu PTS juga perlu melakukan promosi untuk meningkatkan jumlah mahasiswa. Serta menggaungkan kembali DIY sebagai kota pelajar, kota yang aman, serta murah. "Tantangan peningkatan mutu juga masih menjadi pekerjaan rumah," ucapnya.
Dia mengatakan kemungkinan tahun depan akan ada 2 PTS yang merger. Saat ini PTS tersebut sudah bersiap-siap. "Kemungkinan yang sudah ancang-ancang ada 2 PTS," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumlah investor reksa dana di DIY mencapai 375.672 SID pada Agustus 2026, tumbuh 40,16% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis15 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.
DPRD Sleman mengimbau warga mengurangi pembakaran sampah, membatasi aktivitas luar ruang, dan menggunakan masker untuk mengurangi paparan debu dan asap.
Google merilis Gemini 4 Argon secara global untuk pengembang, perusahaan, dan pelanggan berbayar. Simak harga API, fitur, dan akses gratis terbatas.
Komisi B DPRD Kota Jogja mendorong penguatan City of Festival untuk memperpanjang lama tinggal wisatawan dan meningkatkan belanja di usaha lokal.
Kenali lima keterampilan mengemudi mobil, mulai dari parkir di ruang sempit, menghadapi tanjakan, menjaga jarak, memeriksa blind spot, hingga menangani ban boco