Antrean Pasien Jadi Keluhan, Puskesmas Sleman Evaluasi Layanan
Antrean pasien menjadi sorotan di Puskesmas Sleman. Evaluasi layanan dan inovasi pendaftaran online disiapkan untuk kurangi waktu tunggu.
Ilustrasi penangkapan oleh polisi. (Freepik)
Harianjogja.com, SLEMAN—Enam remaja asal Kabupaten Sleman diduga hendak tawuran di Simpang Tiga Saren, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Selasa (31/1/2024) atau pergantian tahun baru. Pasalnya, mereka membawa batu dan ikat pinggang/sabuk modifikasi dengan besi.
Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Salamun mengatakan kepolisian telah membawa remaja-remaja tersebut untuk dimintai keterangan.
Dari hari pemeriksaan tersebut, Salamun menyampaikan motif balas dendam menjadi pemicu dugaan tawuran tersebut.
Secara kronologis, pada Senin (30/12/2024) pukul 23.00 WIB, MIAG, 15, warga Ngaglik, mengajak AAB, 16, warga Ngaglik untuk membatu membalas dendam ihwal atas sebuah masalah dengan orang lain. AAB ketika itu sedang berama Fad dan Faj. Semua sepakat membantu AAB.
Mereka kemudian langsung membahas penentuan lokasi perkelahian dengan lawan lain melalui sebuah grup Whatsapp. Lokasi perkelahian mereka tentukan dilakukan di wilayah Simpang Tiga Saren, Wedomartani, Ngemplak, Sleman.
BACA JUGA: Perayaan Malam Tahun Baru di Jogja Hasilkan Sampah 15 Ton, DLH: Langsung Dibersihkan
“Anak-anak terindikasi mau tawuran. Bawa batu dan sabu yang dimodifikasi pakai besi. Ada deker pelindung kaki juga,” kata Salamun, Rabu (1/1/2025).
Ketika tiba di lokasi pukul 01.00 WIB, Selasa (31/12/2024), Faj melihat ada rombongan yang tidak mereka kenali. Rombongan tersebut lebih banyak daripada rombongan MIAG.
Merasa kalah jumlah, rombongan MIAG lari berpencar guna menghindari rombongan termaksud. Warga yang melihat sebagian rombongan MIAG membawa mereka.
Total rombongan yang kepolisian mintai keterangan ada enam, MIAG, AAB, HAM, MR, FMR, dan MRU. Atas kejadian ini, kepolisian telah berkoordinasi dengan orang tua dan melakukan pembinaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Antrean pasien menjadi sorotan di Puskesmas Sleman. Evaluasi layanan dan inovasi pendaftaran online disiapkan untuk kurangi waktu tunggu.
Sebanyak 1.021 warga Sleman gagal donor darah awal 2026, mayoritas karena Hb rendah. PMI pastikan stok aman.
Keributan misa GMS Bantul dipicu izin belum lengkap. Polisi mediasi kedua pihak, situasi kini kondusif dan tetap jaga toleransi.
Tawuran remaja di Magelang dipicu tantangan Instagram. Dua pelajar luka parah, lima pelaku diamankan polisi.
Polemik GMS Bantul berujung kesepakatan. Ibadah tetap boleh, namun wajib lengkapi izin. Polisi siap tindak pelaku intimidasi.
Survei Abacus Data: 80% warga Kanada nilai AS di jalur salah. Faktor Trump dan kondisi global jadi pemicu kekhawatiran.