PSS Sleman Kalah Dramatis di Final, Rekor Kandang Akhirnya Pecah
PSS Sleman gagal juara usai kalah adu penalti dari Garudayaksa. Rekor kandang pecah, fokus jadi evaluasi utama.
Dokter hewan Puskeswan Sanden memeriksa kondisi sapi positif PMK di Kapanewon Srandakan, Senin (13/6/2022)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN -- Fakultas Peternakan (Fapet) UGM bakal membentuk Satuan Tugas (Satgas) penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di tengah kasus PMK yang kembali ditemukan di sejumlah wilayah DIY. Satgas ini akan memastikan penanganan PMK bisa berlangsung cepat dan sistematis.
Dekan Fapet UGM, Prof. Ir. Budi Guntoro mengungkapkan pembentukan Satgas ini sebagai respons melihat situasi dan kondisi kasus PMK di DIY dan Nasional yang terus meningkat.
"Peningkatan yang signifikan ini mendorong Fapet UGM memutuskan untuk membentuk Satgas," terang Budi pada Senin (6/1/2025).
Budi menjelaskan Satgas Penanggulangan PMK Fakultas Peternakan UGM ini nantinya memastikan pencegahan dan penanganan PMK bisa dilakukan lebih cepat dan sistematis. Perwakilan tim dosen Fapet UGM juga telah diterjunkan untuk melakukan survei awal ke lokasi ternak yang terkena PMK di Gunung Kidul.
"Sudah melakukan survei awal ke lokasi ternak yang terkena PMK," tegas Budi.
Di sisi lain Budi mengingatkan bahwa langkah penting yang perlu dilakukan terkait PMK yakni biosekuriti. Dijelaskan Budi, biosekuriti ini merupakan tindakan untuk mencegah penularan penyakit atau kontaminasi ke dalam atau keluar dari suatu tempat. Dalam kasus ini, penting untuk melindungi ternak dari virus sejak dini.
BACA JUGA: Imbas PMK, Harga Sapi Turun, Pasar Hewan di Gunungkidul Sepi
Keamanan ternak maupun manusia dan lingkungan lanjut Budi menjadi prioritas. Karenanya Budi berpandangan diperlukan beberapa tindakan nyata seperti pengawasan lalu-lintas keluar masuk kandang hingga isolasi ternak yang terkena PMK.
Dalam kurun waktu beberapa pekan terakhir, ratusan ternak di DIY terutama sapi terpapar PMK. Kasus ternak terkena PMK dilaporkan terjadi di Gunungkidul, Bantul, Sleman dan Kulonprogo.
Di Sleman, Plt. Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman, Suparmono yang merujuk data iSIKHNAS per bulan Desember 2024 mengemukakan jika kasus PMK pada tahun 2024 mencapai sebanyak 317 kasus. Rinciannya 282 tercatat sebagai kasus aktif, sembuh 32 ekor dan mati sebanyak tiga ekor.
Sementara hingga September 2024, DP3 Sleman mencatat populasi ternak rentan PMK di Kabupaten Sleman mencapai 97.020 ekor. Angka ini terdiri dari 2.886 ekor sapi perah, 26.375 ekor sapi potong, 24.688 ekor kambing, 39.134 ekor domba, 3.800 ekor babi dan 137 ekor kerbau.
Untuk menekan penularan PMK, DP3 Sleman telah mengambil sejumlah langkah di antaranya pengendalian berupa peningkatan surveilans, investigasi, pengambilan sampel dan pengujian untuk mengidentifikasi sumber penularan. Penelusuran faktor resiko, epidemiologi penyakit dan juga penyebab kematian ternak bekerjasama dengan BBVet Wates.
Selain itu petugas juga dengan cepat merespon dan melaporkan kejadian atau kasus hewan ternak sakit dan mati di lapangan ke iSIKHNAS. Masyarakat maupun peternak diharapkan melaporkan hewan sakit dan mati kepada petugas.
Kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada peternak juga digencarkan untuk meningkatkan biosekuriti. Peternak diminta agar menutup sementara kandang yang ditemukan hewan sakit atau terduga sakit. (Catur Dwi Janati)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman gagal juara usai kalah adu penalti dari Garudayaksa. Rekor kandang pecah, fokus jadi evaluasi utama.
Casemiro dipastikan tampil saat Manchester United menghadapi Nottingham Forest dalam laga kandang terakhirnya di Old Trafford.
Kemenag menggelar sidang isbat penetapan awal Zulhijah 1447 H malam ini. Iduladha 2026 diperkirakan jatuh pada 27 Mei.
Waspada Wangiri Fraud, modus missed call internasional yang bisa menguras pulsa dan membuat tagihan telepon membengkak.
Jepang, Uzbekistan, China, dan Australia lolos ke semifinal Piala Asia U-17 2026 usai melewati laga dramatis di perempat final
PSIM Jogja menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung malam ini. Tim tamu datang dengan tekanan besar dari ancaman degradasi.