Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Tim SAR DIY Distrik Bantul sedang membedah rumah tidak layak huni di Bantul./ Ist - dok.SAR DIY
Harianjogja.com, BANTUL—SAR DIY Distrik Bantul bersama para donatur telah membedah sebanyak tujuh unit rumah tidak layak huni sepanjang 2024. Tujuh rumah tidak layak huni yang dibedah tersebut tersebar di wilayah Bantul dan Gunungkidul.
Kasiop SAR DIY Distrik Bantul, Bondan Supriyanto mengatakan bedah rumah tidak layak huni melalui Program Gerakan Peduli Sesama Bedah Rumah ini merupakan program rutin SAR DIY Distrik Bantul bersama para donatur, salah satunya pengusaha properti DIY Anthony Sudarsono.
Program tersebut sudah berjalan sejak awal 2024 lalu. "Sampai sekarang sudah tujuh unit rumah tidak layak huni yang kita bedah menadi rumah layak tinggal, tersebar di Bantul lima unit dan di Gunungkidul dua unit," katanya, Rabu (8/1/2025).
Menurutnya program bedah rumah ini untuk membantu masyarakat yang kurang mampu sehingga dalam proses identifikasi calon penerima bedah rumah juga dilakukan ketat, mulai dari survey lokasi dan kepemilikan lahan atau rumah tinggal yang perlu dibedah juga harus jelas.
Masyarakat kurang mampu juga bisa mengajukan diri untuk rumahnya yang ingin dibedah. Bondan berharap bantuan bedah rumah bisa meringankan masyarakat untuk memiliki rumah yang layak huni.
BACA JUGA: Jumlah RTLH di Bantul Cukup Tinggi, Alokasi Perbaikan RTLH Setiap Tahun Masih Sedikit
Selain itu, bagi anggota SAR DIY Distrik Bantul, program bedah rumah ini sekaligus melatih kecepatan dan ketepatan anggota SAR dalam membangun rumah layak huni. Sebab dalam program bedah rumah ini waktu yang dibutuhkan hanya 4-5 hari dengan tenaga enam orang untuk ukuran rumah 5x6 meter.
"Tujuan utama tentu pelatihan kalau ada musibah bencana alam, spesialis bedah rumah di lokasi kebencanaan dalam waktu singkat bisa bikin bangunan ukuran 5x6 meter dalam waktu 4-5 hari, dengan anggota 6 orang bisa bikin rumah layak huni dengan waktu cepat dan singkat," ujar Bondan.
Tujuan lainnya juga menjembatani para donatur yang ingin membantu warga kurang mampu dalam mewujudkan rumah layak huni.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengapresiasi kerja keras TIM SAR DIY dan kebaikan para donatur sehingga mendorong percepatan pembangunan di wilayah Kabupaten Bantul.
Bupati berharap akan semakin banyak masyarakat yang saling tolong menolong untuk membantu sesama. “Ini merupakan kerja sama antara SAR DIY Distrik Bantul dengan donator, Pak Anthony, sehingga terjadi percepatan pembangunan," katanya saat penyerahan kunci rumah Ibu Temon di Dusun Karangmojo, Kalurahan Trirenggo, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul, pertengahan tahun lalu.
Rumah Bu Temon merupakan salah satu rumah yang dibedah oleh tim SAR DIY Distrik Bantul bersama para donatur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Huawei MatePad Pro Max siap meluncur dengan RAM hingga 20GB, layar OLED 144Hz, dan baterai 10.400 mAh.
KPK umumkan harta kekayaan Presiden Prabowo Subianto 2025 mencapai Rp2,06 triliun. Ini rincian lengkap asetnya.
Simak cara cetak STNK setelah bayar pajak online lewat SIGNAL. Praktis, tanpa antre, dan resmi berlaku 2026.
Nadiem Makarim tampil dengan gelang detektor saat sidang kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Kini berstatus tahanan rumah.
Pemkab Magelang perkuat data kependudukan untuk tekan kemiskinan. Inovasi pelayanan cepat hingga 1 jam terus dikembangkan.