Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Pengajar dari Baznas Kota Jogja mendampingi pembelajaran membaca Al Quran di salah satu sekolah dalam program MDA, beberapa waktu lalu./ist Baznas Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 88 sekolah telah menjadi peserta program terus menggalakkan program Madrasah Al Quran (MDA). Program ini merupakan komitmen Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Jogja untuk menanamkan kemampuan membaca Al Quran pada anak.
Pelaksana Bidang 2 Baznas Kota Jogja, Muhammad Fuad, menjelaskan program ini terlaksana atas kerjasama antara Baznas Kota Jogja dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja dan Kemenag Kota Jogja.
"Ini adalah salah satu program unggulan kami. Pada tahun 2025 sekolah yang menjadi peserta prgram ini mencapai 88 sekolah, yang terdiri dari 11 Taman Kanak-kanak, 11 Raudhatul Athfal, 47 SD Negeri, tiga Madrasah Ibtidaiyah, dan 16 SMP Negeri.," ujarnya, Sabtu (11/1/2025).
Fuad menjelaskan Baznas Kota Jogja mengerahkan sekitar 500 petugas atau pengajar yang akan mengunjungi tiap sekolah selama dua kali semingu, dengan durasi pertemauan selama 60 menit. "Setiap pengajar akan mengampu maksimal 10 anak," katanya.
Para pengajar dari Baznas Kota Jogja menggunakan metode belajar Iqro, dengan target para peserta bisa membaca Al Quran dalam setahun pembelajaran. "Kami menggunakan metode Iqro, yakni mulai Iqro jilid 1 sampai 6. Ditargetkan selama satu tahun para peserta sudah bisa dan lancar dalam membaca Al Quran," paparnya.
Pihaknya menegaskan akan selalu berkomitmen dalam mendukung pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman, salah satunya dengan berupaya mengembangkan program-program yang bermanfaat. "Semua yang kita lakukan adalah bagian dari upaya mencetak generasi yang memiliki kecerdasan spiritual dan karakter mulia serta pemberantasan buta huruf Al Quran,” paparnya.
Fuad pun mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infaq, dan sedakahnya melalui Baznas. "Karena dana zakat yang terkumpul dari masyarakat menjadi modal utama untuk membiayai berbagai program pendidikan Al-Quran ini," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Pieter Huistra menilai PSS Sleman berada di jalur tepat untuk membangun permainan dominan menjelang Super League 2026/2027.
Gempa M7,7 yang berpusat di Nagekeo dirasakan di Kota Bima. Satu rumah rusak sedang, Gudang Bulog dan plafon masjid juga terdampak.
IMI menghentikan sementara drag race di lintasan non-permanen seperti jalan raya dan kompleks perumahan di seluruh Indonesia.
Sebanyak 68 foto jurnalistik ANTARA dipamerkan di Titik Nol Kilometer Jogja pada 14-21 Agustus untuk menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI.
Pemerintah menargetkan pembiayaan RAPBN 2027 sebesar Rp671,2 triliun, turun 8,6% dari outlook 2026 yang mencapai Rp734,3 triliun.