Kebakaran Lahan Melonjak di Bantul Petugas Temukan Pola Berulang
Kebakaran lahan di Bantul meningkat selama musim kemarau 2026. BPBD mencatat pembakaran sampah dan lahan masih menjadi penyebab utama.
Taman Gunungkidul di Perbatasan Gunungkidul dan Bantul, Kapanewon patuk Gunungkidul./ Harian Jogja - Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Gunungkidul semakin menarik minat investor dalam beberapa tahun terakhir. Nilai investasi yang masuk terus mengalami peningkatan signifikan dengan capaian tertinggi pada 2024 sebesar Rp551 miliar.
Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gunungkidul Asar Janjang Riyanti mengungkapkan keindahan alam, garis pantai yang panjang serta potensi sumber daya alam yang besar menjadi daya tarik utama bagi para investor.
Sektor perdagangan dan pariwisata menjadi primadona dengan banyaknya peluang bisnis yang ditawarkan. “Letak geografis yang strategis dan potensi alam yang luar biasa membuat Gunungkidul menjadi tujuan investasi yang menjanjikan,” ujarnya, Minggu (13/1/2025).
Potensi wisata Gunungkidul yang kaya, terutama di kawasan pesisir selatan, menjadi magnet bagi para investor. Daerah-daerah seperti Purwosari, Panggang, Tepus, dan Girisubo yang dulunya sepi kini telah berkembang menjadi destinasi wisata yang populer.
“Dengan mengembangkan fasilitas wisata dan memperpanjang masa tinggal wisatawan, kami [DPMPTSP] berharap dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara,” kata Asar.
BACA JUGA: Pemkab Gunungkidul Anggarkan Rp45 Miliar untuk Perbaikan Infrastruktur Jalan di 2025
Selain pariwisata, sektor industri juga menjadi fokus investasi di Gunungkidul. Adanya kawasan peruntukan industri di Candirejo, Semin, dan Mijahan, Semanu serta keberadaan pelabuhan perikanan dan tempat pelelangan ikan, menunjukkan potensi besar sektor ini.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif. Fasilitas perizinan yang mudah serta dukungan infrastruktur yang memadai, menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor.
Meskipun telah mengalami pertumbuhan yang signifikan, potensi investasi di Gunungkidul masih sangat besar. Sektor pertanian, energi, dan sumber daya mineral juga memiliki peluang yang menjanjikan.
“Dengan segala potensi yang dimiliki, kami yakin Gunungkidul akan terus menjadi tujuan investasi yang menarik dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Asar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran lahan di Bantul meningkat selama musim kemarau 2026. BPBD mencatat pembakaran sampah dan lahan masih menjadi penyebab utama.
Masih sering memikirkan mantan setelah putus? Psikologi menjelaskan bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan ikatan emosional yang tidak langsung hilang saat hub
Membincang perekonomian sirkuler berarti membicarakan optimalisasi bahan bekas pakai menjadi bentuk lain yang bernilai dan bermanfaat.
Fitur Shared Chat Claude AI sempat menjadi sorotan setelah sejumlah tautan percakapan muncul di hasil pencarian Google. Simak cara memeriksa dan mengamankan cha
Mitchell Baker masuk daftar top skor sementara Piala AFF 2026 setelah mencetak hattrick pada debutnya bersama Timnas Indonesia. Ia bersaing dengan Paulo Josue d
Korban tewas akibat gempa magnitudo 7,1 di Kumamoto, Jepang, bertambah menjadi 13 orang. Sebanyak 260.000 warga mengungsi dan proses pencarian korban masih berl