Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus Kunjungan Wisata Bantul Melonjak
Kunjungan wisata di Bantul melonjak enam kali lipat selama libur Kenaikan Yesus Kristus 2026. Pantai Parangtritis tetap menjadi primadona wisatawan
Arsip-Proses pengecoran jalan rusak di Kawasan Industri Semin di Dusun Bangunsari, Candirejo, Semin. Foto diambil Sabtu (22/7/2023)/Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berupaya untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur jalan di wilayahnya. Hal ini didukung pula dengan alokasi anggaran sebesar Rp45 miliar dari APBD 2025 yang khusus ditujukan untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan.
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Wahyu Ardi Nugroho menjelaskan, anggaran tersebut akan digunakan secara optimal untuk berbagai kegiatan, mulai dari pembangunan jalan baru, rekonstruksi jalan rusak berat, rehabilitasi jalan yang mengalami kerusakan ringan dan pemeliharaan rutin.
"Tidak hanya badan jalan, anggaran ini juga akan dialokasikan untuk perbaikan fasilitas penunjang seperti talut dan drainase, serta untuk pengurusan dokumen administrasi," ungkap Wahyu, Minggu 12/1/2025).
Selain anggaran APBD, Gunungkidul juga menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp25 miliar pada 2025. Sesuai dengan arahan pemerintah pusat, dana tersebut akan diprioritaskan untuk mendukung ketahanan pangan. Oleh karena itu, pembangunan dan pemeliharaan jalan menuju kawasan produksi pangan seperti ladang dan sawah akan menjadi fokus utama.
"Tujuannya adalah untuk memudahkan akses petani dalam mendistribusikan hasil panen dan menekan biaya transportasi," tambah Wahyu.
Meski begitu, Wahyu menegaskan bahwa jalur wisata juga tidak akan diabaikan. Pihaknya akan berupaya mencari sumber anggaran lain untuk memastikan bahwa akses menuju destinasi wisata tetap dalam kondisi baik.
BACA JUGA: Gunungkidul Targetkan Kunjungan 3,5 Juta Wisatawan pada 2025
DPUPRKP Gunungkidul menargetkan pembangunan dan rehabilitasi jalan sepanjang 30-40 kilometer pada 2025 ini. Target ini cukup ambisius mengingat kondisi jalan di Gunungkidul yang masih banyak mengalami kerusakan. Sebagai informasi, saat ini Gunungkidul memiliki jaringan jalan sepanjang lebih dari 1.000 kilometer, dengan sekitar 25 persen dalam kondisi rusak berat dan kemantapan jalan secara keseluruhan baru mencapai 64 persen.
"Kami optimis target tersebut dapat tercapai. Pada 2024 saja, kami telah berhasil membangun jalan sepanjang 30 kilometer," ujar Wahyu.
Terkait dengan alokasi anggaran di masa mendatang, Wahyu menyebutkan bahwa pihaknya masih menunggu keputusan final dari pemerintah pusat mengenai Dana Alokasi Umum (DAU) dan DAK. Jika nantinya ada perubahan kebijakan, maka alokasi anggaran untuk infrastruktur jalan di Gunungkidul juga akan disesuaikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kunjungan wisata di Bantul melonjak enam kali lipat selama libur Kenaikan Yesus Kristus 2026. Pantai Parangtritis tetap menjadi primadona wisatawan
Sarwendah bantah keras fitnah ikut pesugihan di Gunung Kawi. Kuasa hukum sebut itu murni syuting horor dan bidik konten video Pesulap Merah.
Konsep halal tidak cukup dipahami sebatas label pada kemasan produk. Kehalalan harus dibangun dari niat dan kesadaran pelaku usaha.
Taeyang BIGBANG merilis album Quintessence setelah 9 tahun, berisi 10 lagu dan kolaborasi global lintas musisi.
xAI meluncurkan Grok Build, AI coding berbasis terminal untuk saingi Claude Code dengan fitur plan mode dan sub-agent.
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.