Segera Dibuka, Kelok 23 Jadi Harapan Baru Ekonomi Sisi Barat Gunungkidul
Kelok 23 di Girijati, Gunungkidul, dinilai membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan investasi setelah menghubungkan JJLS dengan Bantul.
Makan siang bergizi gratis. - Foto Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Program makan bergizi gratis (MBG) di Gunungkidul masih belum bisa dijalankan. Kendati demikian, ada jaminan program ini akan melibatkan puluhan tenaga kerja lokal.
Komandan Kodim 0730/GK Letkol Inf Roni Hermawan mengatakan hingga sekarang masih menyiapkan lokasi dapur pengolahan untuk program MBG sehingga program ini belum bisa terlaksana meski peta sasaran siswa penerima makanan sudah dipetakan.
“Rencananya dapur ini melayani untuk siswa di empat sekolah di Kota Wonosari, mulai dari sekolah dasar sampai menengah atas dan kejuruan,” ungkapnya, Kamis (16/1/2025).
Meski masih dalam tahap persiapan, Roni mengakui sudah ada kepastian kebutuhan petugas untuk menjalankan operasional dapur pengolahan.
Nantinya ada sekitar 50 orang yang dibutuhkan dalam pengoperasian. Rinciannya, sebanyak tiga orang dari Pusat sedangkan sisanya sebanyak 47 petugas akan melibatkan tenaga kerja lokal dari Gunungkidul.
Semua petugas yang dilibatkan akan menjalani proses pelatihan. Kodim sudah berkomunikasi dengan dinas sosial maupun dinas pendidikan untuk melaksanakan pelatihan kepada calon tenaga kerja yang akan mengawasi dapur.
BACA JUGA: YIA Berpeluang Jadi Embarkasi Haji pada 2026, Kemenag DIY Sebut Butuh Persiapan
Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul Nunuk Setyowati menuturkan belum mengetahui keterlibatan instansinya dalam memberikan pelatihan kepada petugas yang melaksanakan program MBG.
Dia mengaku hanya dimintai data berkaitan dengan penyajian data tentang sasaran dari penerima program MBG. “Setahu saya hanya menyajikan data. Kalau masalah pelatihan, saya belum tahu,” ucapnya.
Perwakilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gunungkidul, Hyndun Astry, mengatakan program MBG belum bisa terlaksana dengan perkiraan pelaksanannya baru siap sekitar dua pekan ke depan.
Sampai sekarang masih dalam tahap persiapan, seperti menyiapkan lokasi dapur sehat untuk mengolah makanan yang disajikan ke para siswa. “Masih proses sehingga program makan bergizi di Gunungkidul belum dijalankan,” kata Astry.
Selain permasalahan penyiapan dapur sehat yang belum rampung, hingga sekarang juga masih memvalidasi terhadap sasaran penerima makanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kelok 23 di Girijati, Gunungkidul, dinilai membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan investasi setelah menghubungkan JJLS dengan Bantul.
Sebanyak 49 korban selamat Virgo Transport 8 tiba di Banjarmasin. Total 103 orang telah dievakuasi, enam di antaranya meninggal.
Jaecoo J5 menjadi mobil listrik terlaris di Indonesia hingga Agustus 2026 dengan 23.359 unit, mengungguli BYD Atto 1.
PACK mengungkap rencana meningkatkan kapasitas bijih nikel. Emiten ini mencatat laba Rp190,7 miliar hingga Juni 2026.
Perda nelayan Kulonprogo didorong untuk memperkuat perlindungan, kapasitas, dan keberlanjutan usaha nelayan, pembudidaya ikan, serta petambak garam.
Witan Sulaeman mengungkap suasana ruang ganti Persija setelah menang 2-1 atas Persib dan optimistis memburu gelar juara Super League 2026/2027.