Hadapi Kemarau Panjang, Warga Gunungkidul Diminta Bijak Memakai Air
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Makan siang bergizi gratis. - Foto Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Program makan bergizi gratis (MBG) di Gunungkidul masih belum bisa dijalankan. Kendati demikian, ada jaminan program ini akan melibatkan puluhan tenaga kerja lokal.
Komandan Kodim 0730/GK Letkol Inf Roni Hermawan mengatakan hingga sekarang masih menyiapkan lokasi dapur pengolahan untuk program MBG sehingga program ini belum bisa terlaksana meski peta sasaran siswa penerima makanan sudah dipetakan.
“Rencananya dapur ini melayani untuk siswa di empat sekolah di Kota Wonosari, mulai dari sekolah dasar sampai menengah atas dan kejuruan,” ungkapnya, Kamis (16/1/2025).
Meski masih dalam tahap persiapan, Roni mengakui sudah ada kepastian kebutuhan petugas untuk menjalankan operasional dapur pengolahan.
Nantinya ada sekitar 50 orang yang dibutuhkan dalam pengoperasian. Rinciannya, sebanyak tiga orang dari Pusat sedangkan sisanya sebanyak 47 petugas akan melibatkan tenaga kerja lokal dari Gunungkidul.
Semua petugas yang dilibatkan akan menjalani proses pelatihan. Kodim sudah berkomunikasi dengan dinas sosial maupun dinas pendidikan untuk melaksanakan pelatihan kepada calon tenaga kerja yang akan mengawasi dapur.
BACA JUGA: YIA Berpeluang Jadi Embarkasi Haji pada 2026, Kemenag DIY Sebut Butuh Persiapan
Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul Nunuk Setyowati menuturkan belum mengetahui keterlibatan instansinya dalam memberikan pelatihan kepada petugas yang melaksanakan program MBG.
Dia mengaku hanya dimintai data berkaitan dengan penyajian data tentang sasaran dari penerima program MBG. “Setahu saya hanya menyajikan data. Kalau masalah pelatihan, saya belum tahu,” ucapnya.
Perwakilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gunungkidul, Hyndun Astry, mengatakan program MBG belum bisa terlaksana dengan perkiraan pelaksanannya baru siap sekitar dua pekan ke depan.
Sampai sekarang masih dalam tahap persiapan, seperti menyiapkan lokasi dapur sehat untuk mengolah makanan yang disajikan ke para siswa. “Masih proses sehingga program makan bergizi di Gunungkidul belum dijalankan,” kata Astry.
Selain permasalahan penyiapan dapur sehat yang belum rampung, hingga sekarang juga masih memvalidasi terhadap sasaran penerima makanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 menjadi Rp268 triliun demi efisiensi program Makan Bergizi Gratis.
DPRD DIY memastikan tidak ada kebijakan pemutusan kerja terhadap tenaga pendidik non-aparatur sipil negara tersebut di Daerah Istimewa Yogyakarta
Prabowo targetkan pembangunan 5.000 desa nelayan lengkap SPBU khusus, cold storage, dan fasilitas es batu hingga 2027.
BNNP DIY mengungkap modus sabu disembunyikan dalam speaker di Bantul. Seorang mahasiswa ditangkap bersama sabu dan tembakau sintetis
HUT ke-18 Harian Jogja, Transformasi dari Perusahaan Media Menuju Perusahaan Komunikasi Diperkuat