17 Taman Budaya se-Indonesia Hadiri Temu Karya XXV di Jogja
Sebanyak 17 Taman Budaya mengikuti Temu Karya XXV di Jogja untuk bertukar pengalaman dan praktik pengelolaan kebudayaan antardaerah.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X memberikan keterangan kepada wartawan, Kamis (27/6/2024). - Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA – Pemda bersama Polda DIY dan seluruh komponen masyarakat akan menggelar acara Jogja Pandu Peradaban Nusantara Menuju Hamemayu Hayuning Bawana di Graha Pradipta Jogja Expo Center pada Sabtu (18/1/2025) ini.
Kegiatan yang akan dihadiri Gubernur DIY yang juga Raja Kraton Ngayogyakarta Sri Sultan HB X itu bertujuan untuk mengapresiasi keberhasilan dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama proses Pemilu Serentak 2024.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil DIY, KPH Yudanegara menjelaskan bahwa acara ini merupakan kelanjutan dari suksesnya penyelenggaraan Pemilu Serentak 2024 di wilayah ini. DIY bahkan mendapatkan apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri sebagai daerah terbaik dalam penyelenggaraan pemilu.
BACA JUGA: Jokowi Bertemu Sultan HB X di Jogja, Ini Hasil Pertemuannya
"Ngarsa Dalem ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemangku keistimewaan dan ini adalah suatu hal yang benar-benar Ngarsa Dalem dalam inginkan," ujarnya, Jumat (17/1/2025). Ia juga berharap, melalui acara ini, sinergitas antara pemerintah, kepolisian, dan seluruh komponen masyarakat dapat terus terjalin dengan baik.
KPH Yudanegara menjabarkan, pemangku keistimewaan yang diundang sebanyak 392 kalurahan, ditambah 46 kelurahan yang ada di DIY. Para Lurah akan hadir, berikut anggota jaga warga sebagai garda terdepan di masyarakat, yang kesemuanya akan memakai baju adat Ngayogyakarta Hadiningrat.
Kapolda DIY, Irjen. Pol. Suwondo Nainggolan menyatakan bahwa keamanan bukanlah sekadar anugerah, melainkan hasil dari kerja keras bersama. "Keamanan bukan sekedar situasi, tetapi sebuah investasi yang sangat berpengaruh terhadap pendidikan, pariwisata, dan ekonomi kemasyarakatan," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kondisi yang aman dan kondusif sangat penting untuk menarik wisatawan dan investor ke Jogja. "Dalam situasi tidak aman, manusia akan menyingkir. Apalagi wisatawan mana yang mau datang ke Malioboro? Orang tua mana yang berani melepas anaknya untuk kuliah di Jogja?" imbuhnya.
Salah satu momen menarik dalam acara ini adalah prosesi penyerahan hasil bumi dari lima Kabupaten/Kota di DIY kepada Gubernur DIY. Prosesi ini menjadi simbol kekayaan alam dan budaya Jogja yang perlu dijaga dan dilestarikan. Selain itu, seluruh lurah dan anggota jaga warga yang hadir juga mengenakan baju adat Ngayogyakarta Hadiningrat sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi dan budaya lokal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 17 Taman Budaya mengikuti Temu Karya XXV di Jogja untuk bertukar pengalaman dan praktik pengelolaan kebudayaan antardaerah.
Dinsos PPPA Kulonprogo menemukan pensiunan ASN menerima bansos. Penerima yang tidak layak diminta sadar dan dapat diganti sesuai kondisi.
Dinkes Bantul memastikan belum ada temuan influenza A hingga 29 September 2026 meski terdapat laporan 24 kasus di DIY.
MK menyatakan permohonan hak mempertahankan nomor HP saat berganti operator atau MNP tidak dapat diterima karena dinilai kabur.
Disdik Sleman menyebut laporan SD Negeri Ledoknongko tidak mencantumkan siswa sebagai ABK, berbeda dengan informasi awal kepolisian.
Kejagung menyatakan Kolonel Budi Utomo tersangka dugaan korupsi tata kelola MBG dan ditahan sejak Agustus 2026 di Pomdam Jaya.